Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 147


__ADS_3

Kini Pras dan Zia sudah ada dalam mobil Zia dengan duduk kedua nya duduk di kursi penumpang karena Pras yang tidak ingin menyetir dan masih suka bermanja-manjaan dengan sang istri buktinya Pras bergelayut manja di lengan sang istri hingga membuat lengan Zia itu terasa kram.


“By, lepasin dong lenganku kram.” Ucap Zia.


Pras pun segera melepaskan lengan istrinya itu, “Maaf sayang.” ucap Pras.


“Huh, aku itu belum maafin kamu loh by tapi kamu malah membuat lenganku kram.” Ucap Zia.


“Maaf sayang, kau tenang saja aku akan segera menemukan adikku.” Ucap Pras sambil memijat lengan sang istri.


“Segera temukan dia by.” Ucap Zia.

__ADS_1


Pras pun hanya mengangguk karena memang dia mengkhawatirkan adiknya itu walau dia sudah tahu bahwa adiknya itu sudah dewasa dan sudah bisa membedakan yang mana yang baik dan buruk dan sudah pasti tidak akan melakukan sesuatu yang bodoh tapi tetap saja dia khawatir. Tapi yang membuatnya bingung saat ini yaitu kedua orang tuanya yang terlihat santai bahkan dia tidak mendapat telepon dari sang mami akan kehilangan adiknya itu sedangkan sang papi justru pergi ke CA Corp daripada perusahaannya.


“Apa mami dan papi sudah mengetahui hilangnya Rasti atau jangan-jangan mereka memang tahu keberadaan Rasti.” Batin Pras karena biasanya sang mami akan heboh jika anak perempuannya itu belum pulang dan hilang kabar tapi kini maminya itu tidak heboh seperti biasanya.


“By, apa yang kau pikirkan?” tanya Zia yang menyadari sang suami tengah melamun.


Pras pun segera mendekap kembali sang istri, “Gak apa-apa sayang. Aku hanya berpikir tentang mami saja yang tidak heboh dan menerorku akan hilangnya Rasti. Ini seperti bukan gaya mereka, pasti mereka mengetahui sesuatu.” Ucap Pras menceritakan kecurigaannya.


“Apa menurutmu mami dan papi sudah mengetahui di mana Rasti sekarang?” tanya Zia dan Pras pun hanya mengangguk.


“By, apa kamu gak lelah dari tadi memelukku? Kamu gak malu tuh bodyguardmu melihat sikap manjamu ini?” tanya Zia.

__ADS_1


Pras menggeleng, “Aku tidak ingin melepasmu sayang karena kau hari ini sangat cantik, siapa suruh dandan kaya begini. Lagian juga mereka tidak melihat kita.” Ucap Pras. Bodyguard di depannya mereka pun hanya bisa menghela nafas dan mengelus dada mereka masing-masing karena mengerti arti dari perkataan tuan bos mereka itu. Perkataan itu bermakna bahwa mereka harus buta dan tuli sekarang.


“Gak lihat gimana? Mereka lihat loh by bahkan bisa mendengar apa yang kita bicarakan dan apa tadi hubby bilang hari ini aku sangat cantik, jadi menurut hubby kemarin kemarin aku gak cantik begitu?” Ucap Zia menatap sang suami.


“Bukan begitu sayang kemarin kemarin kau juga sangat cantik tapi hari ini lebih cantik dan berdamage sekali dengan pakaianmu hari ini. Aku saja sampai ternganga melihatmu masuk ruang rapat tadi. Ahh ingin rasanya aku mengurungmu di rumah kan saat mengingatnya lagi bagaimana para dewan direksi itu memandangmu terpesona, ingin kucolok mata mereka. Kau sangat cantik sayang bahkan selalu cantik di mataku. Aku semakin mencintaimu.” Ucap Pras mengeratkan pelukannya.


“Dasar gombal dan bucin tidak tahu tempat. Emang gak malu dengan para bodyguard?” Ucap Zia.


Pras menggeleng, “Mereka gak lihat dan dengar sayang. Iya kan?” tanya Pras kepada kedua bodyguard yang ikut mereka.


“Iya tuan, nyonya kami tidak mendengar dan melihat apapun.” Jawab keduanya serempak.

__ADS_1


“Tuh dengar sendiri kan?” ucap Pras.


Zia hanya mengedikkan bahunya lalu segera turun karena mereka sudah tiba di rumah, Pras pun segera turun mengikuti sang istri dengan mengancam bodyguard itu terlebih dahulu.


__ADS_2