
Fandi, Jingga, Riko, Novi, Rani dan Eka berjalan bersama. Mereka memutuskan untuk masuk ke kebun binatang. Di dalam kebun binatang, mereka melihat beaneka ragam binatang. Ada gajah, orang utan, rusa, monyet, harimau, beruang, buaya, beraneka macam burung dan masih banyak hewan lainnya.
Ketika sampai di kandang harimau, Jingga merasa takut. Harimaunya sangat agresif, apalagi melihat pengunjung yang begitu ramai di hari itu. Fandi mulai usil, ia mendekatkan tangannya pada kerangka besi kandang harimau. Seketika harimau berlari ke arah tangan Fandi dan mengaum. Untung saja Fandi lebih cekatan menarik tangannya, sehingga tidak sampai di mangsa harimau. Jingga yang melihat kejadian itu spontan memeluk Fandi. Tubuh Jingga gemetaran.
Semua orang spontan melihat ke arah mereka. Sebagian merasa iri menyaksikan kemesraan mereka berdua.
“Fandi!” Teriak Jingga seraya memeluk Fandi erat-erat. Tubuhnya gemetaran karena ketakutan. Jingga takut jika Fandi sampai di gigit oleh binatang buas itu.
“Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu takut. Aku baik-baik saja.” Bisik Fandi. Fandi mengelus lembut rambut Jingga. Sejujurnya ia juga terkejut melihat harimau yang dengan sigap melompat ke arahnya. Untung ia cepat tanggap menarik tangannya menjauh dari kandang harimau. Kalau tidak mungkin Fandi sudah kehilangan satu pergelangan tangannya.
“Fandi, kamu jangan seperti itu lagi!” Balas Jingga mencubit pinggang Fandi.
“Auuwww...” Fandi meringis kesakitan mengusap pinggangnya yang di cubit oleh Jingga.
“Makanya jangan usil.” Sahut Jingga berjalan meninggalkan Fandi di belakangnya.
Teman-teman mereka hanya tersenyum melihat tingkah Fandi dan Jingga. Jingga merasa capek, lalu memutuskan untuk duduk.
“Jingga, lihat kesini.” Seru Fandi memanggil Jingga agar menoleh. Seketika Fandi mengarahkan kameranya ke arah Jingga.
“Gak bagus. Aku maunya seperti ini.” Jingga lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Fandi dan mengarahkan kamera Fandi ke wajah mereka berdua lalu jepret.
“Ini baru bagus.” Jingga menyerahkan kamera Fandi dan kemudian kembali berjalan.
__ADS_1
“Jingga.” Sahut Fandi.
“Yaa.” Balas Jingga singkat.
“Kamu orangnya cemburuan gak?” Tanya Fandi.
“Kenapa?” Jingga balik bertanya.
“Jawab saja.” Balas Fandi.
“Tergantung.” Balas Jingga.
“Tergantung maksudnya?” Tanya Fandi tidak mengerti.
“Aku kurang mengerti maksud kamu.” Fandi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Maksud aku tergantung situasi aku saat itu. Kalau aku lagi sensi, aku pasti cemburu. Tapi kalau aku lagi gak sensi, pastinya gak cemburu.” Jawab Jingga menerangkan.
“Biasanya dulu bagaimana?” Tanya Fandi lagi.
“Aku belum pernah cemburu.” Balas Jingga santai.
“Saat lihat pacar kamu sama cewek lain pun kamu gak cemburu?” Tanya Fandi makin penasaran.
__ADS_1
“Dulu aku pernah memergoki kak Fiki sama cewek lain di mall. Aku gak cemburu! Malah aku jalan berpapasan sama dia dengan santai. Heheheee..” Jawab Jingga cengengesan.
“Ooh ya? Berarti waktu itu kamu juga ada di mall?” Tanya Fandi memastikan. Karena Fandi dan Riko pun saat itu juga berada di mall yang sama dengan Fiki. Dan sampai terlibat perkelahian dengan Fiki waktu itu.
“Iya, memangnya saat itu kamu juga ada di mall?” Jingga balik bertanya.
“Iya, aku sedang di mall bersama Riko. Dan juga melihat Fiki sama cewek lain. Malahan aku sama Fiki sempat berkelahi.” Jawab Fandi tenang.
“Kenapa kamu sama kak Fiki sampai berkelahi?” Tanya Jingga penasaran.
“Karena aku gak terima dia berselingkuh dari kamu.” Jawab Fandi. Seketika Jingga berhenti dari jalannya dan berbalik ke belakang. Jingga mendekati Fandi dan menatap mata Fandi.
“Kalau kamu melihat aku dengan laki-laki lain, apa kamu gak cemburu?” Kali ini Jingga yang bertanya kepada Fandi.
“Tentu saja aku cemburu. Sangat cemburu!” Jawab Fandi menunduk.
“Tapi kenapa kamu bisa menyembunyikan perasaanmu selama itu?” Tanya Jingga lagi.
“Karena aku tidak punya keberanian dan masih belum layak bersamamu.” Jawab Fandi mengangkat wajahnya menatap Jingga.
“Ooh.. Fandiku.” Seru Jingga tersenyum penuh cinta.
“Aku yang salah. Aku yang buta, karena tidak pernah berusaha untuk melihatmu selama ini.” Ucap Jingga memegangi wajah Fandi.
__ADS_1
*****