
Sementara di sisi lain, “Hubby, aku tidak menyangka kisah adik-adik kita lebih unik yaa.” Ucap Zia yang kini sedang berbaring dengan berbantalkan lengan sang suami.
“Hmm,, mereka saling berkorban satu sama lain karena mereka tidak ada yang lain tersakiti.” Ucap Pras membenarkan perkataan sang istri.
“Aku masih tidak menyangka adik kecilku, adik yang selalu manja padaku, adik yang ketika dia salah selalu meminta bantuanku agar tidak di marahi oleh papa dan mama, adik yang akan menjadi ketika aku menyuruh bertanggung jawab atas papa dan mama. Kini adik kecilku itu sudah memiliki tunangan.” Ucap Zia.
“Itu tandanya dia sudah dewasa.” Ucap Pras.
“Hmm,, by aku mewakili adikku meminta maaf kepadamu karena dia sudah menyakiti adikmu.” Ucap Zia.
“Dia tidak menyakiti adikku sayang. Aku yakin adikku pasti gak sakit hati karena dia melakukan itu untuk orang yang dia sayangi. Bukankah adikmu yang lebih tersakiti karena pria yang dia cintai justru tunangan dari orang yang sudah di anggapnya kakak tapi dia rela menyakiti dirinya dan bersikap biasa saja di depan kita untuk menyembunyikan perasaannya agar dia tidak menyakiti orang lain tapi tanpa dia sadari dia akan menyakiti tiga orang sekaligus yaitu dirinya, Lian dan juga Rasti jika Lian tetap menikahi adikku, aku yakin Lian tidak akan bisa mencintai adikku dan itu akan membuat Rasti menderita. Aku justru bersyukur adikku melakukan ini karena dengan begini tidak akan ada yang tersakiti.” Ucap Pras.
__ADS_1
“Jangan khawatirkan adikku dia pasti tidak tersakiti karena dia memang tidak suka di jodohkan, dia mengambil perjodohan ini hanya karena Mami dan Papi karena memang prinsipnya dia hanya akan menikah dengan orang yang mencintainya dan juga dia cintai.” Lanjut Pras.
“Aku harap juga begitu. Mereka adalah kedua adik kita.” Ucap Zia.
“Hmm,, itu ujian untuk menguji rasa sayang antara mereka sayang. Lagian juga cinta tidak bisa di paksakan dan kita tidak bisa memilih siapa yang harus kita cintai dan mencintai kita. Cinta tak pernah salah baby.” Ucap Pras memeluk sang istri.
“Sudahlah lebih kita istirahat.” Lanjut Pras.
Seminggu berlalu, hubungan Lian dan Zea pun semakin dekat dan kini mereka lebih terbuka karena memang mereka tidak harus menyembunyikannya kepada siapa-siapa. Mereka sering keluar bersama tapi masih batas wajar karena mereka tahu bahwa mereka belum mahram.
Zea juga sering mengunjungi George karena memang George yang memintanya karena dia ingin dekat dengan calon cucu mantunya itu. Zea pun ketika mendatangi George selalu membawa makanan yang memang cocok untuk kesehatan lansia.
__ADS_1
“Alan, apa yang aku perintahkan padamu sudah selesai?” tanya Lian.
“Semuanya sudah selesai tuan. Nanti malam tuan bisa mengajaknya kesana.” Jawab Alan.
“Baiklah terima kasih Alan atas bantuanmu.” Ucap Lian sambil tersenyum menatap wanitanya yang kini tengah tersenyum di layar ponselnya.
Tiba-tiba, “Alan, apa dia sedang mengunjungi kakekku lagi?” tanyanya kepada Alan pasalnya dia belum mendapat kabar apapun dari tunangannya itu dan dia sudah bisa menebaknya karena biasanya jika Zea bersama kakeknya maka pasti akan melupakannya.
Alan pun mengangguk karena memang pengawal yang selalu mengikuti Zea mengatakan bahwa saat ini Zea ada di sana, “Huh,, aku berpikir apa aku ini tunangannya atau kakekku. Kenapa dia sangat akrab dengan kakekku bahkan mengunjunginya sedangkan mengunjungiku tidak sama sekali.” Ucap Lian.
“Ah aku harus menyusulnya. Aku tidak akan membiarkan kakek mengambil gadisku.” Ucap Lian memakai jasnya lalu keluar dengan terburu-buru. Sedangkan Alan hanya menepuk jidatnya melihat tuan mudanya itu yang bucin akut kepada tunangannya tapi dia bersyukur dengan adanya Zea tuan mudanya itu lebih hangat dan sering tersenyum dari sebelumnya.
__ADS_1