
“Kenapa Jingga?” Tanya Fandi meminta penjelasan dari Jingga.
Jingga masih diam seribu bahasa. Jingga tampak bingung harus mulai dari mana untuk menjelaskan semuanya pada Fandi. Jingga menangis, sesak di dadanya sudah tidak tertahankan lagi. Jingga menangis terisak-isak. Fandi seketika menarik Jingga ke dalam pelukannya. Jingga makin larut dalam tangisannya. Ada banyak penyesalan dalam hati Jingga. Fandi makin erat mendekap Jingga. Ia tahu betul betapa menderitanya Jingga selama ini.
“Jingga, tidak apa-apa. Aku paham betul apa yang kamu alami selama ini. Aku tidak akan membiarkanmu mengalaminya lagi.” Ujar Fandi. Dalam sekejap Jingga berusaha meredam tangisnya perlahan-lahan. Jingga mengangkat kepalanya menatap Fandi. Tatapan mata Fandi masih sama seperti 6 tahun lalu. Tidak ada yang berubah dari tatapannya, masih ada cinta yang besar disana untuk dirinya.
“Fandi, kenapa?” Tanya Jingga dengan suara terisak.
“Karena aku masih sangat mencintaimu Jingga. Dan aku tahu kamu juga tidak pernah berhenti mencintaiku.” Jawab Fandi menggenggam tangan Jingga dengan erat.
“Aku tidak berhak lagi untuk cinta itu Fandi.” Jingga melepaskan genggaman Fandi. Kemudian memalingkan wajahnya membelakangi Fandi.
“Apa yang kamu katakan? Kamu sudah sangat menderita selama ini. Kamu mengandung, melahirkan dan membesarkan anak kita seorang diri. Aku tidak akan bisa memaafkan kebodohanku itu. Karena aku, kamu dan Dirga hidup seperti ini.” Jelas Fandi. Fandi selalu menyalahkan dirinya atas semua yang di alami Jingga dan Dirga.
“Tidak Fandi. Kamu tidak salah apa-apa. Itu murni salahku. Aku yang meninggalkanmu. Aku yang mengkhianati janji kita. Tentu aku yang harus menerima karmanya.” Jingga kembali terisak.
“Jingga, tolong jawab pertanyaanku! Kenapa kamu mempertahankan kehamilanmu?” Fandi kembali bertanya. Fandi yakin jawabannya karena Jingga sangat mencintainya.
__ADS_1
Jingga hanya diam. Dan Fandi mengerti arti dari diam Jingga.
“Kamu tidak perlu menjawabnya. Karena aku sendiri sudah tahu apa jawabannya.” Lanjut Fandi tersenyum. Jingga membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke arah Fandi.
“Fandi..” Suara Jingga terdengar parau.
Fandi kembali mendekap Jingga. Ia merasa tidak bisa menahan diri lagi. Rasanya ia ingin selalu memeluk wanita itu. Cintanya begitu besar kepada Jingga. Tidak pernah berkurang, malah semakin bertambah setelah mereka bertemu kembali.
“Jingga, maafkan aku. Aku penyebab hubungan kita jadi serumit ini.” Fandi berkali-kali menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi di antara mereka.
“Tidak Fandi. Ini bukan salahmu. Aku yang terlalu labil saat itu. Aku tidak memberi kesempatan padamu untuk menjelaskan kesalahpahaman itu. Aku juga tidak berusaha mencari tahu kenapa kamu tidak menghubungiku saat itu. Aku malah pergi disaat kamu terbaring di rumah sakit.” Ucap Jingga lirih. Jingga kembali mengingat kebodohannya dulu yang begitu mudah salah paham terhadap Fandi.
“Aku minta maaf Fandi.” Jingga membiarkan Fandi tetap menggenggam tangannya. Kali ini Jingga meminta maaf sembari menatap kedua mata Fandi dengan penuh perasaan. Jingga sangat menyesali semua yang terjadi di masa lalu.
“Aku sudah memaafkanmu. Apapun itu, aku akan selalu memaafkanmu.” Fandi masih tak berkedip menatap mata Jingga. Fandi merasakan Jingga juga masih sangat mencintainya.
“Kenapa kamu tak kembali setelah tahu kebenarannya?” Tiba-tiba pertanyaan Fandi membuat Jingga tersentak. Jingga melepaskan genggaman tangan Fandi.
__ADS_1
“Aku bertemu Sonya setelah aku menikah dengan pak Ferdinan.” Jawab Jingga sembari menghembuskan nafasnya.
“Tapi kamu tahu kan aku pasti akan menerimamu?” Balas Fandi mengernyitkan dahinya.
“Tidak semudah itu Fandi.” Ujar Jingga lirih. Jingga seperti tidak punya daya lagi untuk menjelaskan apa yang di alaminya pada Fandi.
“Coba jelaskan Jingga. Aku ingin mendengar semuanya.” Fandi meyakinkan Jingga agar Jingga mau terbuka menceritakan apa yang di alaminya selama ini.
“Aku berhutang pada pak Ferdinan. Sangat banyak. Dia adalah bosku.” Jingga berusaha menjelaskan kepada Fandi meski dengan suara tercekat.
“Lalu?” Tanya Fandi penasaran.
Akhirnya Jingga menceritakan semua yang di alaminya setelah pergi meninggalkan Fandi. Bagaimana ia hidup dengan memperjuangkan kehamilannya. Bagaimana ia menghadapi hinaan orang-orang hingga akhirnya terpaksa menikah dengan Ferdinan.
*****
Dear para pembaca setia novel "Cinta Pertama Yang Terakhir". Sekedar informasi, Bab selanjutnya akan menceritakan bagaimana kisah perjalanan hidup Jingga setelah ia meninggalkan Fandi.. Tapi sebelum Author melanjutkan kembali ceritanya, mohon dukungannya dulu 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan untuk karya Author ini dengan memberikan VOTE sebanyak-banyaknya, bisa berupa POIN atau KOIN agar Author semakin rajin untuk update cerita selanjutnya..
Terima kasih 😊