Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 68


__ADS_3

Akhirnya hari pengumuman kelulusan sudah tiba. Seperti biasa Fandi dan Jingga datang ke sekolah bersama menaiki motor Fandi.


Saat memasuki gerbang sekolah, mereka melihat sudah banyak yang datang. Di parkiran Fandi melihat Riko sedang bersama Novi, Rani dan Eka. Fandi dan Jingga kemudian menghampiri mereka.


“Rik.” Sapa Fandi berjalan mendekati teman-temannya.


“Heeii bro, lu udah datang?” Seru Riko menepuk pundak Fandi yang sudah berdiri di sampingnya.


“Haii beb, kamu fresh banget pagi ini.” Sapa Rani tersenyum pada Jingga.


“Kan kita mau lulus hari ini Ran.” Balas Jingga mantap. Jingga yakin jika mereka semua akan lulus.


“Aku suka gaya kamu beb. Kita harus optimis.” Timpal Eka merangkul pundak Jingga.


“By the way, pengumumannya kapan ya? Aku capek berdiri disini terus.” Ujar Novi memonyongkan bibirnya.


“Ayang bebeb kalau capek duduk disini saja.” Balas Riko menunjuk kap mobilnya.


“Iihh.. Ayang bebeb bisa aja.” Novi manggut-manggut manja.

__ADS_1


Bel berbunyi. Semua siswa terlihat mulai berbaris di lapangan upacara. Fandi, Jingga dan teman-temannya ikut berbaris. Setelah kepala sekolah memberi instruksi, kemudian mereka semua bubar dan berjalan menuju kelas masing-masing.


“Fandi, aku pusing.” Ucap Jingga memegangi keningnya.


“Kamu kelihatan pucat sayang. Habis ini kita berobat ke dokter ya?” Fandi terlihat khawatir melihat wajah Jingga yang pucat.


“Iya sayang.” Balas Jingga pelan.


Fandi kemudian mengantar Jingga ke kelasnya terlebih dahulu. Baru setelah itu ia bergegas masuk ke dalam kelasnya. Wali kelas masuk ke dalam kelasnya masing-masing, lalu membagikan amplop kepada masing-masing siswa. Fandi sengaja belum membuka amplopnya karena ia ingin membukanya bersama Jingga.


Fandi kemudian keluar dari kelasnya menuju kelas Jingga. Disana ia melihat Jingga juga belum membuka amplopnya.


“Belum Fandi. Aku mau membuka amplop ini bersama kamu.” Jawab Jingga tersenyum pada Fandi.


“Sama, aku juga mau membuka amplop ini bersama kamu.” Balas Fandi sambil menunjukkan amplopnya yang masih utuh.


“Ayo kita buka sama-sama!” Ajak Jingga antusias.


Akhirnya mereka membuka amplop mereka secara bersama-sama. Fandi dan Jingga terlihat sangat senang sekali, karena di dalam amplop ada sehelai kertas yang menyatakan kalau mereka LULUS. Mereka melompat kegirangan, seketika Fandi menggendong Jingga dengan satu tangannya. Mereka terlihat sangat gembira. Riko terharu melihat sahabatnya itu senang.

__ADS_1


“Selamat bro.” Ucap Riko menghampiri Fandi dan Jingga yang masih kegirangan.


“Terima kasih Rik. Lu juga lulus kan?” Balas Fandi seraya menurunkan Jingga dari gendongannya.


“Alhamdulillah gue lulus bro.” Seru Riko yang kemudian ikut melompat girang.


“Yeeeyy.. Kita semua lulus.” Ucap mereka serentak.


“Sekali lagi gue ucapin selamat bro. Akhirnya lu lulus dan dapatin Jingga juga. Awal sekolah disini lu menyukai dia dan akhir sekolah disini lu akan memiliki dia. Selamat ya bro!” Ujar Riko merangkul Fandi menariknya menjauh dari Jingga dan teman-temannya.


“Terima kasih bro. Lu adalah sahabat terbaik gue. Selalu mengerti gue dan paham betul bagaimana perjuangan gue selama ini.” Balas Fandi tersenyum pada Riko sahabatnya.


“Semoga lu selalu bahagia sama Jingga bro.” Riko kemudian memeluk Fandi. Fandi merasa terharu mendengar ucapan yang tak biasa dari sahabatnya itu.


“Ternyata lu bisa serius juga ya Rik?” Tanya Fandi mencairkan suasana haru antara mereka.


“Hahahaaaa... Ya iyalah bro! Gue kan juga manusia. Hahahaaa..” Riko kembali ke asalnya tertawa kocak.


*****

__ADS_1


__ADS_2