Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 73


__ADS_3

Fandi, Jingga, Riko dan Novi turun dari mobil mereka. Semua siswa lain yang hadir melihat kedatangan mereka. Semua mata terlihat takjub melihat keanggunan Jingga. Betapa tidak seorang Queen angkatan mereka tampil begitu memukau. Fandi menggandeng tangan Jingga, beberapa dari mereka merasa iri melihat Fandi yang begitu beruntung berada di samping Jingga.


“Sayang, semua orang melihat ke arah kita. Aku merasa paling beruntung bisa bergandengan seperti ini denganmu.” Bisik Fandi. Jingga hanya tersenyum membalas pujian dari Fandi.


Sonya yang juga telah hadir memakai gaun berwarna maroon hanya menatap sinis dari kejauhan. Sedari tadi ia memperhatikan Fandi yang tengah asyik berjalan bergandengan tangan dengan Jingga. Sonya tampak kesal memperhatikan Fandi dan Jingga yang bermesraan.


‘Sok cantik! Lihat saja Jingga, aku tidak akan membiarkan kamu tersenyum terus seperti ini.’ Ujar Sonya dalam hatinya. Sonya menatap sinis penuh dendam pada Jingga yang sama sekali tidak berbuat apa-apa padanya.


Acara berlangsung dengan meriah. Pengisi acara hanya dari kelas 10 dan kelas 11, sedangkan kelas 12 hanya sebagai tamu spesial yang akan di suguhkan beberapa pertunjukan dari adik kelas mereka.


Namun di tengah-tengah acara MC meminta perwakilan dari kelas 12 naik ke panggung untuk memberikan satu persembahan. Semua kompak meminta Jingga. Jingga merasa tidak siap, karena begitu dadakan. Akhirnya Fandi membujuk Jingga dan ikut bersamanya naik ke panggung.


Fandi dan Jingga lalu menyanyikan lagu Cinta Mati.


Bagaimana caranya untuk agar kau mengerti bahwa aku cinta.

__ADS_1


Bagaimana cara untuk agar kau mengerti bahwa aku rindu.


Masihkah mungkin hatimu berkenan menerima hatiku untukmu.


Cintaku sedalam samudera setinggi langit di angkasa kepadamu.


Cintaku sebesar dunia seluas jagad raya ini kepadamu.


Fandi memetik gitar mengalunkan nada yang begitu indah, sedangkan Jingga bernyanyi dengan penuh penghayatan dan perasaan seolah mewakili perasaannya saat itu kepada Fandi.


Semua bersorak bertepuk tangan melihat persembahan dari mereka. Fandi dan Jingga yang baru pertama kali bernyanyi berduet tidak menyangka akan mendapat tepuk tangan yang meriah dari teman-temannya. Mereka kemudian turun dari panggung kembali duduk di kursinya.


Setelah selesai menyantap makan siang yang telah di sediakan oleh panitia acara. Fandi pergi ke toilet yang berada di dalam gedung belajar.


“Jingga, aku ke toilet sebentar. Kamu jangan kemana-mana, nanti hilang.” Bisik Fandi tersenyum manja. Jingga memanyunkan bibirnya, karena tak mau di tinggal Fandi.

__ADS_1


“Aku ikut.” Rengek Jingga.


“Aku cuma sebentar.” Balas Fandi mengusap puncak kepala Jingga.


Fandi kemudian berjalan memasuki gedung menuju toilet. Sonya yang melihat dari kejauhan bergegas mengikuti Fandi. Sonya sepertinya sudah menyiapkan rencana liciknya.


Fandi masuk ke dalam toilet dan tidak beberapa lama kemudian Sonya pun ikut masuk ke dalam toilet. Sonya duduk di depan wastafel menunggu Fandi yang masih di dalam.


“Sonya?” Fandi terkejut melihat Sonya yang telah berada di dalam toilet laki-laki.


“Fandi.” Balas Sonya.


“Kamu kenapa ada di toilet laki-laki?” Tanya Fandi keheranan.


“Tidak apa-apa Fandi. Aku cuma mau bicara empat mata sama kamu.” Jawab Sonya mendekati Fandi dan mulai membelai wajah Fandi.

__ADS_1


“Sonya kamu jangan macam-macam. Ini sekolah.” Ucap Fandi sedikit membentak.


*****


__ADS_2