Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 11


__ADS_3

“Kak, kau pulang?” tanya Rasti saat Zia masuk ke mobil karena dia berpikir bahwa Zia akan ikut dengan adiknya pulang.


“Apa kakak sudah diterima lagi?” tanya Zia tersenyum.


“Kakak! Mana mungkin aku tidak menerimamu. Aku hanya berpikir bahwa kakak akan ikut dengan adik kakak. Aku tidak menyangka bahwa kau akan tetap ikut pulang bersama kami.” Ucap Rasti.


“Kakak tahu, kau mengintip kan?” tanya Zia.


“Apa kakak mengetahuinya?” tanya Rasti balik dan Zia hanya mengangguk.


“Apa kau iri? Kakak memang sangat menyayangi Zea tapi kau juga adik kakak. Ah, tidak kau itu malaikat penyelamat kakak. Kakak juga sangat menyayangimu. ” Ucap Zia memeluk Rasti. Rasti pun membalas pelukannya erat.


Setelah dari sana mereka singgah dulu ke restoran untuk merayakan kelulusan Zia. Dan situlah Rasti juga membujuk Zia untuk mengikuti UKOM. Zia awalnya menolak tapi dengan segala bujuk rayu Rasti, Hanifa dan Ammar dia pun akhirnya menyetujuinya. Rasti pun segera meminta kenalannya untuk mendaftarkan Zia. Dan seminggu lagi Zia akan mengikutinya. Rasti pun membelikan semua buku-buku tentang UKOM.


***


Hari ini Pras sangat Frustasi karena tinggal seminggu lagi waktu yang diberikan papinya untuk mencari gadis itu dan sampai saat ini tetap belum ada petunjuk apapun. Sementara Zia sudah selesai mengikuti UKOM kemarin dengan didampingi oleh Rasti.


“Hans, aku akan kembali lebih awal hari ini.” Ucap Pras pada asistennya.


“Baik tuan.” Ucap Hans langsung menyetuji permintaan tuannya karena dia tahu tuannya itu sangat frustasi.


Pras pun segera kembali ke rumahnya.


***


“Mami, Papi coba lihat apa yang aku bawa?” ucap seorang gadis.


“Kamu selalu deh, membawa keripik ini. Tapi enak juga sih.” Ucap Celine menerima keripik yang dibawa oleh putrinya itu.


“Mami kan sudah dibilangin bahwa itu milik temanku. Jadi aku sebagai teman yang baik maka membelinya.” Ucap gadis itu cengesan.


“Iya-iya papi tahu putri papi ini memang terbaik. ” puji Andrew.


Tiba-tiba ada seseorang langsung masuk dan duduk dihadapan mereka dengan wajah tidak bisa dibaca.


“Kak, kenapa wajahmu seperti itu. Seperti kain kusut saja.” Ledek gadis itu.


“Apa kau sudah menemukannya? Kau ingat kan waktumu tinggal seminggu lagi.” Ucap Andrew.


“Menemukan siapa pih? Apa aku ketinggalan berita?” tanya Rasti. Yah, gadis itu adalah Rasti.


“Pih, aku minta waktu lagi padamu.” Ucap Pras.


“Gak, kau harus menemukannya dalam seminggu ini. Jika tidak maka kau harus menepati janjimu untuk dijodohkan.” Ucap Andrew tegas.


“Dijodohkan? Apa kau tidak laku kak hingga harus dijodohkan. Ah aku tidak menyangka kau akan dijodohkan.” Ledek Rasti.


“Pih, aku mohon. Beri waktu aku sebulan lagi. Aku pasti akan menemukannya.” Ucap Pras.

__ADS_1


“Gak kau adalah seorang pria dan seorang pria harus bisa menepati janjinya.” Ucap Andrew.


“Pih, sebaiknya kita biarkan dia mencari gadis itu.” Ucap Celine.


Rasti yang mendengarnya hanya bingung karena dia tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, “Gadis apa?” tanya Rasti.


“Kakakmu meniduri seorang gadis sekitar 4 bulan lalu.” Ucap Andrew.


“Hah? Beneran kak?” tanya Rasti sementara Pras hanya menghela nafasnya.


“Jangan bilang kau belum menemukannya kak. Masa iya kakakku ini tidak bisa menemukan seorang gadis.” Ucap Rasti tidak percaya.


Pras pun segera pergi darisana daripada harus mendengar celotehan adiknya yang mungkin tidak akan habis itu. Tapi sebelum dia pergi dia mengambil keripik dari tangan adiknya.


“Kakak! Keripikku.” Teriak Rasti pasalnya tinggal itu keripik yang dia punya.


“Nanti kau beli saja.” Ucap Pras menuju kamarnya.


“Beneran? Apa aku boleh membelinya? Berapa yang harus aku beli? Apa kau mau kupesankan?” tanya Rasti sambil berteriak menyusul kakaknya.


