
“Maaf nyonya jika kalian tidak setuju maka kami akan berpisah.” Ucap Shani.
Zia dan Rasti pun seketika tertawa, “Hahah,, kalian lucu sekali.” Ucap Rasti masih tertawa hingga membuat ke empat orang itu saling menatap bingung.
“Apa kalian pikir kami sejahat itu memisahkan orang yang saling mencintai.” Ucap Zia.
“Jadi maksud nyonya?” tanya Reno antusias.
“Dasar bodoh tentu saja kakak ipar merestui kalian dan kami juga merestui kalian.” Pukul Faris kepada asistennya itu.
“Wah sepertinya selain pesta pernikahan kak Rasti dan kak Faris akan ada dua pesta lagi nih.” Timpal Zea.
“Bukan dua nyonya Zea tapi tiga.” Ucap Hans dari sofa hingga membuat Pras dan Lian yang di sampingnya menatap Hans.
“Emang kekasihmu itu akan segera pulang dan sudah menyetujui menikahimu?” tanya Pras yang memang tahu asistennya itu sedang LDR dengan kekasihnya.
“Tentu saja tuan bahkan aku sudah melamarnya.” Ucap Hans menunjukkan jarinya yang terpasang cincin kepada semua orang.
__ADS_1
“Wah gercep juga kau.” Puji Zia.
“Tentu saja nyonya. Saya tidak ingin seperti tuan yang bahkan menemukan nyonya saja lama.” Balas Hans yang langsung mendapat tatapan tajam dari Pras.
“Gak usah menatap Hans begitu deh by. Apa yang dia ucapkan benar kok.” bela Zia. Pras pun hanya bisa merajuk.
“Emm baiklah di putuskan begitu saja. Kalian juga cepatlah menentukan tanggal pernikahan.” Ucap Zia menatap ke empat orang itu.
“Eehh tapi kalian harus menikah nanti setelah aku dan suamiku mengadakan pesta pernikahan kami. Kalian gak boleh mendahului kami.” Lanjut Rasti kemudian.
“Kalian di larang bermesraan di depanku karena calon istriku belum ada di sini.” Ucap Hans.
“Itu deritamu.” Ucap Lian lalu segera mendekati Zea dan mengecup keningnya. Begitu juga dengan Pras dan Faris yang mendekati istri mereka masing dan memeluknya mereka dari samping hingga Hans hanya bisa mendengus kesal.
“Tunggu saja calon istriku tiba di sini.” Ucap Hans kesal yang membuat semua orang di dalam sana tertawa.
***
__ADS_1
Setelah tiga hari yang lalu terjadi kehebohan di ruangan perawatan Zea yang ternyata asisten mereka saling berhubungan. Kedua pasang asisten itu pun semakin dekat dan tidak lagi menyembunyikan hubungan mereka di hadapan tuan atau nyonya mereka. Hans juga kemarin membawa calon istrinya menjenguk Zea dan memperkenalkannya kepada Zia dan Pras.
Faris dan Rasti pun sudah mulai mempersiapkan untuk pesta pernikahan mereka yang akan di lakukan sepuluh hari lagi karena memastikan bahwa luka operasi Zea sudah pulih dan bisa hadir di pesta pernikahan mereka.
“Suamiku, aku tidak menyangka bahwa asisten kita memiliki hubungan seperti itu.” ucap Rasti saat kini mereka hanya berdua di kamar mereka di kediaman yang ada di dekat kediaman Pras dan Zia.
“Aku juga gak menduga tapi mungkin itulah jodohnya.” Jawab Faris.
“Tapi sejak kapan mereka dekat kok mereka bisa menutupinya dengan rapat dari kita?” tanya Rasti sambil menyentuh wajah sang suami.
“Seperti jika untuk Reno dan Shani sepertinya mereka dekat saat kau pergi karena Reno dan Shani saling menghubungi untuk melaporkan kegiatanmu. Tapi jika untuk Alan dan Gaby aku juga gak mengerti sejak kapan mereka dekat.” Jawab Faris.
“Yaa mungkin memang sudah jodohnya.” Ucap Rasti.
“Sudahlah jangan bahas mereka, lebih baik sekarang kita membahas bagaimana agar Faris junior segera hadir. Aku iri sayang melihat putra kembar Lian.” Ucap Faris lalu langsung mencium bibir sang istri.
Rasti pun hanya menyambut ciuman itu karena dia juga memang ingin segera memiliki anak dan terjadilah proses Faris junior malam itu entah untuk ke berapa kalinya.
__ADS_1