Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 157


__ADS_3

Flashback (Jingga)


Beberapa bulan bekerja Jingga sudah mulai terbiasa. Jingga juga banyak membawa keuntungan bagi restoran Ferdinan. Secara tidak langsung banyak pengunjung yang datang minum hanya untuk sekedar melihat Jingga. Dan itu membuat omset restoran Ferdinan setiap bulannya bertambah.


Namun sekarang fisik Jingga mulai banyak di pertanyakan oleh rekan kerjanya. Perut Jingga mulai membuncit, karena Jingga masih mempertahankan kehamilannya. Meski ia belum memiliki suami, Jingga sama sekali tidak berniat untuk menggugurkan kandungannya yang makin hari makin membesar.


Suatu hari pegawai lain sudah banyak yang membicarakan tentang perubahan bentuk tubuh Jingga. Jingga di curigai sedang hamil. Berita itu sampai ke telinga Ferdinan. Sehingga Ferdinan memanggil Jingga ke ruangannya.


“Permisi pak. Apa bapak memanggil saya?” Jingga masuk ke dalam ruangan Ferdinan.


“Ayo duduk Jingga!” Ferdinan mempersilahkan Jingga untuk duduk di hadapannya.


“Begini.. Saya sudah mendengar berita tentang kamu. Sekarang kamu tolong jawab yang jujur, apa kamu benar sedang hamil?” Tanya Ferdinan memperhatikan bentuk perut Jingga yang tampak membesar.


Jingga menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan sebelum akhirnya menjawab kecurigaan Ferdinan.

__ADS_1


“Sebenarnya saya memang sedang mengandung pak. Tapi saya janji ini tidak akan berpengaruh pada pekerjaan saya pak.” Jawab Jingga meyakinkan Ferdinan kalau kehamilannya ini tidak akan mempengaruhi kinerjanya.


“Saya percaya kamu tidak akan lalai dalam bekerja. Tapi saya masih penasaran, kamu hamil anak siapa? Setahu saya kamu tidak dekat dengan siapapun disini.” Ferdinan masih tampak penasaran.


“Itu semua bagian dari masa lalu saya pak.” Jingga enggan menceritakannya pada Ferdinan. Jingga memilih untuk menyimpannya sendiri.


“Okee okee.. Saya paham, ini pasti perbuatan mantan pacarmu yang tidak bertanggung jawab.” Ujar Ferdinan mencibir.


“Semuanya tidak seperti yang bapak pikirkan. Saya permisi ingin kembali bekerja pak.” Jingga berbalik ingin meninggalkan ruangan Ferdinan.


“Tunggu Jingga.” Balas Ferdinan menghentikan Jingga.


“Kenapa kamu tidak terima saja tawaran saya?” Tanya Ferdinan tersenyum sinis.


“Maksud bapak?” Jingga tidak paham maksud perkataan Ferdinan.

__ADS_1


“Kamu menikah dengan saya, jadi istri kedua saya. Selain aibmu tertutupi, saya juga dapat keuntungan memiliki istri cantik, demi kemajuan usaha saya juga.” Jelas Ferdinan mulai mendekati Jingga.


“Sekali lagi saya mohon maaf pak. Saya lebih senang hidup sendiri tanpa pasangan.” Balas Jingga menggeleng.


“Kamu tidak akan menyesal bila menjadi istri saya. Saya akan memenuhi semua kebutuhan hidup kamu dan anak kamu tanpa perlu bekerja seperti sekarang ini. Anakmu akan mendapatkan status yang sama dengan anakku. Aku tidak akan membeda-bedakannya dengan anakku.” Bujuk Ferdinan mencoba meyakinkan Jingga.


“Saya tidak mau membahasnya lagi pak. Saya permisi.” Jingga berlalu keluar dari ruangan Ferdinan. Ferdinan tampak marah di tolak secara terang-terangan oleh Jingga.


‘Brengs*ek! Dasar pel*cur murahan! Sudah tidak perawan saja masih jual mahal. Lihat saja lu bakal menyesal sudah pernah menolak gua.” Umpat Ferdinan menepuk mejanya.


*****


Jingga bekerja dengan profesional. Mseki dalam kondisi hamil, Jingga masih terus mempertahankan kinerjanya. Sesuai instruksi dari Ferdinan, manajer memindahkan Jingga ke bagian gudang. Jingga sama sekali tidak mempermasalahkan di posisi mana ia di tempatkan. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana ia harus tetap bekerja keras demi kelangsungan hidupnya dan calon anaknya kelak.


Eejak perutnya mulai membesar, Jingga lebih sering mengelus perutnya dan sesekali mengajak calon bayinya bicara. Belum lahir pun Jingga sudah sangat menantikan kehadirannya. Bagi Jingga yang paling berharga baginya saat ini hanyalah calon anak yang sekarang masih menghuni rahimnya.

__ADS_1


“Sayang, kamu baik-baik di dalam nak. Temani mama bekerja ya..” Jingga mengajak bicara anaknya yang masih berada di dalam perut.


*****


__ADS_2