Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 53


__ADS_3

Pagi itu Fandi tidak lagi berangkat bersama Riko. Sekarang ia merasa sudah punya tanggung jawab untuk menjemput Jingga sang kekasihnya. Jingga sudah bersiap-siap di depan kosannya menunggu Fandi.


“Jingga.” Sahut Fandi.


“Pagi Fandi.” Jingga langsung naik ke motor Fandi. Fandi kemudian berbalik ke arah Jingga. Ia kemudian memasangkan helm untuk Jingga. Jingga tersenyum manja.


Jingga sudah tidak sungkan lagi memegang pinggang Fandi ketika berboncengan, karena memang sekarang mereka adalah sepasang kekasih.


Fandi dan Jingga memasuki gerbang sekolah dan semua mata melihat ke arah mereka. Riko dan teman-teman Jingga pun senyum-senyum penuh tanya melihat Fandi dan Jingga datang berdua. Ternyata Sonya juga melihat mereka.


“Ciiieee... Udah jadian ya bro?” Tanya Riko menggoda Fandi.


“Ayoo ke kelas!” Ajak Fandi. Fandi hanya tersenyum. Sesekali ia melirik Jingga yang sedang berjalan bersama teman-temannya.


“Pokoknya lu harus menepati janji lu sama gue bro.” Ujar Riko.


“Janji apaan?” Tanya Fandi bingung. Perasaan ia tidak pernah berjanji kepada Riko.

__ADS_1


“Cerita lu sama Jingga bisa sampai sedekat ini sama Jingga. Hehehehee..” Jawab Riko tertawa geli.


“Beres.” Balas Fandi.


Setelah mengantar Jingga dan teman-temannya ke kelas. Fandi dan Riko kemudian menuju kelas mereka. Hari itu Fandi begitu bersemangat belajar. Beberapa kali ia mengacungkan tangan untuk menjawab soal dari guru.


*****


Saat istirahat Riko menagih janjinya. Riko menuntut Fandi untuk menceritakan semua padanya.


Fandi mulai menceritakan kronologi mereka jadian kepada Riko. Kecuali yang terjadi saat mereka di wisma. Fandi lebih memilih menyimpan rahasia itu rapat-rapat. Ia sudah berjanji kepada Jingga bahwa kejadian malam itu tidak ada yang boleh mengetahuinya.


“Jingga, maaf aku telat Ayo kita ke kantin sekarang!” Ajak Fandi menarik tangan Jingga.


“Gak apa-apa kok.” Balas Jingga dengan senyuman.


Mereka kemudian berjalan menuju kantin. Di dalam kantin sudah ada Sonya. Sonya merasa sangat kesal melihat Fandi dan Jingga berjalan berduaan. Fandi memesan 2 mangkok mie rebus dan 2 es jeruk.

__ADS_1


“Jangan banyak-banyak sambalnya.” Jingga menahan tangan Fandi yang sedang menyendok sambal ingin memasukkan ke dalam mangkok mienya.


“Kenapa?” Tanya Fandi heran.


“Aku gak mau kamu nanti sakit perut.” Jawab Jingga tersenyumm


“Aduuhh.. Dunia berasa milik berdua. Dan kita ngontrak. Heheheee...” Ledek Eka yang kebetulan duduk di meja sebelahnya.


“Selamat ya Jingga dan Fandi, semoga kalian awet seperti aku dan bebeb Riko.” Celetuk Novi yang di sambut senyum sumringah Riko.


“Heheheheee..” Fandi dan Jingga kompak tertawa.


“Aku jadi iri. Huhuhuhuu..” Ujar Rani memonyongkan bibirnya.


“Benar kan yang aku bilang? Gak lama lagi mereka bakal jadian. Ternyata beneran jadian kan? Hahahaaa..” Timpal Eka lagi.


“Bro, gue ikut senang bro lihat lu happy kayak gini. Aduuh.. Dari dulu gue ingin banget lihat sohib gue ini punya kekasih. Setelah sekian lama akhirnya tercapai juga. Sama gadis pujaan hatinya pula.” Celoteh Riko yang kemudian terdiam, karena keceplosan bilang kalau Jingga itu adalah gadis pujaan hati Fandi.

__ADS_1


Jingga melirik Fandi. Ia tidak menyangka kalau Fandi benar-benar menyukainya dari dulu hingga Riko pun mengetahuinya. Jingga menyesal kenapa baru sekarang menyadari keberadaan Fandi.


*****


__ADS_2