Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 28


__ADS_3

Sebulan berlalu, rumah tangga Zia dan Pras berjalan dengan sangat harmonis dan bahagia. Pras semakin hari semakin mencintai Zia. Seminggu yang lalu mereka juga mengunjungi keluarga Zia. Untuk pertama kalinya Zia menginjakkan kakinya ke rumahnya setelah setahun dia pergi dari rumah.


“Halo, Assalamu’alaikum honey!” sapa Zia.


“Wa’alaikumsalam. Baby boleh gak kamu datang ke kantor.” Pinta Pras manja.


“Ada apa?” tanya Zia.


“Aku merindukanmu.” Ucap Pras jujur.


“Ouh astaga, jadi honey menyuruhku kesana hanya karena itu? Aku pikir kenapa.” Ucap Zia tersenyum.


“Baby, sungguh aku sangat merindukanmu. Aku mohon kau datanglah kesini.” Pinta Pras.


“Hmm,, bagaimana yaa? Nanti deh Zia pikir-pikir dulu.” Goda Zia.


“Ouh ayolah sayang.” Bujuk Pras.


“Baiklah, nanti Zia kesana.” Ucap Zia.


“Beneran ya? Abang tunggu!” ucap Pras.


“Huummm..” jawab Zia.


Sambungan telepon itu pun berakhir setelah mereka berbincang cukup lama. Setelah itu Zia segera bergegas bersiap-siap. Tapi sebelum itu dia memeriksa Zayyan dan Zayyah terlebih dahulu. Ratna sudah menjadi asisten yang menjaga kedua anak itu, karena Zia hanya mempercayainya.


***


“Kakak ipar!” panggil Rasti begitu masuk.


“Kau disini?” tanya Zia begitu turun dari lantai dua.


“Iya, aku merindukanmu.” Ucap Rasti segera memeluk Zia.


“Kakak juga merindukanmu.” Balas Zia memeluk Rasti.


“Jika kau merindukanku, kau pasti datang kak. Aku jadi dilupakan setelah kau menikah.” Rajuk Rasti.


Zia hanya tersenyum melihat itu, “Apa kau tahu kenapa aku tidak mengunjungimu?” tanya Zia.


“Huhh, aku tahu pasti karena kakak posesifku itu.” Ucap Rasti. Seketika mereka berdua tertawa.


“Kak, kau mau kemana?” tanya Rasti begitu pakaian Zia seperti akan pergi.


“Aku akan ke kantor kakakmu.” Jawab Zia.


“Ah, apa dia menyuruhmu ke kesana?” tanya Rasti dan Zia hanya mengangguk.


“Ouh May God, sepertinya dia memang hanya ingin kau jadi miliknya saja kak.” Ucap Rasti, Zia hanya tersenyum menanggapinya.


Rasti pun akhirnya ikut bersama Zia ke kantor.


***


Kini mereka sudah tiba di perusahaan.


“Apa kakak ada didalam? Ah, maksud saya tuan Pras.” tanya Rasti kepada resepsionis.


“Tuan Pras ada di dalam nona.” Jawab resepsionis itu tersenyum kepada Rasti dan Zia.


Tiba-tiba, “Baby kau sudah tiba?” ucap Pras. Zia pun hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya. Pras pun segera menggandeng Zia tanpa mempedulikan Rasti bahkan seolah-olah Rasti tidak terlihat.


Rasti pun hanya bisa menghela nafasnya dan langsung mengikuti kakaknya itu.

__ADS_1


Para karyawan yang ada disana hanya bisa terdiam melihat sikap Pras yang sangat lembut kepada Zia.


“Apa itu presdir kita? Aku gak salah lihat kan bahwa dia tersenyum?”


“Iya kau benar. sepertinya presdir kita itu sangat mencintai istrinya.”


“Bagaimana tidak coba? Istrinya aja sangat cantik begitu.”


“Bukan hanya cantik tapi sholehah juga.”


“Benar-benar paket komplit.”


Dan banyak lagi cerita lainnya. Zia memang baru pertama kali itu datang ke perusahaan Mahendra maka dari itu Pras langusng turun begitu melihat istrinya tiba.


***


“Kakak, apa aku tidak terlihat olehmu?” tanya Rasti kesal begitu tiba di ruangan Pras.


“Apa kau ikut?” tanya Pras balik.


“Ouh May God, apa salahku ya tuhan hingga aku sampai memiliki kakak seperti dia.” Sindir Rasti.


“Bagaimana aku bisa melihatmu? Jika kau tertutupi oleh kecantikan istriku ini. Jangan salahkan aku tidak melihatmu.” Balas Pras.


Zia pun hanya tersenyum, “Kakak ipar lihatlah! Mentang-mentang kau sekarang sudah jadi istrinya dia tidak mempedulikan lagi apa yang disekitarnya bahkan dia melupakanku. Padahal jika aku tidak memaksamu ikut denganku saat itu maka dia pasti tidak akan menemukanmu. Aku benci kau kak.” Ucap Rasti kesal.


“Hey, kau itu jangan mengungkit masa lalu. Bukankah aku sudah memberikan apa yang kau inginkan.” Ucap Pras.


“Itu kurang.” Jawab Rasti.


“Dasar!” ucap Pras.


Zia pun hanya mengamati pertengkaran kedua kakak beradik itu sambil makan buah yang ada dihadapannya, “Kakak ipar!” Ucap Rasti mengadu.


“Kak sebelum dia menjadi istrimu, dia itu kakakku.” Ucap Rasti tidak mau mengalah.


Perdebatan itu pun terus berlanjut, “Honey, apa kalian tidak lelah berdebat. Aku yang mendengarnya saja kupingku sudah sakit.” Ucap Zia.


