
Sementara di sebuah pantai di kota lainnya ada seorang gadis yang tengah tersenyum melihat berita di tabletnya, “Akhirnya masalahnya selesai.” Ucapnya.
Lalu dia segera mengaktifkan ponselnya lalu mengotak-atiknya dan setelah selesai dia kembali menonaktifkan kembali ponselnya. Setelah itu dia mengayunkan tangannya lalu tiba-tiba bodyguard mendatanginya, “Ada apa nona? Apa anda butuh sesuatu?” tanya salah satu bodyguard itu.
“Ayo persiapkan semuanya. Aku ingin berlibur.” Ucapnya tersenyum.
“Berlibur? Bukankah di sini juga sedang berlibur?” gumam bodyguard itu.
Rasti yang bisa mendengar gumaman bodyguardnya hanya tersenyum, “Yah kita memang sedang berlibur tapi aku ingin berlibur di negara lain. Ayo persiapkan jangan sampai anda yang tahu kepergianku.” Ucap Rasti. Yah gadis itu Rasti.
“Baik nona tapi bagaimana dengan pernikahan anda?” tanya bodyguardnya.
__ADS_1
“Iss kau banyak sekali bertanya lakukan saja perintahku biarkan pernikahanku jadi urusan calon suami tampanku itu.” Ucap Rasti tersenyum lalu segera berlalu menuju mobil yang akan membawanya berlibur entah kemana.
***
Sementara di sisi lain, “Bagaimana? Kalian sudah menemukannya kan?” tanya Faris menatap para anak buahnya yang dia tugaskan untuk mencari Rasti.
“Maaf bos kami tidak mendapatkan petunjuk apapun.” Jawab mereka dengan menunduk.
Ting
Faris pun segera mengambil ponselnya dan tiba-tiba dia tersenyum melihat siapa yang mengiriminya pesan dengan penuh semangat dia membuka pesan itu.
__ADS_1
To : Calon suami tampanku
“Hay, aku hanya ingin mengabari bahwa aku baik-baik saja dan aku juga sudah membaca berita itu. Aku sudah tidak marah lagi kok padamu karena aku sadar kau pun tidak ingin hal ini terjadi. Kau di jebak karena ingin menikahiku. Emm aku juga ingin mengatakan bahwa jangan khawatir padaku dan jangan mengirim lagi bodyguard atau anak buahmu untuk mencariku karena aku pastikan tanpa kau minta aku pasti akan kembali dan menikahimu tapi belum saat ini karena saat ini aku ingin menikmati liburanku dulu. Setelah sekian lama aku pusing dengan banyaknya tumpukan dokumen akhirnya aku punya waktu untuk rehat sejenak dan akan aku gunakan untuk berlibur. Jadi jangan cari lagi aku pasti akan kembali tapi nanti setelah liburanku selesai yaa. Aku harap kau bersabar menanti calon istrimu ini dan ohiya untuk pernikahan kita ini bukan batal tapi di tunda dulu tapi aku pastikan pernikahan kita akan tetap terjadi. Kau jangan khawatir atas pernikahan kita karena semua vendor sudah mengetahui bahwa pernikahan kita di tunda dulu sampai aku kembali. Aku harap juga kau setia menunggu kepulanganku sampai kita menikah nanti. Jangan cari gadis lain, awas saja jika ketahuan aku pasti akan membencimu dan meninggalkanmu. Ahh gak kok palingan aku hanya akan menangis di kamarku seharian. Tunggu aku yaa sayang, I Love you!”
Dari calon istrimu yang paling cantik. Hehehe!!
Begitulah isi pesan dari Rasti itu, Faris yang tadi senang mendapatkan pesan itu kini kembali lemas setelah membacanya, “Kalian lacak nomor calon istriku sekali lagi. Dia baru saja mengirim pesan padaku.” Perintah Faris walau dia yakin calon istrinya itu pasti sudah menonaktifkan kembali ponselnya.
Setelah mengatakan itu Faris segera pergi dari sana tanpa bertanya kepada anak buahnya. Reno pun menyusul Faris itu dari belakang karena dia tidak ingin tuannya itu menyetir dalam keadaan kacau begini.
“Ra, kau kemana?” gumam Faris saat dia sudah di mobil dan membaca kembali pesan yang dikirim calon istrinya itu.
__ADS_1