
Tidak terasa hari ini pernikahan Zea dan Rasti akan diadakan. Semua keluarga sudah tiba di hotel tempat pernikahan Zea dan Lian di adakan.
Zea sudah mulai melakukan make up sejak setengah jam yang yang lalu karena pernikahan mereka akan di adakan pukul 09.00 pagi setelah itu dilanjutkan dengan resepsinya yang akan di laksanakan di tempat yang sama. Pernikahan Zea dan Lian kali ini bertema outdoor yang di laksanakan di halaman hotel yang memang sudah di sediakan untuk pernikahan bertema outdoor.
“Dek, kau sangat cantik.” Puji Rasti yang masuk ke kamar Zea.
Zea pun tersenyum, “Ah kakak kau bisa aja.” Ucap Zea.
Rasti pun menemani Zea make up sampai setengah jam kemudian make up Zea selesai dan kini dia sedang memakai kebaya untuk akad, “Kakak kau juga ayo make up.” Ucap Zea lalu meminta tukang make up untuk mempercantik Rasti.
Rasti pun tersenyum dan menuruti keinginan Zea.
Kurang lebih satu jam kini Zea sudah siap dengan kebayanya dan Rasti dengan gaunnya karena dia akan menjadi bridesmaid untuk adiknya itu.
Sementara di ruangan berbeda, ada seorang pria yang tidak kalah gugupnya dengan Zea, “Alan, apa penampilanku sudah bagus?” tanya Lian.
Alan hanya terkekeh melihat tuannya itu, “Tuan, kau sudah menanyakan itu dari tadi dan jawabanku tetap sama yaitu kau sangat tampan.” Ucap Alan yang masih terkekeh melihat kegugupan di wajah Lian.
__ADS_1
“Alan aku sangat gugup.” Ucap Lian.
“Aku yakin kau bisa tuan lagian itu hanya beberapa kata kok.” ucap Alan.
“Huh, aku harap aku bisa.” Ucap Lian.
Tiba-tiba masuklah, “Boy, apa kau sudah siap?” tanya Faris.
“Aku gugup.” Jawab Lian.
“Hey, ayolah tenanglah boy. Jika kau gugup seperti ini haruskah aku yang menggantikanmu mengucapkan ijab qabul?” goda Faris.
“Hahahhh,, tenang boy. Aku sudah merelakannya untukmu mana mungkin aku merebutnya darimu. Tapi jika kau memang gugup saat ini aku masih bersedia menggantikanmu.” Ucap Faris tersenyum.
“Sialan kau. Aku tidak akan rela memberikannya padamu dan ingat kau harus melupakan istriku.” Ancam Lian.
“Wow, Istri? Belum sah bro.” goda Faris.
__ADS_1
“Tuan Faris berhentilah menggoda tuan muda jika tidak kau akan merasakan tinjunya.” Ucap Alan ikut menggoda tuan mudanya.
“Alan kau juga ikut-ikutan.” Ucap Lian.
“Hahahah.. kami hanya membantumu agar tidak gugup boy. Tenanglah!!” ucap Faris.
Tidak lama masuklah George ke kamar Lian untuk melihat cucunya itu, “Apa kau sudah siap nak?” tanya George.
“Siap kek.” Jawab Lian tegas.
“Baiklah jika begitu akadnya sebentar lagi akan di mulai. Kakek harap semuanya berjalan lancar dan ingat jangan mempermalukan kakekmu ini.” ucap George.
“Tentu kek.” Jawab Lian.
George pun mengangguk lalu segera keluar dari ruangan Lian dan segera menuju ke tempat akad akan di laksanakan.
Tidak lama kemudian akad pun segera di mulai, Lian pun segera turun di temani oleh Faris dan Alan di sampingnya lalu akhirnya di mulailah akad.
__ADS_1
Lian pun segera menjabat tangan Gibran, Gibran pun tersenyum melihat calon menantunya itu dan menggenggam tangan Lian erat karena dia tahu calon menantunya itu sedang gugup saat ini. Akad pun di mulai, Lian akhirnya mengucap ijab qabul itu dengan sangat lancar dan kini dia telah sah menjadi suami dari seorang Zeandra Putry Malik cinta pertamanya serta gadis yang sangat di cintai.