Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 86


__ADS_3

“Terima kasih sayang! ini hadiah yang sangat indah.” Ucap Lian mengelus perut Zea.


Zea hanya diam saja karena kesal kejutan yang dia siapkan hancur semua karena ketidakpekaan sang suami, “Huh, dasar tidak peka.” Ucap Zea cemberut.


Lian yang melihat istrinya cemberut langsung memeluk, “Kata siapa tidak peka, kakak sudah tau kok dari tadi hanya saja kakak ingin mengerjaimu balik.” Bisik Lian. Yah dia memang sudah menyadarinya begitu Zea menyuruh mengelus perutnya tapi karena dia ingin membalas perbuatan sang istri maka dia berpura-pura bodoh.


“Kakak, kau jahat. Kenapa kau melakukannya? Kau merusak kejutannya padahal aku sudah menyiapkannya. Aku pikir kau tidak peka.” Ucap Zea.


“Salah sendiri kerjain suami sendiri.” Balas Lian.


“Tapi kan kakak itu sebagai suami gak boleh dendam begitu. Rusak kan semua kejutannya.” Ucap Zea.


“Gak rusak sayang, kakak sangat menyukai kejutanmu ini. Terima kasih!!” ucap Lian menciumi pipi sang istri.


“Kak, aku sangat bahagia tahu begitu tahu bahwa aku hamil.” Ucap Zea menatap Lian.


“Kapan tahunya?” tanya Lian.


“Hmm,, tadi. Kakak dan kak Rasti memaksaku memeriksanya dan garis dua setelah itu kami segera ke rumah sakit karena aku masih belum mempercayainya.” Jelas Zea.


“Jadi tadi pergi dengan Rasti itu ke rumah sakit bukan membeli camilan?” tanya Lian.

__ADS_1


Zea pun mengangguk, “Hmm,, sudah pintar bohong yaa.” Ucap Lian.


“Hehehhh,, itu agar kejutan untuk kakak tidak berantakan tapi akhirnya aku di buat kesal dengan kakak.” Ucap Zea.


“Hehehh,, maaf sayang.” balas Lian.


“Tau ah malas dengan kakak.” Ucap Zea lalu segera berbaring.


“Hmm sepertinya kamu harus memiliki panggilan sayang deh untuk kakak karena kau hanya terus memanggil kakak dari sebelum menikah sampai sekarang. Ayo kamu pikirkan panggilan sayang untuk kakak.” ucap Lian.


“Lalu apa?” tanya Zea.


“Hmm,, bagaimana dengan suamiku?” tanya Zea.


“Itu terlalu biasa.” Jawab Lian.


“Ah sudahlah nanti di pikirkan lagi, sekarang Zea pengen tidur.” Ucap Zea.


Lian pun hanya tersenyum lalu segera mengeratkan pelukannya kepada sang istri tapi sebelumnya mereka tidur Lian memastikan dulu kehamilan Zea baik-baik saja dengan menanyakan hasil pemeriksaan tadi kepada sang istri yang ternyata kandungan Zea sudah berusia 6 minggu dan janinnya sangat sehat.


***

__ADS_1


Sementara di sisi Zia dan Pras begitu adik-adik mereka pergi mereka juga segera membersihkan diri dan membantu anak-anak membersihkan diri mereka.


“Kakak, apa adik sangat lucu?” tanya Zia kepada putra sulungnya yang terus menatap Zeyyan.


Zayyan pun hanya mengangguk, “Kamu juga sangat lucu sayang.” ucap Zia lalu mengecup kening Zayyan.


Zayyah yang melihat sang kakak di kecup oleh Zia mendekati Zia, Zia yang melihat itu pun segera mengecup kedua pipi sang putri.


“Apa ayah gak dapat kecupan juga?” tanya Pras lalu bergabung dengan sang istri dan anak-anaknya.


Zia pun tersenyum lalu mengecup pipi Pras, “Terima kasih bunda.” Ucap Pras tersenyum lalu segera menggendong sang putri ke ranjang karena kedua putranya sudah berada di ranjang.


“Kau ingin konsep seperti apa untuk ulang tahun mereka?” tanya Pras menatap Zia.


“Hmm,, aku gak tahu by.” Jawab Zia.


“Ya sudah jika begitu biar itu jadi urusanku.” Jawab Pras.


“Makasih by.” Ucap Zia.


Pras hanya tersenyum lalu akhirnya mereka segera istirahat dengan tidur berlima di ranjang itu, untung saja ranjang Pras dan Zia sangat besar hingga bisa menampung mereka.

__ADS_1


__ADS_2