Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 51


__ADS_3

Tidak terasa, kini tinggal seminggu lagi pertunangan Rasti dan Lian akan di adakan. Semua pun sibuk dengan persiapan pertunangan itu. Pertunangan itu di laksanakan di hotel karena ini adalah pertunangan dari dua pewaris keluarga kaya dan terhormat sudah tentu persiapannya tidak main-main.


Semua antusias menyambut pertunangan itu hanya mempelainya saja yang tidak antusias karena baik Rasti dan Lian hingga kini masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


Sementara Zea juga ikut andil mempersiapkan pertunangan Rasti dan Lian sambil menguatkan hatinya bahwa ini adalah jalan yang terbaik.


“Tuan, ada yang ingin menemui anda.” Ucap Alan.


“Siapa?” tanya Lian.


“Hey bro, apa kabarmu?” ucap seseorang yang langsung masuk. Lian segera melihat siapa yang datang lalu dia tersenyum dan mendekatinya. Sementara Alan segera keluar memberikan ruang kepada dua orang itu.


“Kau di sini? Apa orang tuamu itu sudah menyeretmu kesini?” tanya Lian meledek sahabatnya itu.


“Hey boy kata-katamu itu terlalu kasar. Aku setuju pulang karena sudah tidak tahan dengan ocehan mami yang tidak ada habisnya dan aku sebagai anak yang berbakti pasti akan melakukan hal itu.” Jawabnya.


“Hahahah,, sejak kapan kau menjadi anak berbakti? Seorang Faris Hayyan Gifari berbakti? Hahah sepertinya ini akan menjadi sejarah.” Ledek Lian.

__ADS_1


“Ouh boy jangan menertawakan aku kalau kita sama.” Ledek Faris balik.


Lian yang tertawa pun terdiam, “Hey boy, apa kau punya masalah?” tanya Faris serius begitu menyadari begitu banyak kesedihan dari tatapan sahabatnya itu.


“Gak kok, aku baik-baik saja.” Jawab Lian segera kembali ke kursi kerjanya.


“Sejak kapan kau menyembunyikan sesuatu dariku? Bukankah kita selalu membagi masalah kita bersama?” ucap Faris.


“Huh, hanya sedikit masalah.” Ucap Lian akhirnya.


“Seminggu lagi pertunanganku.” Ucap Lian.


“Apa? Pertunangan? Apa aku tidak salah dengar boy? Sejak kapan kau memiliki kekasih? Kenapa aku tidak mengetahuinya?” tanya Faris beruntun karena kaget.


“Ouh ayolah pertanyaanmu itu sangat banyak.” Ucap Lian.


“Kau benar akan pertunangan? Sungguh?” tanya Faris dan Lian hanya mengangguk.

__ADS_1


“Lalu apa yang membuatmu sedih? Bukankah setiap orang yang akan bertunangan seharusnya bahagia tapi kenapa kau malah sedih? Tunggu, jangan katakan kau di jodohkan?” tebak Faris.


Lian pun hanya menghela nafasnya, “Menurutmu?” tanya Lian memandang sahabatnya itu.


“Hahahahh,, ayolah boy ini dunia modern kenapa masih ada perjodohan segala? Apa kau tidak laku?” ledek Faris tertawa.


“Dasar kau! Aku bukan tidak laku tapi kakek yang memaksaku.” Ucap Lian.


Faris pun menghentikan tawanya, “Kakekmu? Sejak kapan kau tunduk pada kakekmu? Apa seorang Alvan Aulian Putra sekarang sudah tidak punya kekusaan?” ledek Faris lagi.


“Hey kau berhentilah meledekku. Aku bukan tunduk pada kakekku, jika aku mau aku bisa melawannya hanya saja aku terpaksa menyetujui perjodohan bodoh ini.” ucap Lian.


“Terpaksa? Apa ada sesuatu yang aku lewatkan?” tanya Faris mulai serius lagi.


“Aku mencintai gadis lain hanya saja aku sudah terikat dengan perjodohan yang entah di buat oleh ayah atau kakek, dan kakek mengetahui gadis yang kucintai. Dia mengamcamku dengan gadis itu, maka aku terpaksa melakukan ini karena gadis itu.” Jelas Lian.


“Lalu apa masalahnya? Bukankah kau lindungi saja gadis kau cintai lalu bawa dia pergi.” ucap Faris yang masih tidak mengerti di mana letak masalahnya.

__ADS_1


__ADS_2