
“Sekarang katakan kenapa anda sangat ingin bekerja sama dengan ZP keripik?” tanya Zea saat mereka sudah duduk di sebuah restoran.
“Sudah saya katakan bahwa saya ingin memasarkan produkmu.” Jawab Lian.
“Huhh,, baiklah nanti akan Zea pikirkan.” jawab Zea sambil menghela nafas.
Lian pun hanya tersenyum melihat gerutuan Zea, entah kenapa dia sangat senang melihat gadis cantik di hadapannya itu kesal. Menurutnya Zea bertambah cantik saat dia sedang kesal da nasal kalian tahu saja Lian memang sudah jatuh cinta kepada Zea, dia sudah menyadarinya bahwa rasa sukanya kepada Zea adalah cinta. Untuk itulah dia akan melakukan apapun agar bisa meruntuhkan dinding yang sengaja dibuat Zea. Dia akan melakukan apapun agar gadis di hadapannya itu melihatnya.
Tiba-tiba ponsel Zea berdering, “Halo, Assalamu’alaikum kak! Ada apa menghubungiku?” tanya Zea.
“Wa’alaikumsalam. Kok kamu nanyanya gitu, apa kakak gak boleh menghubungimu. Baiklah jika begitu mulai sekarang kakak tidak akan menghubungimu.” Rajuk Zia.
“Ouh ayolah kak jangan merajuk kau kan tahu kau itu adalah panutanku.” Ucap Zea.
“Hahahh,, baiklah kakak percaya. Dek, kakak mengundangmu ke acara ulang tahun si kembar seminggu lagi. Kakak juga sudah menelpon papa dan mama. Ingat kau harus hadir.” Ucap Zia.
“Ouh, astaga aku sampai melupakan ulang tahun keponakanku. Maaf kak, sekarang aku harus menyiapkan hadiah untuk keponakanku.” Ucap Zea yang baru mengingat ulang tahun keponakannya.
“Gak apa-apa kok dek, kakak mengerti kamu kan sekarang sedang sibuk dengan proposalmu makanya kamu melupakan itu.” Ucap Zia.
“Kak, kau memang terbaik, kau paling mengerti aku. Tapi tetap saja aku merasa tidak becus menjadi aunty dari si kembar. Pokoknya aku harus memikirkan hadiah terbaik untuk mereka.” Ucap Zea.
“Ah, baiklah terserah padamu. Ohiya jangan sampai kelelahan, jika lelah istirahatlah. Kakak tidak ingin kamu jatuh sakit.” Pesan Zia.
“Iya, kakakku.” Jawab Zea.
Sambungan telepon pun segera berakhir, sementara Lian yang dari tadi mendengar percakapan Zea dan kakaknya merasa heran dengan sikap Zea yang bermanja-manja dengan kakaknya.
“Ada apa tuan menatapku seperti itu? Apa ada yang salah?” tanya Zea yang menyadari Lian menatapnya.
“Gak ada kok.” jawab Lian.
Zea pun hanya mengangguk lalu segera menghabiskan minumannya dan segera membayar.
“Sudah biar saya saja.” Ucap Lian segera membayar minuman mereka.
“Terima kasih. Lain kali akan ku traktir atau aku minta nomor rekeningnya nanti akan aku transfer. Zea tidak ingin memiliki hutang pada siapapun.” Ucap Zea.
“Saya tidak ingin memberikan nomor rekening tapi sepertinya menukar traktiran boleh juga.” Ucap Lian.
__ADS_1
“Terserahlah.” Ucap Zea segera berlalu dan menghidupkan sepeda motornya pergi. Lian pun hanya tersenyum melihat kepergian Zea karena selalu saja seperti itu gadis itu tidak pernah ingin di antar dan selalu meninggalkannya seperti itu.
***
Seminggu kemudian, akhirnya kini tiba acara ulang tahun si kembar yang di adakan di kediaman Pras dan Zia. Semua keluarga berkumpul untuk merayakan ulang tahun si kembar yang kini sudah bisa memanggil semua anggota keluarga dan sudah bisa berjalan. Pertumbuhan si kembar memang sangat cepat karena Pras memastikan bahwa kedua anaknya itu mendapatkan nutrisi yang baik.
“Aduh, keponakan aunty sangat tampan dan cantik.” Puji Rasti.
“Iya dong aunty.” Jawab Celine yang kini sedang memangku Zayyah.
Semua berbahagia menyambut perayaan ulang tahun si kembar. Tiba-tiba, “Mohon maaf semuanya! Apa bisa Zia meminta perhatiannya sebentar.” Izin Zia.
Semua orang pun menatap Zia tidak lupa juga dengan Pras, “Ada apa baby?” tanya Pras segera mendekati Zia.
