Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 12


__ADS_3

“Siapa ini Ammar?” tanya Celine.


“Nyonya ini,,” Ammar bingung harus mengatakan apa.


Zia yang langsung mengerti apa yang sekarang sedang terjadi, “Nyonya, Saya Zia.” Ucap Zia.


“Ah, iya. Saya Celine maminya Rasti.” Ucap Celine sambil mengamati Zia.


Zia yang ditatap pun sedikit merasa tidak nyaman, “Nyonya, silahkan masuk dulu.” Ucap Zia.


“Ah, iya nyonya silahkan masuk dulu.” Ucap Ammar.


Celine pun segera masuk ke vila dengan diikuti oleh Ammar dan Zia dibelakangnya.


“Apa nyonya datang?”


“Iya, sepertinya nyonya kaget dengan keberadaan nak Zia disini.”


“Ah, aku berdoa semoga nyonya gak akan memarahi nak Zia.”


Dan perkataan lainnya.


“Silahkan diminum nyonya, kami gak tahu bahwa nyonya akan kesini. Jika saja kami tahu kami akan mempersiapkannya.” Ucap Hanifa setelah menghidangkan minum.


“Kamu jangan terlalu kaku Hani. Tapi jika aku memberitahu kedatanganku maka aku tidak akan mengetahui sesuatu yang disembunyikan putriku disini.” Ucap Celine sambil menatap Zia.


Zia pun yang ditatap hanya bisa diam, “Nak, apa kau tidak lelah berdiri seperti itu? Ayo duduklah!” ucap Celine karena melihat Zia hanya berdiri saja dari tadi.


“Ah, gak apa-apa nyonya saya berdiri saja.” Jawab Zia.


“Apa saya terlihat menakutkan hingga kau tidak ingin duduk?” tanya Celine.


“Bukan seperti itu nyonya.” Jawab Zia.


“Jika begitu, duduklah!” ucap Celine sambil minum.


“Duduklah nak!” ucap Hanifa.


Zia pun akhirnya duduk.


“Nak, apa saya menakutimu?” tanya Celine menatap Zia.


“Tidak nyonya.” Ucap Zia.


“Hahahh, kau pintar menyenangkan orang lain tapi kamu gak usah seperti itu. Saya yakin dengan alasan putri saya menyembunyikanmu disini.” Ucap Celine.


“Nyonya, sebenarnya dia adalah anak angkat kami.” Ucap Ammar.


“Sejak kapan kalian memiliki anak angkat? Kok aku dan suamiku tidak mengetahuinya. Jangan bohong padaku!” ucap Celine.


Zia tiba-tiba jadi merasa bersalah pada Hanifa dan Ammar, “Nyonya saya mohon jangan salahkan paman dan bibi. Jika nyonya ingin marah, lakukan saja pada Zia. Jika nyonya ingin mengusir Zia, Zia akan menerimanya.” Ucap Zia.


“Hahahh, saya bukan orang yang sekejam itu.” Ucap Celine.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Zia berdering.


Drt,, drt,, drt,,


“Jawablah!” ucap Celine yang melihat Zia ragu-ragu untuk menjawabnya.


“Kakak, kok lama sih jawabnya. Kak, aku mau minta maaf tidak bisa menemanimu untuk USG hari ini. Aku tidak bisa meninggalkan kuliahku.” Ucap Rasti dari seberang.


“Gak apa-apa kok dek.” Jawab Zia.


“Zia, apa itu Rasti? Boleh saya bicara dengannya?” pinta Celine.


“Siapa itu kak?” tanya Rasti.


Tapi Zia tidak menjawab pertanyaan Rasti dan langsung menyerahkan ponselnya kepada Celine.


“Ini mami sayang. Apa kau tidak mengenali suara mami?” tanya Celine.


“Hah? Mami? Apa mami ada di vila? Kenapa mami kesana?” tanya Rasti panik.


“Kenapa kamu panik seperti itu sayang. Apa kamu melakukan kesalahan? Mami datang kesini hanya ingin melihat apa yang kau sembunyikan disini dan ternyata seperti itu,,” ucap Celine.


“Mih, aku mohon jangan usir kak Zia. Aku yang memaksanya kesana. Aku juga mohon jangan tanyakan apapun padanya, aku janji akan menjelaskan semuanya pada mami.” ucap Rasti.


“Kenapa mami harus menuruti permintaanmu jika kau saja berani menyembunyikannya dari mami.” ucap Celine.


“Mih, aku mohon!” pinta Rasti.


“Baiklah, mami akan lakukan itu tapi kau harus mengatakan semuanya nanti. Selain itu juga apa yang kau katakan padanya?” tanya Celine.


Celine yang mendengar itu tersenyum, “Bagaimana jika mami yang menemaninya?” tanya Celine.


“Mami jangan aneh-aneh deh. Mami sudah menurutiku tapi kenapa mami melakukan itu biar aku akan mengubah jadwal USG-nya.” Jawab Rasti.


“No, gak ada penolakan.” Ucap Celine.


Akhirnya Zia pun pergi dengan Celine menuju rumah sakit. Diperjalanan hanya keheningan yang terjadi karena Zia tidak tau entah apa yang harus dia bicarakan.


***


Seperti biasa mereka langsung saja masuk kedalam ruangan pemeriksaan.


