Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 185


__ADS_3

Malam harinya di Mansion Lian dan Zea, Lian baru saja selesai melaksanakan sholat isya sendiri karena Zea memang masih dalam masa nifas, “Dear, aku punya hadiah untukmu!” ucap Lian memeluk sang istri dari belakang yang baru saja selesai menidurkan kedua putra kembarnya.


“Hadiah? Hadiah apa? Mana? Kok aku gak lihat.” Tanya Zea.


“Ada tapi kita nanti kesana besok. Bagaimana?” tanya Lian balik.


“Emang hadiah apa sih pakai nanti besok segala? Aku pikir tadi saat boo bilang mau memberiku hadiah sudah ada. Tahunya nanti besok.” Ucap Zea lalu melepaskan pelukan suaminya dan pergi menuju kamar mandi.


Lian pun hanya membiarkan istrinya itu pergi lalu dia memandangi kedua putranya yang sedang tidur, “Kalian jangan nakal yaa nak, kasihan mommy. Kalian harus mengerti bahwa mommy itu baru saja operasi. Jadi jika kalian mau rewel nanti ada daddy yaa, jangan rewel jika bersama mommy.” Ucap Lian kepada kedua putranya lalu mengecup kening mereka bergantian. Hal itu tertangkap oleh mata dan telinga Zea yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Zea pun segera mendekati sang suami, “Gak apa-apa kok daddy, mommy sudah gak apa-apa.” Ucap Zea.

__ADS_1


Lian pun segera berbalik dan memeluk kembali sang istri, “Tetap saja kamu gak boleh kelelahan sayang. Kamu baru saja menjalani operasi yang besar jadi aku gak mau jika ada yang terjadi padamu lagi. Sudah cukup bagiku melihatmu koma selama seminggu tanpa meresponku. Aku tidak ingin mengalaminya lagi.” Ucap Lian.


Cup


Zea mengecup pipi sang suami, “Aku janji tidak akan membuatmu khawatir lagi boo.” Ucap Zea lalu kembali melepas pelukan sang suami karena dia masih harus menyelesaikan ritual malamnya yaitu perawatan untuk diri sendiri.


Lian yang melihat itu pun segera mengikuti sang istri dan dia membantu istrinya itu memakai perawatannya.


***


Lian pun hanya mengangguk, “Memang benar. Ini jalan menuju rumah kakak ipar. ” jawab Lian.

__ADS_1


“Bukannya tadi kakak mengajakku untuk mendapatkan hadiah untukku? Kok ini justru kesini?” tanya Zea bingung.


Lian pun tersenyum lalu menyentuh kepala sang istri, “Kamu akan tahu nanti.” Jawab Lian.


Tidak lama akhirnya kini Lian memakirkan mobilnya di depan rumah Pras dan Zia lalu Lian segera membukakan pintu untuk sang istri. Zea pun hanya mengikuti suaminya itu sambil bertanya-tanya bahkan semakin bertambah saat melihat ada Faris dan Rasti juga berada di rumah Zia dan Pras.


“Kalian sudah tiba? Apa kita langsung kesana?” tanya Zia menatap Zea dan adik iparnya.


Lian mengangguk, “Yaa sudah ayo kita kesana.” Ucap Rasti lalu langsung menggandeng tangan Zea.


“Emm tapi sebelum itu kau harus menutup matamu dulu dek karena ini kejutan untukmu.” Lanjut Rasti lalu segera mengambil kain untuk menutup mata Zea. Zea pun hanya pasrah saja mengikuti mereka walaupun dia sangat ingin bertanya tapi dia yakin percuma saja nanti dia bertanya karena mereka tidak akan menjawab jadi lebih baik diam saja.

__ADS_1


Zea yang matanya sudah tertutup pun di tuntun oleh Rasti dan Zia di sampingnya untuk berjalan hingga sekitar 5 menit akhirnya mereka sampai.


“Tara!” ucap Rasti dan Zia lalu membantu membuka penutup mata Zea.


__ADS_2