Zia pun hanya tersenyum dan segera memberi kode kepada seseorang dan kini terlihatlah sebuah layar dan di sana tertulis sebuah kata “Hai!”. Pras pun menatap Zia kembali seolah-olah bertanya apa yang sedang terjadi tapi lagi-lagi Zia hanya tersenyum. Zia pun memberikan kode kembali dan kini terlihatlah sebuah video, semua keluarga pun fokus melihat video itu.
Saat sudah selesai Pras segera menatap Zia dan tidak lupa ke perut Zia, “Baby! Apa aku,,” tanya Pras yang kini sudah terharu.
Zia pun segera mengangguk dan memeluk suaminya itu, “Iya, kau akan menjadi ayah lagi.” Bisik Zia.
Pras pun segera memeluk Zia erat, “Sungguh? Apa aku akan menjadi ayah lagi?” tanya Pras masih tidak percaya. Zia pun hanya mengangguk, Pras pun segera memeluk kembali istrinya sambil membisikkan terima kasih berulang kali.
“Selamat nak!” ucap Alya dan Celine.
“Cie, si kembar akan memiliki adik lagi.” Ucap Rasti sambil menoel pipi kedua bayi itu dan mereka hanya merespon dengan senyuman.
“Cie, apa kalian suka memiliki adik?” tanya Zea yang melihat kedua bayi mungil itu yang tersenyum.
Acara itu pun berjalan lancar dan semua keluarga sangat bahagia karena mereka juga mendapatkan kabar baik atas kehamilan Zia.
***
Malam harinya, Kini Pras sedang membaca hasil pemeriksaan Zia dan foto USG di tangannya. Dia sudah membaca itu berulang kali, “Honey, apa kau tidak lelah membaca itu berulang kali?” tanya Zia pasalnya suaminya itu sudah membaca itu sejak magrib tadi dan kini sudah selesai isya masih saja tetap membacanya seolah-olah hasil pemeriksaan itu akan berubah isinya jika dia tidak membacanya. Dia hanya meletakkan surat itu hanya saat sholat isya.
“Baby, aku sangat bahagia. Terima kasih sudah memberiku kenangan bagaimana merasakan bahagia mendengar kehamilan istri kita.” Ucap Pras.
Zia pun hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya itu dan segera ikut bersama suaminya di ranjang, “Aku janji akan menjaga kalian dengan sangat baik. Aku tidak ingin melewatkan apapun untuk ini. Aku tidak ingin kejadian yang terjadi pada si kembar terjadi lagi.” Ucap Pras segera memeluk Zia.
“Sudahlah lupakan semua tentang si kembar. Bukankah kini mereka adalah anak-anakmu yang paling kau sayangi. Mereka pasti bangga memiliki ayah sepertimu. Jadi lupakan kenangan pahit itu, mari kita lalui hidup ini dengan bahagia.” Ucap Zia.
__ADS_1
“Iya aku janji akan membahagiakan kalian. Terima kasih atas semua kemurahan hatimu.” Ucap Pras.
Setelah itu pun mereka segera istirahat tapi sebelum itu mereka membawa si kembar ikut tidur bersama.
***
“Van, ada yang ingin kakek bicarakan padamu.” Ucap George menatap cucunya.
“Iya ada apa kek?” tanya Lian.
“Van, kakek berencana menjodohkanmu dengan anak teman ayahmu. Kamu juga sudah mengenalnya karena kalian sedang bekerja sama saat ini. Jadi bisakah kau menerima perjodohan ini, perjodohan ini sudah di atur oleh ayahmu saat kau masih kecil dulu.” Ucap George.
“Perjodohan kek? Apa kakek tidak bercanda? Apa iya zaman sekarang masih ada perjodohan? Aku tidak percaya ini.” ucap Lian tertawa.
“Tapi itu benar nak. Kalian sudah dijodohkan sejak kecil.” Jawab Georga serius.
“Huh, jadi sepertinya ini memang benar, tapi kek aku ingin menolak perjodohan ini. Aku sudah memiliki gadis pilihanku sendiri. Lagian papi yang menjodohkanku dengan mereka tapi bukankah saat ini papi dan mami sudah tiada. Jadi aku merasa perjodohan itu pun batal.” Ucap Lian.
George sudah menduga akan seperti ini respon cucunya, “Tapi nak apa kau tidak ingin mewujudkan keinginan papimu?” tanya George.
“Ouh ayolah kek, jangan gunakan papi dan mami untuk mengancamku. Kau tahu kan aku tidak suka di paksa.” Ucap Lian segera pergi meninggalkan kakeknya sendiri.
George pun hanya bisa menghela nafas melihat itu.
“Perjodohan sejak kecil? Hahahah, lelucon macam apa itu?” gumam Lian begitu tiba di kamarnya.
*
*
Happy reading guys !!😊
Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊
Mohon maaf jika ada typo guys !!🙏🏻😉
Mohon mampir di novel author yang berjudul “Di Kala Cinta Menyapa”. Tinggalkan jejak ya, author tunggu. Heheheheh
🙏🏻😉😁
__ADS_1