Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 98


__ADS_3

Setelah berkemas mereka semua bergegas menuju dermaga, karena kapal sebentar lagi akan meninggalkan pulau. Tapi Fandi tak melihat keberadaan Lona di antara teman-temannya yang lain.


“Lona mana Rik?” Tanya Fandi sibuk menoleh ke kiri ke kanan.


“Gak tahu bro. Gue belum lihat dia dari pagi.” Jawab Riko sambil berjalan menuju dermaga.


“Novi kamu lihat Lona gak? Kamu kan sekamar sama dia?” Rani ikut bertanya. Karena mereka tidak mungkin pergi tanpa Lona.


“Aku gak tahu, pagi-pagi sekali ia sudah keluar kamar rapi-rapi. Gak tahu mau kemana?” Jawab Novi dengan santai.


“Kapal kita sebentar lagi mau berangkat bro. Ayo cepat cari dia!” Timpal Rio.


“Iya, aku setuju. Mari cari Lona dulu. Kita gak mungkin pergi tanpa dia.” Sambung Eka.


“Tenang kawan! Satu atau beberapa orang saja yang mencari Lona, selebihnya tetap disini menunggu kapal.” Usul Jery.


“Gue setuju bro.” Balas Rio menyetujui usulan Jery.

__ADS_1


“Kalau begitu siapa yang pergi mencari Lona?” Tanya Rani bingung.


“Baik. Biar gue saja yang cari Lona.” Ujar Fandi meletakkan tasnya.


“Kalau gitu gue ikut lu bro.” Balas Riko ikut meletakkan tasnya.


“Gak usah Rik. Lu tetap disini. Biar gue sendiri yang cari Lona.” Seru Fandi mulai berbalik arah.


“Hati-hati bro.” Sahut Riko pada Fandi yang tengah berlari.


“Gue titip tas gue Rik.” Balas Fandi berteriak melambaikan tangannya pada teman-temannya.


*****


Setelah berjalan cukup lama. Fandi melihat Lona sedang mengipas-ngipas jagung yang sedang di bakar pada tungku pembakaran.


“Lona. Kamu kemana saja? Semua sedang menunggumu di dermaga, sebentar lagi boat kita akan sampai untuk menjemput kita semua.” Ujar Fandi mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari mencari Lona.

__ADS_1


“Maaf Fandi. Aku tadi mencari bapak yang menjual jagung bakar ini. Ternyata si bapak belum jualan. Aku tanya rumah si bapak ke orang-orang sini dan akhirnya aku datang ke rumahnya minta di bikinin jagung bakar. Karena terlalu sibuk aku sampai lupa kalau kita akan berangkat siang ini.” Lona menceritakan alasan kenapa ia berada disitu.


“Sekarang ayo ikut aku. Kita langsung ke dermaga!” Ajak Fandi.


“Tunggu.. Aku bungkus ini dulu. Aku sudah memesan banyak jagung untuk kita semua. Dan ini untuk kamu Fandi. Cobalah!” Lona menyodorkan jagung bakar yang telah di bumbui pada Fandi.


“Terima kasih Lona. Kamu membuat kami semua panik.” Balas Fandi seraya mengambil jagung dari tangan Lona.


“Ayo!” Seru Lona setelah membungkus semua jagung untuk teman-temannya yang lain.


“Fandi. Aku harap setelah ini hubungan kita bisa lebih dari sekedar teman.” Tiba-tiba Lona mulai lagi mengutarakan keinginannya.


“Lona, sudahlah. Jangan mulai lagi, kita nanti bisa terlambat.” Balas Fandi terus berjalan tanpa menoleh.


“Aku menyukai kamu Fandi. Mungkin aku sudah jatuh cinta.” Seketika Lona memeluk Fandi dari belakang sangat erat. Fandi mencoba melepaskan pelukan Lona, namun tangan Lona sangat erat memeluknya.


“Lona. Aku minta maaf. Tolong jangan membuat kita menjadi tontonan orang-orang!” Fandi melepaskan pelukan Lona dengan paksa.

__ADS_1


Fandi kembali melanjutkan langkah kakinya hingga akhirnya mereka sampai di dermaga. Semua teman-teman mereka panik menunggu mereka di atas kapal.


*****


__ADS_2