“Baby, apa kupingmu sangat sakit? Ayo kita ke dokter!” ajak Pras segera menggandeng Zia.


“Ouh God.” Ucap Zia melepaskan gandengan suaminya. “Honey, tidak bisakah kalian jangan berdebat setiap bertemu?” tanya Zia.


“Bisa sayang.” Jawab Pras.


“Sudahlah, ayo kita makan.” Ajak Zia sambil membuka makanan yang tadi dia bawa.


“Ini semua gara-gara kamu.” Ucap Pras menyalahkan adiknya.


“Ini semua salah kakak.” Ucap Rasti tidak mau juga disalahkan.


“Hmm,,” Zia berdehem lalu menatap tajam Pras dan Rasti.


Kedua kakak beradik itu seketika diam dan langsung menunduk dan mengambil makanan yang telah disediakan Zia.


***


Kini Zia sedang melakukan berkas untuk memulai praktik di rumah sakit.


“Apa semua berkasnya sudah selesai baby?” tanya Pras lalu menarik Zia ke pangkuannya.


“Iya, semua sudah siap. Makasih sudah mengizinkan aku bekerja.” Ucap Zia mengalungkan tangannya dileher Pras.


Pras pun mengeratkan pelukannya di pinggang istrinya, “Sebenarnya aku tidak rela wajah cantik istriku dilihat prang lain, tapi karena ini adalah cita-citamu aku pasti akan melakukan apapun untuk membuatmu meraihnya.” Jawab Pras.

__ADS_1


“Ouh, ayolah.” Ucap Zia tertawa.


“Jangan tertawa begitu jika diluar sayang. Aku tidak rela tawa cantik istriku ini terlihat orang lain.” Ucap Pras.


“Apa lebih baik aku diam saja. Aku akan menjadi kulkas saja jika begitu.” Ucap Zia tersenyum.


“Tapi itu akan lebih menarik lagi sayang. Asal kau tahu saja kami kaum pria itu lebih suka wanita dingin.” Ucap Pras jujur.


“Sungguh?” tanya Zia.


Pras pun mengangguk, “Mereka memiliki daya tarik sendiri sayang, sepertimu.” Ucap Pras mengecup bibir Zia sekilas karena bibir cantik itu menggodanya.


“Honey!” ucap Zia kaget lalu menutup mulutnya.


Pras pun hanya tertawa melihatnya, “ Manis sayang. Sangat manis.” Ucap Pras.


Zia pun segera berdiri dari pangkuan suaminya, “Baby kau mau kemana?” tanya Pras menyusul istrinya.


“Aku mau melihat si kembar dulu.” Jawab Zia tertawa lari dari kamar dan menuju kamar si kembar. Pras yang melihatnya hanya bisa tersenyum, “Masih aja malu.” Ucap Pras.


***


“Honey!” panggil Zia yang saat ini tengah berbaring di tangan suaminya.


“Humm,,” jawab Pras karena dia sedang melihat saham perusahaannya.


“Apa honey ingin memiliki anak lagi?” tanya Zia tiba-tiba.


Pras pun menghentikan aktivitasnya melihat ponsel dan langsung memandang istrinya, “Anak? Kenapa bertanya begitu?” tanya Pras balik.


“Gak, Zia hanya ingin bertanya aja.” Jawab Zia.


“Bicara mengenai anak, siapa sih yang tidak ingin memiliki anak. Aku juga ingin memilikinya tapi jika kau tidak ingin memiliki anak lagi atau tidak bisa hamil lagi gak apa-apa sayang. Kita kan sudah memiliki si kembar jadi jangan pikirkan itu lagi.” Ucap Pras.


“Beneran gak apa-apa jika aku tidak hamil lagi?” tanya zia.


“Iya baby. Jangan pikirkan apapun. Jika nanti kau tidak bisa hami lagi gak apa-apa kok. Lagian kita juga sudah memiliki si kembar dan langsung laki-laki dan perempuan. Jadi sudah komplit sayang.” Ucap Pras mengecup kening Zia.


“Terima kasih. Tapi jika aku bisa hamil lagi, honey ingin memiliki anak apa?” tanya Zia.


“Aku lebih ingin anak laki-laki karena aku ingin Zayyah jadi satu-satunya putriku dan dijaga oleh kakak dan adik laki-lakinya. Tapi jika perempuan pun gak apa-apa juga.” Ucap Pras tersenyum.


“Hmm,, apa honey ingin Zayyah dikekang oleh saudara laki-lakinya. Sifat posesifmu saja sudah menurun kepada Zayyan. Aku yakin jika nanti aku memiliki anak laki-laki lagi, kasihan Zayyah. Dia pasti akan sangat dikekang oleh mereka.” Ucap Zia tertawa.


“Bukan di kekang sayang, tapi mereka menjaganya.” Ucap Pras.


“Hmm,,” gumam Zia.


“Sudahlah jangan bahas itu. Lagian si kembar juga masih kecil kan. Kita fokus dulu kepada si kembar. Jangan pikirkan hal-hal lain.” Ucap Pras mengecup kening Zia lagi.


Zia pun hanya diam sambil mengeratkan pelukannya, “Baby!” panggil Pras. Zia pun menatap kedua manik suaminya itu dan langsung mengerti. Akhirnya terjadilah malam yang panjang bagi pasangan suami istri itu.


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊


Mohon maaf jika ada typo guys !!🙏🏻😉


Mohon mampir di novel author yang berjudul “Di Kala Cinta Menyapa”. Tinggalkan jejak ya, author tunggu. Heheheheh

__ADS_1


🙏🏻🥺😉


__ADS_2