
Seminggu kemudian, kini di rumah Pras dan Zia di adakan ulang tahun si kembar yang hanya mengundang orang-orang terdekat saja. Ulang tahun si kembar tahun ini di buat lebih meriah dari ulang tahun sebelumnya dan tidak lupa juga Pras dan Zia menyumbang ke yayasan yatim piatu atas nama si kembar.
“Aaahh,, selamat ulang tahun sayang!” ucap Rasti kepada keponakan cantiknya.
“Hmm,, untukmu juga boy selamat ulang tahun.” Lanjut Rasti kepada keponakan gantengnya.
Faris yang juga di undang ke acara itu pun segera mendekati Rasti begitu dia melihatnya.
“Hay boy, girl selamat ulang tahun.” Ucap Faris segera menyamakan tingginya dengan dua balita di depannya itu.
Rasti pun hanya menoleh sekilas kepada Faris yang tiba-tiba saja sudah di dekatnya, “Kamu sangat cantik sayang.” puji Faris kepada Zayyah.
“Tapi aunty kalian lebih cantik!” lanjut Faris lalu menatap Rasti dengan tersenyum.
Rasti hanya diam saja tanpa memperdulikannya.
“Hmm,, Boo apa kita mengganggu mereka?” tanya Zea kepada sang suami.
__ADS_1
“Tentu saja gak dear.” Jawab Lian.
Rasti pun segera berdiri lalu pergi dari sana, “Kak Faris apa tidak ingin mengejarnya?” tanya Zea tersenyum.
“Hmm,, boy, girl uncle pergi dulu yaa mau ngejar aunty kalian. Tolong doa-in agar berhasil.” Pinta Faris kepada si kembar lalu dia segera pergi menyusul Rasti yang kini sedang mengambil makanan.
Lian dan Zea pun hanya tersenyum lalu segera mengucapkan selamat ulang tahun kepada keponakan kembar mereka itu.
“Aunty, apa ada adik di sini?” tanya Zayyah sambil menunjuk perut Zea.
Zea pun terkejut pasalnya dia belum memberi tahu kepada keponakannya itu, “Iya sayang ada adik di sini tapi dari mana Zayyah tahu ada adik di sini?” tanya Zea balik.
“Kamu juga tahu?” tanya Zea dan langsung mendapat anggukan dari Zayyan.
“Ouh kakak awas kau.” Ucap Zea sementara Lian hanya tersenyum.
“Aunty, boleh gak adik yang di perut Aunty cewe?” pinta Zayyah dengan mata puppy eyes.
__ADS_1
Zea pun hanya tersenyum, “Dia masih sangat kecil sayang. Aunty saja gak tahu dia cewe atau cowo. Kenapa Zayyah pengen dia cewe?” tanya Zea.
“Agar Zayyah punya teman nanti.” Jawabnya.
“Hmm,, lalu bagaimana jika dia cowo? Apa Zayyah tidak menyukainya?” tanya Zea lagi.
“Zayyah juga menyukainya tapi bisakah Aunty minta sama Allah agar dia cewe.” Balas Zayyah.
“Sayang, kita memang bisa minta sama Allah tapi jika Allah hanya memberikan cowo kita tetap harus menerimanya kan?” ucap Lian.
Zayyah pun mengangguk, “Sudah dek kana da kakak yang akan menemanimu bermain.” Ucap Zayyan membujuk Zayyah.
Zayyah pun melihat sang kakak, “Tapi kakak gak mau kan di ajak main boneka.” Timpal Zayyah.
“Hmm,, nanti kakak akan menemanimu deh.” Ucap Zayyan ragu.
“Janji?” ucap Zayyah. Zayyan pun hanya mengangguk seketika Zayyah tersenyum. Zayyan itu memang selalu menuruti keinginannya walau kadang dia menolak terlebih dahulu tapi tetap akan di turuti pada akhirnya karena Zia dan Pras sudah menanamkan sikap saling menyayangi dan menghormati kepada mereka sejak dini.
__ADS_1
Zea dan Lian yang melihat si kembar itu hanya tersenyum karena mereka kagum dengan perilaku si kembar yang sangat jarang bertengkar. Mereka kagum dengan didikan Pras dan Zia dan mereka berharap kelak jika anak mereka lahir mereka juga bisa mendidiknya seperti itu.
Tidak lama setelah itu acara inti ulang tahun si kembar di mulai, semuanya bahagia terutama si kembar yang sangat antusias dengan ulang tahun mereka. Mereka juga menerima banyak hadiah.