
Pagi itu Fandi bangun lebih awal, karena Riko mengajaknya liburan ke pulau bersama teman-teman yang lain. Fandi mengenakan kaos oblong putih dengan celana jeans lengkap dengan sepatu ketsnya. Tidak lupa ia membawa tas berisi beberapa pakaian ganti selama disana.
Setelah selesai bersiap-siap, Fandi keluar dari kos dan berjalan menuju jalan raya. Tidak lama setelah itu Fandi memberhentikan sebuah bis dan naik. Fandi dan teman-temannya sepakat bertemu di stasiun kereta api saja, karena mereka akan ke pantai menaiki kereta api. Dan selanjutnya dari pantai barulah mereka naik boat.
“Fandi.” Lona memanggil sembari melambaikan tangannya. Fandi segera menghampiri Lona yang sudah bersama teman-teman Fandi yang lain.
“Heii bro!” Sahut Riko merangkul Fandi.
“Heii!” Sapa Fandi kepada semua temannya yang berada disana.
“Fandi, kamu sudah berubah. Makin tampan dan keren.” Puji Rani memberi senyuman pada Fandi.
“Hussh.. Rani, Ingat! Tunanganmu. Heheheee..” Timpal Eka mencolek Rani.
“Ooh ya Fandi.. Ini Jery tunanganku.” Rani kemudian memperkenalkan tunanganmya pada Fandi.
“Heii Fandi, gue Jerry.” Sapa Jery bersalaman dengan Fandi.
“Heii Jery, Gue Fandi.” Balas Fandi.
“Okee, Fandi. Dan ini pacar aku.” Lanjut Eka menunjuk seorang laki-laki macho di sampingnya.
__ADS_1
“Heii bro Fandi, gue Rio. Senang berkenalan dengan lu.” Sapa Rio.
“Heii Rio, Gue Fandi.” Balas Fandi.
“Dan aku Lona.” Lona tiba-tiba mengulurkan tangannya pada Fandi hendak berjabat tangan. Lona tersenyum manis pada Fandi, matanya seolah sedang menggoda Fandi.
“Iya.” Fandi membalas jabat tangan Lona.
“Sudah sudah, sebentar lagi kereta api datang. Kita siap-siap biar gak ketinggalan.” Timpal Novi yang tampak kurang suka dengan cara Lona menggoda Fandi.
“Ayang bebeb biarin aja Lona dekat sama Fandi. Kasihan Fandi.” Bisik Riko pada Novi.
“Kasihan Fandi jomblo kelamaan ayang bebeb.” Bisik Riko lagi memohon.
“Malah lebih kasihan kalau Fandi sama dia tahu.” Balas Novi lagi berbisik.
“Lona itu baik kok ayang bebeb.” Bisik Riko lagi.
“Iiihh.. Ayang bebeb Riko naksir sama dia yaa? Dari tadi belain dia terus. Hiks hiks hiks..” Novi tiba-tiba merengek.
“Gak, aku gak naksir Lona kok ayang bebeb. Maafin aku ya ayang bebeb. Aku gak akan bela dia lagi. Masa’ aku suka sama dia? Kan ayang bebeb tahu kalau di hatiku cuma ada ayang bebeb Novi seorang.” Bujuk Riko merayu Novi sambil berbisik.
__ADS_1
“Huusshhh.. Lagi bisik-bisik apaan? Seru amat kayaknya.” Timpal Eka menatap sinis ke arah Novi dan Riko.
“Hehehee... Biasa urusan rumah tangga Eka.” Balas Novi sewot karena Eka terlalu kepo.
“Ooh ya Fandi.. Jingga bagaimana kabarnya? Aku gak dengar kabar kalian lagi setelah kecelakaan waktu itu.” Tiba-tiba Rani menyinggung soal Jingga. Seketika Fandi terdiam, ia bingung harus menjawab apa.
“Jingga itu siapa?” Tanya Lona penasaran.
“Jingga itu pacarnya Fandi.” Novi dengan sigap menjawab pertanyaan Lona.
“Pacar Fandi? Tapi Riko bilang Fandi sedang tidak punya pacar.” Tanya Lona heran.
“Ada kok, cuma Jingga lagi sekolah di luar negeri.” Novi terpaksa berbohong, karena ia tidak rela jika posisi Jingga di gantikan oleh Lona cewek seksi dan genit.
“Benar Fandi?” Tanya Lona lagi.
“Iya, Jingga memang kekasihku.” Jawab Fandi santai.
Tidak beberapa lama kereta api tiba, mereka menaiki kereta api dan mulai duduk di kursi mereka masing-masing. Semua teman Fandi duduk bersama pasangannya, sedangkan Fandi terpaksa harus duduk di samping Lona.
*****
__ADS_1