Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 97


__ADS_3

Sudah dua hari Fandi berlibur di pulau bersama teman-temannya. Ia tidak lagi bersikap dingin pada Lona. Ia juga tidak sungkan lagi bercerita dan bercanda dengan Lona. Hal itu membuat Lona merasa bersemangat lagi untuk mendekati Fandi. Lona merasa punya kesempatan dan berharap Fandi mulai bisa membuka hati untuk dirinya.


Riko ikut senang melihat Fandi yang mulai akrab dengan Lona. Biasanya Fandi agak anti setiap kali di dekati oleh wanita.


‘Fandi sudah mulai dekat dengan Lona. Semoga Fandi secepatnya bisa move on dari Jingga.’ Batin Riko.


“Bro! Gue ikut senang melihat lu happy seperti ini.” Ujar Riko sembari merangkul Fandi mengajaknya menjauh dari teman-teman yang lain.


“Thanks Rik. Lu memang paling mengerti gue. Ngomong-ngomong pulau ini sangat indah. Lu tahu tempat ini dari mana?” Tanya Fandi tersenyum pada Riko.


“Ya iyalah bro. Gue gitu loh. Gue tahu pulau ini dari sosmed.” Jawab Riko bangga.


“Ooh ya bro, gue ikut senang lu mulai belajar move on dan membuka hati untuk Lona.” Bisik Riko semangat.


“Buka hati untuk Lona?” Wajah Fandi tampak heran setelah mendengar mendengar ucapan Riko. Ia spontan tertawa.


“Hahahahaaaa...” Fandi tertawa lepas seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pada Riko.


“Hahahaaaa...” Riko ikut tertawa meskipun Riko sama sekali tidak tahu alasan Fandi tertawa.

__ADS_1


“Rik, lu sudah salah paham menilai gue sama Lona.” Lanjut Fandi menepuk pundak Riko.


“Salah paham maksud lu bro?” Tanya Riko penasaran.


“Gue sama Lona cuma berteman, tidak lebih.” Jawab Fandi tersenyum pada Riko yang masih kebingungan.


“Okee Bro. Gue paham, saat ini lu memang masih berteman sama Lona. Tapi lu berniat ingin move on dari Jingga dan membuka hati untuk Lona kan?” Tanya Riko lagi seolah mengerti maksud Fandi.


“Gue gak pernah bilang mau move on. Dan gue juga gak berniat untuk membuka hati untuk Lona ataupun untuk wanita lain.” Jawab Fandi tenang.


“Lantas kedekatan lu sama Lona beberapa hari ini apa artinya bro?” Tanya Riko makin penasaran.


“Jadi lu masih belum move on bro?” Tanya Riko lagi.


“Buat apa gue move on Rik Gue ataupun Jingga juga tidak pernah mengucapkan kata putus. Itu artinya hubungan kami masih belum berakhir sampai sekarang.” Jawab Fandi menghembuskan nafasnya perlahan.


“Lona gadis yang baik bro. Dia juga cantik sama seperti Jingga.” Ujar Riko ragu-ragu.


“Rik, tidak ada wanita yang sama seperti Jingga. Dia sangat spesial Rik.” Fandi mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Riko.

__ADS_1


“Iyaa, gue tahu.” Balas Riko manyun.


“Tapi ada satu wanita yang hampir sama seperti Jingga. Heheheee..” Imbuh Fandi seraya tertawa kecil.


“Siapa bro?” Tanya Riko melongo.


“Ayang bebeb Novi.” Jawab Fandi usil menggoda Riko sembari menahan gelak tawanya.


“Ooh Novi!” Balas Riko sembari mengangguk-angguk pertanda mengerti.


“Apa??? Ayang bebeb Novi gue bro?” Tanya Riko membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan Fandi. Raut wajahnya seperti meminta penjelasan dari Fandi.


“Hahahaaa.. Iyaa Rik, Novi. Cantik, baik, polos dan setia.” Jawab Fandi sembari tertawa geli melihat ekspresi Riko.


“Hahahaaaa.. Novi beruntung sebentar lagi bertunangan dengan pria seperti lu bro.” Lagi-lagi Fandi menjawab dengan tertawa.


“Hahahaaaa.. Gue pikir lu benaran suka sama Novi gue bro.” Balas Riko ikut tertawa sembari meraangkul sahabatnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2