
Keesokkann harinya mereka pergi ke pantai bersama-sama. Riko membawa bola, karena mereka berencana akan main bola di tepi pantai. Kali ini semua pria kompak memakai celana pendek selutut dan kaos oblong, sedangkan wanita memakai celana pendek selutut dan tangtop untuk atasannya.
Mereka dibagi menjadi dua tim, tim Riko dan tim Jery. Didalam tim Riko ada Novi, Eka dan pacarnya Rio. Sedangkan di tim Jery ada Rani, Fandi dan juga Lona. Mereka bermain sepak bola dengan gembira. Beberapa kali Fandi terlihat tertawa saat bermain bersama teman-temannya.
‘Akhirnya lu bisa tertawa lepas bro.’ Batin Riko. Riko merasa senang karena Fandi tidak murung lagi. Riko merasa mengajak Lona untuk berlibur bersama mereka membuka jalan untuk Fandi bisa move on dari Jingga.
Sore harinya mereka basah-basahan di laut. Saat Fandi jatuh terbawa ombak, Lona dengan sigap menarik Fandi. Namun lagi-lagi Fandi teringat Jingga. Jingga pernah menolong Fandi saat tenggelam di kolam sekolah dulu. Dan saat itulah perasaan suka Fandi berkembang menjadi cinta.
“Fandi, kamu gak apa-apa?” Tanya Lona. Lona tampak khawatir melihat Fandi yang terduduk diam di tepi pantai setelah jatuh.
“Aku tidak apa-apa.” Jawab Fandi mencoba menahan sesak di dadanya. Ia berkali-kali menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan.
“Fandi, ada apa? Kamu bisa cerita. Mulai sekarang kamu bisa anggap aku temanmu.” Ujar Lona tersenyum dan mengarahkan jari kelingkingnya pada Fandi.
“Iya, mulai sekarang kamu temanku. Sama seperti yang lain.” Balas Fandi mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Lona.
__ADS_1
‘Saat ini aku memang hanya temanmu Fandi. Tapi nanti hubungan kita akan lebih dari sekedar teman.’ Batin Lona sembari melempar senyuman paling manisnya menatap Fandi.
Novi yang melihat mereka dari kejauhan merasa jengkel. Wajahnya cemberut dan Riko mulai menggodanya.
“Ayang bebeb kenapa?” Tanya Riko penasaran dengan Novi yang cemberut melihat kedekatan Fandi dan Lona.
“Bebeb Riko, aku kurang suka melihat Lona mendekati Fandi.” Ujar Novi pada Riko.
“Haaahhh? Bebeb Novi gak naksir sama Fandi kan?” Tanya Riko cemberut.
“Habisnya dari kemarin ayang bebeb kesal terus melihat kedekatan mereka.” Balas Riko masih cemberut.
“Iiihh.. Ayang bebeb Riko cemburu ya? Heheheeee..” Ledek Novi menggoda Riko dengan mata genitnya.
“Ya iyalah cemburu ayang bebeb. Ayang bebeb Novi kan hanya milik Riko seorang.” Balas Riko lagi berpangku tangan.
__ADS_1
“Tenang aja bebeb. Hati Novi sudah mentok ke ayang bebeb Riko. Heheheee..” Bisik Novi menggoda.
“Benar? “ Tanya Riko masih cemberut.
“Iya.” Jawab Novi.
“Terus kenapa ayang bebeb Novi selalu kesal melihat mereka dekat?” Tanya Riko penasaran.
“Jujur ya ayang bebeb, aku kurang suka sama pribadi Lona. Fandi itu sudah klop banget sama Jingga. Jadi hati aku gak terima aja kalau Fandi dekat sama perempuan selain Jingga.” Ujar Novi sembari memperhatikan Fandi dan Lona yang asyik tertawa.
“Biarin aja ayang bebeb! Biarin Fandi menjalani hidupnya. Dia pasti tahu yang terbaik untuk dia beb. Kita suport aja.” Balas Riko bijak.
“Iya sih ayang bebeb. Tapi Lona penampilannya selalu terbuka, pasti pergaulannya bebas. Nanti Fandi jadi terpengaruh.” Imbuh Novi mengernyitkan dahinya.
Riko dan Novi sibuk berbincang-bincang membicarakan kedekatan Fandi dan Lona. Sementara Fandi untuk sekejap mulai tertawa lepas saat bersama Lona.
__ADS_1
*****