Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 107


__ADS_3

“Kenapa kalian semua tiba-tiba ingin melihat anakku?” ucap Zea.


“Apa aku tidak bisa melihat keponakanku?” tanya Zia.


“Ahh kakak kau bisa saja melihatnya kapan saja. Kau itu idolaku.” Ucap Zea. Zia pun tersenyum lalu menggandeng Zea menuju ruangan dokter kandungan.


Sekitar setengah jam mereka di sana, “Lihat kan mereka baik-baik saja kak. Kalian mengkhawatirkan sesuatu yang tidak ada.” Ucap Zea yang baru mengetahui bahwa ternyata dia hamil kembar dan tentu saja dia sangat bahagia mendengarnya sementara keluarga justru sedih karena mereka tidak menyangka akan mencoba membunuh dua janin sekaligus. Dua janin yang sudah memiliki rohnya.


“Iya kami mengkhawatirkan sesuatu yang tidak penting. Selamat untukmu! Emm,, tapi bisa gak kakak minta sesuatu padamu?” tanya Zia menahan kesedihannya.


“Kakak katakanlah apa yang ingin kau minta dariku. Jangan ragu! Aku pasti akan melakukan apapun yang kau minta selagi aku bisa.” Ucap Zea.


“Emm, bisa gak kamu melakukan pemeriksaan keseluruhan mumpung kita di sini.” Ucap Zia.


Zea pun memandang sang kakak dengan intens, “Ada apa kak? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Zea mulai takut.

__ADS_1


“Gak kok kakak hanya ingin memastikan bahwa,,” ucap Zia tidak bisa melanjutkan perkataannya.


“Kak kenapa kau memintaku melakukan pemeriksaan menyeluruh? Bukankah kita sama-sama tahu bahwa pemeriksaan menyeluruh akan membahayakan janin dan aku tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan kedua anakku kak. Mintalah yang lain jangan ini.” ucap Zea.


“Tapi hanya ini permintaan kakak.” Ucap Zia.


“Kenapa kau melakukan ini kak, apa kau tidak ingin melihat keponakanmu hadir di sini?” tanya Zea mulai menangis.


“Dek bukan seperti itu hanya saja,,”


Lian yang melihat sang istri menangis segera memeluknya, “Boo tolong minta kakak jangan menyuruhku melakukan itu. Aku tidak mungkin membunuh anak kita.” Ucap Zea menangis di pelukan sang suami.


“Tapi ini semua demi kebaikanmu.” Jawab Lian.


Zea yang mendengar ucapan suaminya segera melepas pelukan sang suami, “Apa kau juga menyetujui permintaan kakak? Apa semua ini sudah kalian rencanakan?” tanya Zea menatap sang suami dan seluruh keluarga yang ada di sana.

__ADS_1


“Sayang!” panggil Alya.


“Ma, apa kau juga mengetahui ini? Apa ini alasan kalian datang menemaniku memeriksakan kandunganku?” tanya Zea menatap sang mama.


“Nak, kami tidak mungkin melakukan ini tanpa alasannya.” Ucap Alya lembut.


“Apa alasannya? Apa karena penyakit jantung yang ku miliki?” tanya Zea yang membuat semua yang ada di sana kaget.


“Sayang apa kau sudah mengetahuinya?” tanya Lian.


Zea mengangguk, “Aku mengetahuinya sebulan yang lalu. Aku tahu resikonya tapi aku sudah memutuskan untuk mempertahankan kandunganku. Maka jangan pernah minta aku untuk melakukan pemeriksaan ini. Aku tidak akan mungkin membunuh anak-anakku sendiri. Hati ibu mana yang tega membunuh anak mereka. Aku mohon kepada kalian dengan sangat jangan memintaku melakukan ini.” ucap Zea menangis terisak-isak.


Lian yang melihat istrinya seperti itu segera memeluknya, “Kenapa tidak bilang?” tanya Lian.


“Karena jika aku mengatakannya aku sudah menduganya kalian pasti akan memintaku melakukan ini dan sekarang dugaanku benar. Kalian memaksaku melakukan sesuatu yang akan membunuh mereka.” Ucap Zea.

__ADS_1


__ADS_2