Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 92


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di pulau. Sebelum lanjut berkeliling pulau, mereka meletakkan barang-barang mereka di cottage.


Lona kebetulan sekamar dengan Novi. Lona mencoba mengorek informasi yang banyak tentang Jingga dari Novi.


“Novi, aku boleh tanya gak?” Tanya Lona memulai pembicaraannya dengan Novi.


“Iya, tanya aja?” Balas Novi sembari merapikan barang-barangnya di atas meja.


“Jingga itu udah lama di luar negeri?” Tanya Lona.


“Mmm.. Setahu aku sejak lulus SMA.” Jawab Novi sedikit gugup.


“Oohh.. Luar negerinya dimana?” Lona bertanya makin menyelidik


‘Ini cewek genit sepertinya mau interogasi aku. Aku gak boleh salah ngomong.’ Gumam Novi dalam hati. Novi mengatur siasat agar tidak terlihat gugup saat di tanyai oleh Lona.


“Jingga kuliah di Australia.” Jawab Novi santai.


“Jauh juga. Mereka masih sering komunikasi?” Tanya Lona lagi.

__ADS_1


“Ya pasti seringlah. Buktinya sampai sekarang masih baik-baik saja hubungannya.” Jawab Novi ketus.


“Iihh Novi.. Kamu jangan ketus gitu donk! Aku bertanya karena aku suka sama Fandi. Aku siih berharap hubungan Fandi dan Jingga segera berakhir dan Fandi bisa membuka hatinya untuk aku.” Jelas Lona. Novi mendengarkan tapi di dalam hatinya sedang mencibir Novi.


“Yaa yaa.. Maaf.” Balas Novi mencibir.


“Jingga itu seperti apa sih? Kenapa Fandi sebegitu cintanya sama dia?” Tanya Lona penasaran.


“Kamu mau tahu Jingga itu seperti apa? Baik aku akan jelasin. Jingga itu orangnya cuaantiikk banget, kulitnya putih, mulus, rambutnya panjang hitam dan lurus, tubuhnya langsing, tinggi semampai, giginya rapi, senyumnya manis, baik hati, tidak sombong meskipun kaya, ramah, setia dan masih banyak lagi yang tidak bisa aku jelasin.” Jawab Novi menjelaskan secara rinci sosok Jingga. Novi sengaja menjelaskan fisik Jingga secara detail agar Lona mundur untuk mendekati Fandi.


“Waaww.. Kamu detail banget menjelaskannya. Kamu sepertinya sangat dekat mengenal Jingga?” Tanya Lona lagi.


“Aku satu kelas sama Jingga waktu kelas 12.” Jawab Novi lagi.


“Ooh yaa.. Aku masih menyimpan foto kami waktu masih sekolah dulu.” Tiba-tiba Novi mengeluarkan ponselnya dan mencari-cari foto Jingga.


“Mana coba aku lihat?” Lona makin penasaran. Lona mencondongkan kepalanya ke ponsel Novi.


“Ini dia yang namanya Jingga.” Seru Novi sembari menunjukkan foto-foto Jingga yang ada di dalam ponselnya.

__ADS_1


‘Memang cantik dan modis. Tapi aku gak kalah cantik dari dia malah aku lebih menarik dari dia.’ Ucap Lona dalam hatinya.


“Cantik kan?” Seru Novi lagi.


“Iya, cantik. Tapi aku gak kalah cantik kok dari Jingga.” Balas Lona memuji dirinya sendiri.


“Hahahaaa... Oke, kalau kamu merasa cantik.” Celetuk Novi sambil tertawa.


“Menurut kamu apa yang ada pada Jingga tapi tidak ada pada diriku?” Tanya Lona menyelidik. Kali ini Lona membetulkan rambut dan pakaiannya yang ketat dan seksi. Lona tampak tak mau kalah dari Jingga.


“Mmm.. Menurut aku banyak.” Jawab Novi polos.


“Haahhh... Banyak? Coba kamu sebutkan apa aja?” Tanya Lona tak terima ucapan Novi.


“Pertama senyumnya Jingga itu menawan, sedangkan kamu senyumnya genit-genit gimana gitu. Kedua mata Jingga juga menawan, sedangkan mata kamu juga genit-genit menggoda. Ketiga Jingga penampilannya sederhana tapi anggun, sedangkan kamu kayak gini seksi habis. Keempat rambut Jingga gak muluk-muluk panjang hitam dan lurus, sedangkan kamu di kriwil-kriwilin kayak mie gini. Kelima Jingga kalem orangnya, sedangkan kamu agresif sama laki-laki. Yang keenam.” Celoteh Novi membuat Lona cemberut seketika menghentikan omongan Novi.


“Stop Novi! Gak usah di lanjutin.” Teriak Lona tidak terima Novi memperbandingkan dirinya jauh di bawah Jingga.


“Uupsss.. Maaf. Tadi kamu suruh aku sebutin apa yang ada di Jingga tapi tidak ada di kamu kan? Heheheee...” Balas Novi cengengesan.

__ADS_1


Lona kesal dan meninggalkan Novi di kamarnya sendiri. Novi tertawa cekikikan melihat raut wajah Lona yang cemberut.


*****


__ADS_2