
Bak tersambar petir di siang bolong, Fandi masih terpaku diam menatap satu titik di depannya. Matanya tak berkedip. Jantungnya berdetak lebih cepat. Dadanya terasa sangat sesak. Bibirnya membeku tak bisa berkata lagi. Fandi mendapati kenyataan yang tidak pernah sebelumnya ia duga. Jingga wanita yang selalu ia perjuangkan, ternyata selama ini telah hidup bahagia tanpa sedikit pun memikirkannya.
‘Jingga, kenapa seperti ini jadinya? Ternyata ini balasan untuk cintaku yang amat besar kepadamu.’ Gumam Fandi dalam hatinya.
Hati Fandi luluh lantah hancur. Rasa kecewanya terlalu besar. Bertahun-tahun ia menjalani hidup dengan bayangan Jingga. Tak pernah sehari pun ia berhenti mencari dan memikirkan Jingga. Tapi ternyata Jingga malah hidup berbahagia dengan pria lain.
“Itu artinya anak gue Rik?” Tanya Fandi dengan suara yang tercekat.
“Sepertinya Jingga sudah lama menggugurkan anak kalian bro.” Jawab Riko menenangkan Fandi agar sabar menerima kenyataan.
“Kenapa gue tidak pernah percaya sekali pun Jingga akan melakukan itu? Seharusnya gue tahu dari awal Rik.” Fandi berkali-kali mengulangi ucapannya.
“Sabar bro! Gue tahu semua ini memang berat. Sekarang lu juga sudah menikah. Gue harap lu bisa menata hidup lu kembali dan memulai hidup yang baru bersama Laura istri lu. Ingat bro! Sekarang istri lu adalah Laura. Tidak akan sulit bagi lu untuk jatuh cinta lagi.” Riko mencoba menasehati Fandi.
“Iya Rik, gue tahu.” Balas Fandi tanpa ekspresi.
__ADS_1
Selesai menyeruput kopinya, Fandi meminta Riko untuk mengantarnya ke hotel. Selama perjalanan Fandi tak banyak bicara setelah mendengar kenyataan pahit dari Riko. Memang kedengarannya menyakitkan bagi Fandi, tapi itulah kenyataan yang harus ia terima. Jingga wanita yang selama ini terus ia tunggu, ternyata sudah menjadi istri orang kaya dan hidup bahagia.
*****
Fandi melangkahkan kakinya masuk ke lobbi hotel meninggalkan Riko yang telah mengantarnya. Fandi membawa barang-barangnya masuk ke dalam kamarnya. Fandi memilah kembali apa saja yang akan ia bawa besok. Fandi mengambil figura foto yang berisi potret kebersamaannya dan Jingga dulu.
“Jingga, kenapa semua jadi seperti ini? Semua terlihat tidak benar. Aku tahu kamu sudah menikahi pria lain. Aku tahu sekarang aku tidak berhak lagi memiliki perasaan ini, tapi tetap saja hati ini tidak bisa begitu saja membunuh cinta ini. Rasa yang bertahun-tahun sudah menghuni hati ini. Andai saja kamu memberi aku sedikit kesempatan.” Fandi berkali-kali mengusap foto Jingga.
Memang sangat berat bagi Fandi untuk melupakan Jingga yang sudah terlanjur menghuni relung hatinya selama bertahun-tahun.
“Itu siapa?” Tanya Laura penasaran. Laura mencondongkan tubuhnya ingin melihat foto siapa yang sedang di pegang oleh Fandi.
“Bukan urusanmu!” Jawab Fandi ketus.
“Itu pacar kamu?” Tanya Laura mengangkat alisnya.
__ADS_1
Fandi hanya diam sama sekali tak menoleh ke arah Laura. Laura hanya tersenyum berat melihat ekspresi Fandi. Fandi kembali merapikan barang-barangnya ke dalam tas.
“Kenapa putus?” Tanya Laura lagi. Fandi menghentikan kegiatannya, kali ini ia menoleh pada Laura.
“Bukan urusanmu!” Jawab Fandi lagi masih ketus.
“Okee, aku tahu! Dan aku yakin kekasihmu itu pasti menikah dengan pria kaya dan mencampakkanmu. Heheheee..” Balas Laura meledek Fandi. Laura menerka tanpa tahu kejadian sebenarnya. Fandi seketika mendekati Laura.
“Kamu benar? Dia mencampakkanku dan menikahi pria kaya. Apa bedanya dengan diriku saat ini?” Fandi menatap sinis Laura dengan matanya yang sudah mulai memerah.
“Aku bahkan tidak heran jika ada wanita yang mencampakkanmu! Yang membuatku heran kenapa ada wanita yang mau menjalin kasih dengan pria aneh sepertimu?” Lanjut Laura membalas tatapan sinis Fandi.
“Sekali lagi itu bukan urusanmu!” Fandi meninggalkan Laura dengan wajah kesalnya. Fandi mengambil pakaiannya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Malam itu Fandi dan Laura tak bicara lagi. Fandi memasukkan kembali foto Jingga ke dalam tasnya. Entah Fandi belum bisa move on atau sengaja menyembunyikannya agar tidak diketahui oleh Laura. Walau bagaimanapun saat itu Laura adalah istri sah Fandi. Fandi tidak mau Laura tahu jika ia masih tidak bisa melupakan masa lalunya.
__ADS_1
*****