
Singkat cerita, kini Lian dan Zea sudah tiba di Negara N, mereka pun segera menuju hotel yang sudah di persiapkan oleh George. Mereka sudah di sambut oleh pengawal yang di tugaskan George untuk memandu mereka selama di sini. Tidak lama mereka sudah tiba di hotel.
“Kau lelah sayang?” tanya Lian.
Zea pun mengangguk, “Ya sudah sana bersih-bersih dulu nanti itu istirahat tapi kita qada sholat dulu yaa.” Ucap Lian.
Zea pun mengangguk lalu segera menuju kamar mandi di kamar hotel itu dan membersihkan diri. Dia bahkan melupakan pakaian gantinya, “Ahh,, masa iya aku keluar dengan hanya memakai handuk ini.” gumam Zea.
“Sayang, apa kamu sudah selesai?” tanya Lian dari luar.
“Tunggu, sebentar lagi.” Jawab Zea.
Lian pun di luar hanya tersenyum karena dia mengetahui bahwa istrinya itu melupakan pakaian gantinya, “Sayang, beneran belum selesai?” tanya Lian lagi.
“Ahh,, sudah selesai kak. Tapi kak bisa gak ambilkan pakaian ganti Zea?” pinta Zea dari dalam.
__ADS_1
“Hmm makanya buka pintunya sayang.” ucap Lian.
Zea pun membuka pintunya sedikit sambil mengeluarkan tangannya, “Mana kak?” pintanya.
Lian pun hanya tersenyum, “Kenapa malu sih sayang, ayo buka pintunya dengan lebar. Aku ini suamimu loh.” Goda Lian.
“Ouh ayolah kak jangan menggodaku. Aku belum siap jika harus di lihat oleh kakak. Ayo berikan pakaiannya, aku mohon! Lagian kita juga masih harus sholat dulu kan.” Ucap Zea.
“Baiklah, tapi bolehlah lihat sedikit sayang. Berbaik hatilah pada suamimu ini.” ucap Lian lalu memberikan pakaian untuk istrinya itu.
Zea yang merasa pakaian sudah ada di tangannya pun segera memasukkan kembali tangannya tapi di tahan oleh Lian, “Ouh ayolah kakak, apa kau ingin istrimu ini kedinginan.” Ucap Zea.
Tiba-tiba Zea merasa malu karena suaminya itu memberikan pakain lengkap dengan pakaian dalamnya, “Ahhh malunya!” ucap Zea.
“Sayang, apa kamu mengatakan sesuatu?” tanya Lian dari luar.
__ADS_1
“Gak ada!” ucap Zea segera keluar dengan pakaiannya dan handuk yang menutupi kepalanya karena Lian tidak memberikan hijab kepadanya.
Lian pun tersenyum menatap istrinya itu, “Kenapa di tutup sih sayang?” ucap Lian segera mendekati Zea.
“Kakak jangan aneh-aneh Zea udah wudhu loh.” Ucap Zea menghindari suaminya.
“Gak apa-apa sayang nanti wudhu lagi.” Timpal Lian.
“Hmm,, kakak lebih baik kau sekarang cepat mandi agar kita bisa segera sholat. Aku sudah lapar sayang.” ucap Zea.
Lian yang mendengar sebutan sayang dari istrinya itu berbinar, “Baiklah aku akan segera mandi. Tunggu di sini yaa sayang.” ucap Lian segera menuju kamar mandi.
“Huh, suami siapa itu? Kenapa kak Lian menjadi seperti itu?” ucap Zea menggelengkan kepalanya.
Zea pun segera menyisir rambutnya dan segera mengambil hijab dan memakainya lalu dia segera menyiapkan alat sholat untuk mereka berdua. Tidak lupa dia juga mengambilkan pakaian untuk suaminya.
__ADS_1
Kini mereka sudah di restoran untuk mengisi perut mereka dan jalan-jalan sedikit menikmati keindahan sore kota itu. Saat sudah menunjukkan magrib mereka segera menuju kamar hotel mereka untuk menunaikan sholat.
Setelah itu Zea segera mengatur pakaian mereka ke lemari yang di sediakan di kamar mereka itu. Lian juga membantu istrinya itu.