
Malam harinya mereka berkumpul di lahan kosong yang ada di belakang sekolah. Mereka membuat api unggun dan duduk mengelilinginya.
Beberapa ada yang memainkan gitar dan bernyanyi bersama. Karena hari itu adalah hari terakhir kegiatan MOS. Para senior menutup kegiatan dengan berkumpul bersama membuat api unggun.
Fandi masih merasa senang mengetahui bahwa Jingga yang menyelamatkannya saat tenggelam tadi. Ia tidak pernah membayangkan jika gadis pujaan hatinyalah yang menjadi penyelamatnya.
Malam itu terasa dingin bagi Fandi, karena insiden yang dialaminya sore tadi. Riko membuatkan Fandi teh jahe agar tubuhnya terasa hangat.
“Bro, ini gue bikinin lu teh jahe. biar anget!” Riko menyodorkan secangkir teh jahe. Fandi meneguknya sedikit demi sedikit. Ia merasakan sedikit lebih hangat.
“Terima kasih Rik. Lu emang sohib gue yang paling TOP!” Fandi memuji sahabatnya itu sambil mengacungkan salah satu jempolnya pada Riko. Riko tersenyum bangga karena merasa bermanfaat bagi sahabatnya.
“Udah bro! Lu gak usah memuji gue terus bro. Bisa-bisa nanti lubang hidung gue sebesar biji duren. Wkwkwkwkwk...” Riko tertawa gak karuan. Fandi ikut tertawa mendengar guyonan Riko meski terdengar garing.
__ADS_1
Rupanya Fiki yang kebetulan berada tak jauh dari mereka mulai mendekat.
“Sorry! Udah bisa gabung sama yang lain gak?” Fiki menegur mereka agar bergabung dengan siswa lain di perapian.
“Siap kak!” Jawab mereka serentak.
*****
Fandi dan Riko duduk bersama dengan yang lainnya. Ia mulai mencoba menikmati suasana malam itu, meskipun tadi ia sempat mengalami insiden yang tidak mengenakkan. Setelah itu para senior mengumunkan sesuatu.
“Kita di maafin gak?” Tanya Robi lagi setengah berteriak.
“Iiiyaaaa kak.” Mereka semua terkejut dan spontan menjawab serentak. Fandi dan Riko saling melirik.
__ADS_1
“Oke! Sekarang kita masuk ke acara puncaknya. Yaitu pemilihan King dan Queen.” Robi melanjutkan dan para senior kompak bersorak bertepuk tangan. Siswa baru ikut bertepuk tangan, meskipun agak terlambat. Robi lalu mempersilahkan panitia yang bertugas untuk melanjutkan.
“Baik. Aku ambil alih yaa..” Stella mantan Queen tahun lalu mulai mngambil alih untuk mengumumkan siapa yang terpilih.
“Aku Stella Queen tahun lalu mewakili Alfian King tahun lalu akan mengumumkan siswa dan siswi yang terpilih menjadi King dan Queen tahun ini.” Semua sudah tidak sabar mengetahuinya.
“Oke.. King tahun ini adalah Haris dari gugus 7 dan Queen kita adalah Jingga dari gugus 3” Stella mengumumkan dengan penuh semangat. Semua bersorak bertepuk tangan seolah setuju dengan pilihan itu.
Jingga dan Haris lalu maju ke tengah. Mereka berdua di haruskan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata. Haris terlihat sumringah, sedangkan Jingga hanya tersenyum berat. Sepertinya Jingga tidak begitu senang.
“Selamat untuk Haris dan Jingga. Biasanya gak lama lagi bakal jadian. Sama seperti tahun lalu aku dan Alfian.” Lanjut Stella sambil menempelkan bahunya di pundak Alfian. Haris yang mendengar ucapan Stella tersenyum kecil sambil melirik Jingga.
“Haahhhh..” Fandi mendengus merasa tidak rela membayangkan ucapan Stella menjadi kenyataan. Setelah malam ini ia tidak bisa leluasa memandang Jingga lagi. Karena mulai besok mereka akan belajar di kelas yang berbeda. Fandi di kelas 10A sedangkan Jingga di kelas 10C.
__ADS_1
*****