Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 90


__ADS_3

“Hmm, baiklah saya langsung saja. Saya ingin mengajak nona Rasti untuk pergi bersama menghadiri undangan jamuan makan malam perusahaan C. Apa nona Rasti bersedia?” tanya Faris.


Rasti pun diam harus menyetujuinya atau tidak, “Kenapa anda ingin mengajak saya?” tanya Rasti balik.


“Karena saya hanya ingin mengajak nona Rasti saja.” Balas Faris.


“Hmm,, saya akan menyetujuinya tapi dengan syarat anda datang langsung ke kantor saya sekarang dan mengatakannya di hadapan saya.” ucap Rasti.


“Beneran? Janji? Apa perkataan nona Rasti bisa di percaya?” tanya Faris tersenyum.


“Terserah kalau gak percaya.” ucap Rasti lalu langsung memutuskan sambungan teleponnya.


“Aku yakin dia tidak akan melakukannya.” Ucap Rasti tapi jauh di lubuk hatinya dia berharap bahwa Faris akan datang.


Sementara Faris kini dia sudah di parkiran mengambil mobilnya dan segera melajukannya ke perusahaan CA Corp. Dia begitu Rasti mengatakan syaratnya langsung memakai jasnya dan keluar ruangannya. Begitu Rasti memutuskan sambungan telepon dia sudah di dalam lift, Reno yang melihat Faris terburu-buru mengejarnya untuk menanyakan kemana tujuan tuannya itu tapi dia terlambat karena Faris sudah pergi begitu dia tiba di lantai bawah.

__ADS_1


***


Kurang lebih 30 menit, Faris sudah tiba di perusahaan CA Corp. Dia pun segera menuju meja resepsionis.


“Apa saya bisa bertemu dengan nona Rasti?” tanya Faris.


“Anda siapa ya?” tanya resepsionis wanita itu yang terpesona dengan Faris.


“Katakan saja Faris ingin bertemu.” Ucap Faris.


Gaby yang mengambil sesuatu di lantai bawah dan melihat Faris segera mendekatinya, “Tuan Faris anda di sini?” tanya Gaby.


Gaby pun tersenyum lalu mengangguk, “Tentu saja boleh tuan.” Jawab Gaby lalu segera mengarahkan Faris menuju ruangan Rasti yang berada di lantai 6.


Tok tok tok

__ADS_1


“Masuk!” jawab Rasti.


“Silahkan tuan.” Ucap Gaby mempersilahkan Faris masuk. Faris pun segera masuk ke dalam ruangan Rasti, ini kali pertama dia datang ke sini karena selama mereka bekerja sama mereka hanya bertemu di restoran.


“Gaby, ada apa?” tanya Rasti tanpa melihat siapa yang masuk dan tetap fokus pada dokumen di hadapannya.


Faris pun hanya diam tidak menjawab dan hanya mendekati Rasti yang ada di meja kerjanya, “Gaby, ada apa?” ulang Rasti lalu melihat siapa yang datang.


Seketika dia terdiam melihat siapa yang datang karena dia tidak menyangka, “Ada apa nona Rasti? Apa anda melihat sesuatu yang salah?” tanya Faris tersenyum.


Rasti pun akhirnya sadar, “Emm,, tuan Faris silahkan duduk.” Ucap Rasti mempersilahkan Faris duduk.


“Saya gak datang ke sini hanya untuk duduk nona Rasti, saya datang kesini untuk menagih janji anda setengah jam yang lalu.” Ucap Faris sambil melihat jam tangannya.


Rasti pun terdiam lagi karena memang dia tidak menyangka bahwa Faris datang, “Tuan lebih baik duduk dulu. Untuk hal itu nanti akan kita bicarakan.” Ucap Rasti.

__ADS_1


“Gak sebelum anda menyetujuinya. Jadi apakah nona Rasti bersedia menemani saya datang ke jamuan makan malam itu?” tanya Faris.


Rasti terdiam, “Kenapa anda tidak ingin menepati janji yang anda buat? Jika memang bukan karena janji apa anda tidak bisa melakukannya karena kita sama-sama membutuhkan pasangan untuk datang ke jamuan makan malam itu? Bukankah nona Rasti juga mendapatkan undangannya?” tanya Faris karena dia sudah melihat undangan untuk Rasti.


__ADS_2