“Ohiya, dengan ibu Zia ya?” tanya Dokter.


“Benar dokter.” Jawab Zia.


“Ohiya, apa ini ibu anda atau ibu mertua anda? Kok bukan adik ipar anda yang menemani?” tanya dokter itu.


Zia lagi-lagi terdiam karena dia tidak tahu harus menjawab apa, “Saya ibu mertuanya dokter.” Jawab Celine kemudian. Zia pun hanya menatap Celine dengan tatapan sedih sementara Celine hanya tersenyum.


Pemeriksaan pun segera dilakukan dan semuanya baik-baik saja. Mereka pun segera keluar begitu selesai lalu mereka segera menebus vitamin Zia.


“Nyonya, maafkan saya karena menggunakan nama putra anda sebagai suami saya.” ucap Zia saat mereka sudah tiba dimobil sementara Celine hanya tersenyum sambil mengusap kepala Zia yang tertutupi dengan hijab itu.

__ADS_1


“Apa kamu mau makan?” tanya Celine. Zia hanya diam karena bingung harus menjawab apa.


“Karena kamu diam saya anggap kamu menyetujuinya. Kita akan makan dulu.” Ucap Celine segera menuju sebuah restoran.


“Nyonya, saya,,” Zia bingung harus memulai percakapan dengan apa.


“Kamu gak perlu menjelaskan apapun, saya tahu pasti Rasti yang membuatmu harus memakai nama putra saya sebagai suamimu. Kalian pasti punya alasan sendiri.” Ucap Celine lembut.


“Tapi saya jadi merasa bersalah pada putra anda.” Ucap Zia.


“Jika kamu merasa bersalah maka saya ingin kau memanggil saya dengan sebutan Mami dan bukan nyonya. Panggil saja saya mami seperti Rasti memanggil saya. bukankah kau dianggap oleh Rasti sebagai kakaknya, maka itu berarti kau putriku juga” ucap Celine. Sedikit tidaknya yang pasti Celine sudah bisa menebak situasi apa yang terjadi pada gadis cantik dihadapannya ini.


“Tapi,, itu seperti. Apa nyonya tidak malu memiliki putri seperti saya?” tanya Zia.


“Kenapa saya harus malu?” ucap Celine.


“Saya wanita kotor, saya jujur saya hamil diluar nikah.” Ucap Zia sedih.


“Kamu gak kotor sayang, mami mengerti pasti ada sesuatu yang terjadi padamu. Kamu gadis yang baik.” ucap Celine memeluk gadis dihadapannya itu.


“Terima kasih tante.” Ucap Zia.


“No! Mami. kamu harus memanggil seperti itu.” Ucap Celine seraya menghapus air mata Zia.


Zia pun akhirnya menuruti permintaan wanita dihadapannya itu. Setelah itu mereka menikmati makanan mereka. Lalu Celine mengantar Zia kembali ke vila. Di jalan Zia menceritakan semuanya pada Celine karena dia tidak ingin menutupi apapun kepada orang yang sudah baik kepadanya. Celine yang mendengarnya ikut merasa sedih karena dia tidak menyangka bahwa gadis itu harus menerima takdir seperti itu.


***


Setelah kejadian itu, Celine sering datang ke vila untuk melihat Zia. Dia bahkan mengambil foto USG anak Zia saat dia menemani Zia ke rumah sakit. Dia menganggap Zia seperti putrinya. Tidak hanya Celine yang sering datang tapi Andrew juga ikut dengan istrinya itu. Andrew pun sudah mengetahui soal Zia dari istrinya. Dia pun menganggap Zia seperti putrinya dan seperti Celine yang ingin dipanggil Mami maka Andrew pun ingin dipanggil Papi.


Usaha Zia pun semakin berkembang bahkan dengan adanya Rasti dia akhirnya bekerja sama dengan perusahaan Mahendra Group karena Pras entah kenapa menyukai keripik itu bahkan mualnya hilang jika makan keripik itu. Akhirnya dia memutuskan untuk bekerja sama dengan pabrik keripik Zia.


“Pih, lucu yaa,, jika kita punya cucu nanti.” Ucap Celine sambil memandang foto USG anak Zia.


“Bukankah, dia juga putri kita?” ucap Andrew.


“Tapi aku ingin cucu kita sendiri pih. Ah, aku jadi ingin menjodohkan Pras dengan Zia.” Ucap Celine.


“Mama jangan aneh-aneh deh! Belum tentu juga Pras setuju karena dia masih mencari gadis itu.” Ucap Andrew.


“Kan gak apa-apa dong pih. Setidaknya kita akan segera memiliki cucu jika Pras menikah dengannya. Zia juga gadis yang lembut dan baik, pendidikannya juga baik, hanya takdir saja yang tidak memihaknya.” Ucap Celine.


“Emang mau mengganggap cucu orang lain sebagai cucu mami. Kita kan gak tahu itu anak siapa. Jangankan kita dia saja gak tahu itu anak siapa. Kasihan gadis itu.” Ucap Andrew.


“Pokoknya itu cucu mami. Zia putri mami.” ucap Celine.


Tiba-tiba, “Ada apa nih? Apa yang mami dan papi bicarakan?”


*


*


Happy reading guys !!😊

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻🙏🏻


Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻


__ADS_2