
“Hahahha,, kakak lucu deh. Tapi aku ingin tahu bagaimana jika aku menolak lamaran kakak? Apa kakak akan menyerah?” tanya Rasti penasaran.
Faris menggeleng, “Gak aku gak akan menyerah. Jika kau menolaknya hari ini maka aku akan mencobanya lain kali.” Jawab Faris tanpa ragu.
“Lalu bagaimana jika aku masih menolak?” tanya Rasti lagi.
Faris pun menghentikan mobilnya dan menatap Rasti, “Aku akan mencobanya lagi lain kali sampai kau menerima lamaranku.” Ucap Faris.
“Dasar pemaksaan!” timpal Rasti sambil menutup wajahnya yang memerah malu karena di tatap oleh Faris.
“Aku serius sayang dan perlu kamu tahu itu bukan pemaksaan. Sebelum aku melamarmu lagi aku akan meyakinkanmu lagi agar kau bisa menerimaku. Tapi sungguh aku sangat senang kau menerimaku hari ini. Aku berjanji sayang, aku akan mencintaimu selalu dan aku harap kau juga begitu.” Ucap Faris serius.
Rasti pun segera menurunkan tangan yang menutupi wajahnya dan menatap calon suaminya itu dalam untuk mencari kebohongan di mata calon suaminya itu lalu dia segera tersenyum karena tidak menemukan kebohongan itu di mata calon suaminya, “Aku janji akan selalu ada untukmu kak.” Balas Rasti.
Faris pun tersenyum, “Terima kasih!” ucap Faris.
__ADS_1
“Hmm jangan terima kasih mulu lah kak. Ayo jalan! Tadi katanya mau ngajak aku jalan tapi sekarang berhenti di sini.” Ucap Rasti.
Faris pun terkekeh mendengar protes dari calon istrinya itu, “Baiklah ayo kita jalan. Kau ingin kemana biar aku antar sayang.” ucap Faris.
Rasti yang mendengar hal itu hanya cemberut dengan bibir yang maju satu senti menatap Faris, “Tadi katanya mau ngajak jalan tapi kenapa sekarang nanya mau kemana? Bagaimana sih?” ucap Rasti.
Faris pun tersenyum melihat ekspresi Rasti, “Hahah,, baiklah maaf sayang. Tapi bibirnya jangan gitu juga sayang. Jika begitu ingin rasanya aku menggigitnya.” Ucap Faris.
Rasti yang mendengar hal itu pun segera menutup bibirnya, “Jangan mesum yaa kak! Ingat belum halal.” Ucap Rasti.
Rasti pun segera menutup wajahnya yang malu, “Sayang jangan di tutup begitu wajahnya ihh. Ayo buka! Kenapa malu sih sayang? Lagian kita sudah pernah berciuman walau tidak secara langsung. Jadi apa salahnya mewujudkannya menjadi langsung.” Goda Faris lagi.
“Kakak!” teriak Faris.
“Hahahh,, baiklah-baiklah serius maaf sayang. Aku juga masih tahu batasan untuk melakukan itu. Sudah ah ayo turunkan tangan.” Ucap Faris.
__ADS_1
“Gak mau jika kakak masih saja menggodaku.” Ucap Rasti.
Faris pun tersenyum karena dia senang bisa melihat sisi manja gadisnya itu yang hanya dia perlihatkan kepada keluarganya, “Janji gak akan lagi.” Ucap Faris.
Rasti pun perlahan-lahan menurunkan tangannya, “Kita jalan?” tanya Faris.
Rasti pun mengangguk dan Faris pun segera melajukan mobilnya menuju taman bermain tapi karena saking ramainya pengunjung mereka pun hanya melihat-lihat sebentar lalu mengubahnya menuju bioskop karena tiba-tiba Rasti pengen menonton film kesukaannya yang sementara tayang di bioskop.
***
Sementara di sisi lain, “Dear, apa kau merasakan sesuatu?” tanya Lian begitu tiba di Mansion utama dan di sambut oleh istri tercintanya itu.
Zea pun tersenyum lalu menggeleng, “Gak kok boo aku baik-baik saja. Kau tenang saja aku dan anak kita baik-baik saja.” Ucap Zea.
Lian pun segera memeluk istrinya itu, “Dear aku hanya takut kehilanganmu!” ucapnya sambil menghirup dalam-dalam aroma sang istri.
__ADS_1