“Terserah kau. Kau bisa pesan berapapun yang kau mau biar kakak yang bayar. Sana kau pergi.” Ucap Pras.


Rasti pun segera tersenyum dan langsung menghubungi seseorang untuk memesan pesanannya. Sementara Pras jadi menyukai keripik yang dia makan. Menurutnya keripik itu punya cita rasa yang khas dan sangat pas dilidahnya.


***


Tiga hari berlalu lagi-lagi Rasti pergi ke Vila.


“Jangan berpikiran yang aneh-aneh mungkin dia memang hanya ingin mengunjungi Hanifa dan Ammar.” Ucap Andrew.


“Tapi pih, dia,,” ucap Celine.


“Sudahlah papi yakin putri kita sangat baik.” ucap Andrew.


Celine pun akhirnya mengalah karena dia yakin pasti suaminya itu tidak akan mempercayai dugaannya. Tapi tiba-tiba Celine tersenyum karena dia sudah memiliki ide.


***


Sementara disisi lain.


“Dek! Kenapa kita harus ke rumah sakit. ” ucap Zia karena Rasti bersikeras mengajaknya ke rumah sakit.


“Kak, aku hanya ingin melihat keponakanku dan memastikannya baik-baik saja. Mau ya? Please!” mohon Rasti.


“Huh, baiklah.” Ucap Zia pasrah karena sifat Rasti sangat mirip dengan Zea.


Sekitar 90 menit akhirnya mereka tiba dirumah sakit dan mereka langsung masuk karena Rasti sudah membuat janji lebih dulu.


“Dengan ibu siapa?” tanya dokter.

__ADS_1


“Saya Ziandra Putry Malik.” Jawab Zia.


“Nama suaminya?” tanya dokter. Tiba-tiba Zia terdiam lalu segera memandang Rasti karena dia bingung harus menjawab apa.


“Nama suaminya Prasya Pratama Mahendra dokter. Ini kakak ipar saya.” ucap Rasti tiba-tiba.


Zia pun terkejut dengan perkataan dan berbisik pada Rasti sementara Rasti hanya tesenyum saja. Pemeriksaan pun segera dimulai. Semuanya baik-baik saja. Kedua janinnya berkembang dengan baik dan sesuai usianya. Usia kandungannya sudah 18 minggu. Setelah pemeriksaan selesai mereka keluar dan menuju mobil tapi sebelum itu mereka menebus vitamin Zia dulu.


“Dek, kenapa kau membuat nama kakakku menjadi suami kakak?” tanya Zia.


“Hmm,, gak apa-apa kak. Lagian itu kan hanya formalitas saja. Kakak jangan merasa canggung.” Ucap Rasti.


“Tapi kakak jadi merasa bersalah pada kakakmu.” Ucap Zia.


“Astaga kakak, jangan merasa bersalah. Lagian kakakku tidak mengetahuinya. Pokoknya kau tenang saja. Ohiya, bulan depan kita akan datang kesini lagi. Pokoknya kakak harus rutin memeriksa kandungan kakak. Biar aku yang akan menemani kakak.” Ucap Rasti.


Mereka pun segera pulang.


***


Sebulan berlalu dengan sangat cepat, usaha Zia pun semakin berkembang. Dia juga sudah menambah karyawannya. Kandungan Zia pun sudah membesar karena dia hamil anak kembar maka kandungannya lebih besar. Semua orang di vila sudah mengetahui bahwa Zia mengandung anak kembar sehingga hal itu yang membuat mereka menjadi melarang Zia melakukan apapun. Zia pun hanya diizinkan untuk memeriksa pesanan saja.


Sementara Pras, waktunya sudah berlalu tapi karena bantuan maminya akhirnya dia bisa mendapatkan kebebasan untuk mencari gadis itu tanpa terbatas dengan waktu. Pras pun semakin rajin mencari gadis itu.


Sementara Celine semakin penasaran dengan apa yang dilakukan putrinya yang selalu menginap di vila. Akhirnya sudah dia putuskan hari ini dia harus datang ke vila. Dia pun segera mengendarai mobilnya menuju vila.


“Nyonya besar, anda datang?” tanya Ammar begitu melihat mobil majikannya.


“Iya, aku datang. Apa aku gak bisa kesini?” tanya Celine.


“Ah, bukan begitu nyonya. Hanya saja kami tidak diberitahu oleh nona bahwa nyonya akan berkunjung.” Ucap Ammar khawatir.


“Ini? Apa Ammar? ZP Keripik? Apa ini usaha teman Rasti?” tanya Celine.


Belum juga Ammar menjawab, tiba-tiba keluar Zia, “Paman siapa yang datang?” tanya Zia.


Seketika suasana jadi hening.


“Siapa ini Ammar?” tanya Celine.


“Nyonya ini,,”


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻


__ADS_2