
“Apa?”
Celine dan Alice langsung berteriak mendengar hal itu sementara Andrew dan Gifari yang berada di samping istri mereka langsung menutup kedua telinga mereka karena mereka tidak ingin gendang telinga mereka rusak karena teriakan sang istri.
“Mami bisa gak sih gak usah teriak.” Ucap Andrew.
Celine pun menatap sang suami, “Bagaimana gak teriak coba jika mereka ahh. Kalian ulangi ucapan kalian sepertinya mami salah dengar.” Ucap Celine langsung beralih menatap Faris dan Rasti.
“Mami dan kalian semua gak salah dengar kok, kami memang sudah sepakat untuk melakukan akad dulu.” Ucap Rasti.
__ADS_1
“Apa alasannya?” tanya Pras yang dari tadi diam saja hanya mendengarkan kedua orang tua mereka dan adiknya itu bicara.
“Kalian kan tahu sebentar lagi Zea akan melakukan operasi dan kita semua tahu apa kemungkinan terburuknya. Jadi gak mungkin kan kita mengadakan pesta besar-besaran sementara ada anggota keluarga kita yang berduka walau ini masih kemungkinannya. Sedangkan kita jika melakukannya sebelum dia operasi dan memaksa dia hadir dalam pernikahan, kami takut nanti kondisinya tidak akan memungkinkan saat operasi. Selain itu juga operasinya sebentar lagi dan persiapan untuk pernikahan pasti butuh waktu walau kita tinggal kembali menghubungi vendor tapi tetap saja hasilnya tidak akan maksimal dan jika kita memundurkan tanggal operasi Zea maka kami juga takut hal ini akan semakin membahayakan nyawanya. Kami tidak ingin itu terjadi sedangkan kami ingin saat pernikahan kami nanti semuanya bahagia bukan ada salah satunya yang sedih.” Jelas Rasti.
Keluarga pun mengangguk mengerti, “Jadi apa kalian menyetujuinya?” tanya Faris menatap kedua orang tua mereka.
“Papi sih setuju-setuju aja tapi apa kalian yakin akan melakukan ini?” tanya Andrew.
“Baiklah karena kalian yakin mami juga setuju tapi bagaimana dengan calon besan?” tanya Celine menatap Alice dan Gifari.
__ADS_1
“Kami juga setuju. Jika ini yang terbaik untuk semuanya selain itu juga kita bisa mengadakan pesta untuk mereka jika Zea sudah sembuh.” Ucap Alice dan diangguki oleh Gifari.
Faris dan Rasti pun tersenyum lega, “Emm,, bagaimana dengan kak Pras dan kakak ipar?” tanya Rasti menatap Pras dan Zia.
Pras tidak menjawab tapi dia segera menatap sang istri, “Kenapa kalian melakuakan ini padahal kalian tetap bisa mengadakan pesta pernikahan. Kenapa hanya karena Zea kalian melakukan ini, sebelumnya kau merelakan Lian untuknya tapi ini juga--” ucap Zia tidak bisa melanjutkan perkataanya.
Rasti pun segera mendekati Zia dan langsung memeluknya, “Kak, Zea adalah adikku dan aku tidak pernah menyalahkan Zea atas semua yang terjadi padaku. Aku justru bahagia karena dengan adanya Zea aku bisa merasakan memiliki adik dan memiliki kakak perempuan sepertimu. Selain itu juga karena Zea aku bisa menemukan lelaki yang aku cintai dan juga mencintaiku dan untuk pertunanganku dengan tuan Lian sebelumnya sepertinya kami memang tidak berjodoh dan aku hanya menjadi perantara adikku menemukan jodohnya. Jadi jangan pernah merasa bersalah kepadaku karena aku sangat menyayangi Zea. Dia adalah adikku!” ucap Rasti.
“Tapi tetap saja kau lagi-lagi melakukan ini demi Zea.” Ucap Zia.
__ADS_1
“Kakak! Aku menyayangimu dan juga menyayangi Zea. Kalian adalah kakak dan adikku. Jangan pernah mengatakan bahwa aku melakukan ini demi siapapun karena aku melakukan ini untuk diriku, dengan begini aku bisa segera menikah dengan priaku.” Ucap Rasti tersenyum menatap Faris. Faris pun tersenyum membalasnya.