
Keesokan subuhnya pasangan pengantin baru itu terbangun dengan Faris yang sudah sekitar 10 menit yang lalu bangun dan menatap wajah cantik istrinya yang masih terlelap.
Rasti yang mendengar suara adzan pun segera membuka matanya dan dia tersenyum dengan wajah yang memerah begitu matanya menangkap mata lain yang kini tengah menatapnya dengan senyuman, “Pagi sayang!” ucap Faris dengan suara khas bangun tidur.
Rasti pun hanya tersenyum bahkan apa yang mereka lakukan semalam kini berputar di memorinya dan membuatnya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Faris pun terkekeh di buatnya dan dia segera bangkit dari ranjang lalu menggendong sang istri menuju kamar mandi, “Kak, mau ngapain?” tanya Rasti dalam pelukan suaminya itu.
“Itu sudah subuh sayang dan kita belum mandi wajib. Emang kamu mau kita terlambat subuh dan aku tahu kau pasti kesakitan berjalan jadi aku berinisiatif menggendongmu dan kita akan mandi bersama agar kita tidak kehabisan waktu untuk melakukan shoalt subuh.” Ucap Faris lalu segera menurun istrinya itu di bathup lalu dia segera mengalirkan air hangat untuk istrinya.
Sekitar setengah jam akhirnya pasangan baru itu selesai mandi dan kini sedang melakukan sholat subuh berjamaah. Mereka tidak melakukan apa-apa selain mandi bersama di kamar mandi karena Faris mengerti bahwa istrinya itu pasti masih merasa kesakitan dan dia tidak ingin membuat istrinya itu kembali kesakitan walau dia harus menahan gairahnya.
***
“Kita akan pulang kemana?” tanya Rasti saat mereka baru saja cek out dari hotel dan kini sedang dalam perjalanan pulang.
__ADS_1
“Ke rumah kita.” Jawab Faris.
“Rumah kita?” beo Rasti. Faris hanya mengangguk.
Rasti pun hanya diam saja dan tidak bertanya lagi karena dia yakin walau dia bertanya suaminya itu pasti tidak akan menjawabnya jadi daripada dia membuang tenaganya dengan percuma lebih baik dia diam saja dan menunggu karena dia yakin sebentar lagi dia akan tahu.
Sekitar 30 menit berlalu dan kini mobil Faris itu berhenti tepat di samping rumah Pras dan Zia, “Kok, kita kesini? Apa kita akan menemui kakak dan kakak ipar?” tanya Rasti.
“Gak sayang kita akan melihat rumah kita. Ayo turun.” Ucap Faris sambil membukakan pintu mobil untuk istrinya. Rasti pun segera turun dan segera mengikuti suaminya yang kini sudah menggenggam tanggannya dan dia kaget begitu pintu gerbang rumah itu terbuka menyambut mereka.
Rasti pun segera masuk lalu dia menatap suaminya, “Apa ini rumah kita?” tanya Rasti dan Faris pun mengangguk.
“Apa kamu gak menyukainya?” tanya Faris.
__ADS_1
Rasti segera menggeleng, “Aku sangat menyukai ini. Terima kasih kak!” ucap Rasti lalu mengecup pipi sang suami sekilas.
“Aduh romantisnya pasangan pengantin baru ini.” goda Zia yang baru saja keluar dari dalam rumah itu diikuti dengan seluruh keluarga di sana bahkan Zea dan Lian pun ada.
“Yah mereka bahkan gak menyadari kita kak.” Timpal Zea.
Rasti pun melihat kepada mereka dan langsung tersenyum, “Kalian di sini?” tanya Rasti.
“Iyalah kak. Emang kamu pikir kami ini hantu apa.” Jawab Zea.
“Ck, kakak basa basi aja sayang.” ucap Rasti lalu segera mendekati keluarga yang menyambut kedatangan mereka dan dia segera menyalami para tetua serta Pras dan Zia.
Faris pun melakukan hal yang sama menyalami semuanya dan saat akan menyalami Pras dia dikagetkan dengan perkataan kakak iparnya itu, “Bagaimana rasanya malam pertama?” tanya Pras enteng.
__ADS_1
Faris pun melongo mendengarnya dan Lian yang juga di samping Faris tertawa melihatnya, “Hey bro jawab tuh pertanyaan kakak ipar.” Ucap Lian.