Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 118


__ADS_3

Zia yang melihat perubahan ekspresi di wajah sang suami pun segera bangkit lalu duduk di hadapan sang suami, “By, aku tidak punya musuh siapapun dan aku tidak pernah mencari masalah dengan siapapun. Sudahlah jangan terlalu khawatir sepertinya itu hanya orang iseng.” Ucap Zia.


“Tapi,,” tolak Pras yang masih saja khawatir dengan sang istri pasalnya pesan ancaman itu terlalu mengerikan jadi menurut pemikirannya ini pasti tidak sesederhana seperti pikiran sang istri.


“Tenang by jangan khawatir.” Ucap Zia lalu mengecup pipi yang suami sekilas untuk menenangkan suaminya itu.


“Tapi kamu beneran gak punya musuh kan?” tanya Pras lagi.


Zia menggeleng, “By, aku ini wanita baik mana mungkin punya musuh.” Balas Zia tersenyum.

__ADS_1


“Baby aku khawatir padamu tapi kau hanya menganggap ini lelucon. Bagaimana jika pesan-pesan itu memang benar dari seseorang yang membenci kita. Aku tahu kau wanita baik dan tidak mungkin mencari masalah dengan seseorang tapi aku. Aku punya banyak musuh baik dari kalangan pesaingku maupun dari seseorang dari masalaluku.” Ucap Pras mencurahkan keluh kesahnya.


Zia pun terdiam dan mulai memikirkan perkataan sang suami, “Apa hubby mencurigai seseorang?” tanya Zia.


“Huh, aku juga gak tahu sayang. Aku tidak bisa menduganya tapi sepertinya seseorang itu pasti berkaitan dengan diriku dan dia mengancamku melalui dirimu karena dia mungkin tahu bahwa kau dan anak-anak adalah kelemahanku.” Balas Pras.


Zia pun segera memeluk sang suami, “Tenang saja by jika itu memang benar pesan ancaman itu dari salah satu pesaingmu dan juga salah satu dari masalalumu. Aku janji akan selalu mendampingimu dan kita akan melewati ini bersama.” Ucap Zia sambil menepuk bahu sang suami.


Zia pun melepaskan pelukan mereka lalu menatap sang suami, “Aku pasti akan melakukan itu. Aku hanya akan mempercayaimu saja suamiku dan aku harap kepercayaan itu tidak akan kau lukai.” Ucap Zia.

__ADS_1


Cup


Pras pun segera mengecup bibir sang istri, “Tentu saja baby. Aku pasti tidak akan menghianati kepercayaanmu karena hanya orang bodoh yang akan melukai istri sebaik dan sesempurna dirimu.” Ucap Pras.


Zia pun tersenyum, “Terima kasih by. Yaa sudah daripada kita memikirkan pesan itu lebih baik kita istirahat ini sudah malam dan hubby juga besok akan bekerja. Aku juga harus memeriksa Celine Foundation.” Ucap Zia.


Pras pun mengangguk dan akhirnya mereka pun berbaring dan Zia berbantalkan lengan sang suami serta Pras juga memeluk istrinya itu sampai Zia tertidur. Sementara dia masih tetap memikirkan pesan ancaman yang masuk ke ponsel sang istri. Akhirnya karena dia masih mengkhawatirkan keselamatan istri dan ketiga anaknya, dia pun segera mengirimkan pesan kepada Hans untuk menyelidiki nomor yang mengirim pesan kepada istrinya itu.


“Aku akan memastikan kamu dan anak kita baik-baik saja. Aku tidak akan sanggup melihat kalian terluka. Kalian itu hidupku, aku rela kehilangan apapun tapi jangan kalian.” Ucap Pras lalu mengecup kening sang istri dan segera menyusul sang istri untuk tidur sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Zia yang sebenarnya hanya pura-pura tidur pun tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. Dia memang belum tidur karena dia tahu suaminya itu masih khawatir dan tentu saja semua yang dilakukan oleh suaminya yang menelpon asistennya tidak luput dari pandangannya, “Aku akan selalu mendukungmu suamiku dan jangan takut kita pasti akan bisa melewati ini. Aku bangga punya suami seperti dirimu.” Batin Zia tersenyum lalu dia segera tidur.


__ADS_2