
“Siapa sih yang mengirim pesan iseng begini?” tanya Zia setelah membaca pesan itu lalu dia segera melempar ponselnya ke ranjang dan segera menggantikan baju sang putra.
Ting
Pesan kembali masuk ke ponsel Zia tapi Zia mengabaikannya karena dia masih mengurus sang putra, “Sekarang putra bunda ini sudah wangi.” Ucap Zia sambil menciumi wajah putranya yang hanya di balas dengan tawa geli dari sang putra.
“Bunda!!” panggil Zayyan dan Zayyah bersamaan.
“Iya sayang!” jawab Zia dari dalam kamarnya.
“Ayo kita temui kedua kakakmu itu yaa nak.” sambung Zia lalu segera menggendong sang putra di tangannya lalu dia segera keluar kamarnya melihat si kembar.
Sementara di sisi lain ada seseorang yang sedang kesal karena pesannya selalu di abaikan. “Kurang ajar. Dia berani mengabaikan ancamanku. Sepertinya dia punya nyali yang besar. Baiklah nyonya Prasya tunggu saja tanggal mainnya.” Ucapnya sambil tertawa sinis.
***
__ADS_1
Malamnya setelah Pras dan Zia memastikan si kembar dan si bungsu telah tidur mereka pun kembali ke kamarnya dan seperti biasa mereka selalu berbagi hal-hal yang mereka lalui setiap harinya ketika jauh dari pasangan masing-masing karena menurut mereka komunikasi adalah kunci kebahagiaan dan keharmonisan dalam keluarga.
“Baby, bisa gak aku pinjam ponselmu sebentar.” Izin Pras menatap sang istri yang sedang berbantalkan dadanya.
“Ambil saja!” jawab Zia cuek.
“Kau letakkan dimana?” tanya Pras.
“Emm,, Zia juga kurang tahu sepertinya ada di sini karena dari tadi Zia juga belum menyentuhnya.” Jawab Zia yang masih bermain game di ponsel sang suami.
Pras pun akhirnya bangkit tapi sebelum itu dia meletakkan bantal di kepala sang istri lalu kemudian dia mencari ponsel sang istri yang entah dia letakkan dimana.
“Emm,, kamu ini yaa masa iya meletakkan ponsel di dekat tempat make up begini. Lihatlah dia sudah penuh dengan bedakmu.” Ucap Pras yang sudah menemukan ponsel istrinya itu dan memperlihatkan kepada Zia keadaan ponselnya yang sudah penuh dengan bedak.
“Hehheh,, maaf by.” Jawab Zia cengesan.
__ADS_1
“Kamu ini yaa!” balas Pras gemes dengan tingkah istri kesayangannya itu yang sudah memberikannya ketiga putra putri cantik seperti ketiga anak mereka.
“Hubby pinjam yaa!” izin Pras lagi.
“Ambil aja!” jawab Zia.
Pras pun mengangguk lalu segera membuka ponsel sang istri sambil berjalan menuju ranjang kembali tapi tiba-tiba alisnya terangkat setelah membaca pesan yang masuk ke ponsel sang istri, “Baby!” panggil Pras.
“Emm,,” jawab Zia berdehem.
“Siapa ini? Kenapa dia mengirim pesan ancaman seperti ini ke ponselmu?” tanya Pras setelah membaca riwayat pesan dari nomor yang tidak di kenal itu.
Zia pun akhirnya menatap sang suami karena belum mengerti apa yang di bicarakan sang suami, “Emang siapa?” tanya Zia.
Pras pun segera memperlihatkan pesan itu kepada Zia, “Ouh ini aku juga gak tahu by. Hanya saja akhir-akhir ini aku selalu menerima pesan darinya dan semuanya berisi ancaman tapi aku tidak terlalu memusingkannya. Mungkin orang iseng!” balas Zia.
__ADS_1
“Kamu yakin? Apa kamu punya musuh di luar sana? Apa ada seseorang yang membencimu begitu?” tanya Pras dengan raut wajah khawatir.
Zia yang melihat perubahan ekspresi di wajah sang suami pun segera bangkit lalu duduk di hadapan sang suami, “By, aku tidak punya musuh siapapun dan aku tidak pernah mencari masalah dengan siapapun. Sudahlah jangan terlalu khawatir sepertinya itu hanya orang iseng.” Ucap Zia.