Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 73


__ADS_3

“Sayang, sini!” ucap Lian mengajak istrinya itu untuk berbaring di sampingnya.


Zea pun menurut lalu segera duduk di samping suaminya, “Kenapa?” tanya Zea.


“Gak, aku hanya ingin memelukmu.” Ucap Lian segera memeluk Zea.


Zea pun membiarkan suaminya itu memeluknya karena jika memang suaminya itu akan meminta haknya malam ini Zea akan memberikannya.


“Sayang!” panggil Lian.


Zea pun menatap suaminya itu hingga kini mereka saling bertatapan, Lian pun tersenyum lalu entah kenapa dia sudah tidak bisa menahan diri untuk mencium bibir merah jambu istrinya itu, dia pun segera mendekatkan wajah mereka. Zea yang melihat itu sebenarnya deg-degan lalu dia hanya bisa menutup matanya. Lian yang melihat itu tersenyum.


Cup


Lian pun akhirnya mengecup bibir istrinya itu untuk pertama kalinya. Lian yang merasa Zea hanya diam saja pun mulai mengubah kecupan itu menjadi ciuman yang dalam. Zea hanya diam saja tidak membalas ciuman itu karena itu adalah ciuman pertamanya. Lian yang menyadarinya memperdalam semakin memperdalam ciuman mereka dan secara naluriah Zea mencoba membalas ciuman suaminya. Mereka larut dalam ciuman itu hingga baru berakhir begitu Lian merasa Zea hampir kehabisan nafas.


Lian pun tersenyum melihat bibir istrinya itu yang sudah merah merekah akibat ciuman mereka barusan, “Sangat manis!” ucap Lian.


Zea yang mendengarnya langsung tersipu malu. Lian pun hanya tertawa melihat istrinya yang sedang malu.

__ADS_1


“Kenapa malu sayang?” goda Lian.


“Kakak!” ucap Zea yang langsung mendapat kecupan dari Lian.


Zea pun menutup mulutnya dengan tangannya, “Kakak!” panggil Zea.


“Hmm,, ayo tidur.” Ucap Lian lalu menarik istrinya itu ke pelukannya dan mereka pun akhirnya tertidur sambil berpelukan. Tidak ada yang terjadi di antara mereka malam itu selain ciuman karena Lian ingin Zea merasa nyaman dengannya dulu.


***


Keesokkan paginya mereka terbangun lalu segera membersihkan diri dan bersiap-siap melakukan sholat subuh bersama. Setelah itu mereka segera sarapan untuk jalan-jalan menikmati keindahan kota.


“Sayang, apa kamu menyukainya?” tanya Lian. Zea pun mengangguk.


Mereka berjalan-jalan menikmati bulan madu mereka ini dengan bahagia. Tidak lupa juga mereka mengabadikan momen mereka dengan berfoto.


Tidak terasa hari telah sore kini Zea dan Lian sudah kembali ke hotel dan baru saja selesai membersihkan diri mereka.


“Kak, lihatlah kau sangat lucu di sini.” Ucap Zea tertawa melihat foto mereka di mana sang suami terlihat sangat lucu.

__ADS_1


Lian pun segera mendekat istrinya yang duduk di meja rias dan memeluknya dari belakang, “Mana coba lihat.” Ucap Lian.


“Is, sebentar kak. Zea belum puas melihatnya.” Tolak Zea.


Lian yang melihat itu pun tidak tahan mengganggu istrinya itu, dia pun segera membawa istrinya itu ke ranjang dan dia segera duduk lalu meletakkan kepalanya di bahu sang istri.


“Ayo kita lihat sama-sama.” Ucap Lian.


Zea pun mengizinkannya lalu tiba-tiba dia segera menutup layar ponselnya, “Kenapa di tutup? Ayo mana?” ucap Lian.


“Iss gak mau.” Ucap Zea.


“Ayo sayang mana?” ucap Lian lalu mengambil ponsel istrinya kemudian tersenyum begitu melihat foto dimana dia mencium pipi istrinya itu.


“Ini sangat lucu sayang.” ucap Lian lalu segera mengirim foto itu ke ponselnya.


“Kak, kembalikan. Mau ngapain sih?” ucap Zea.


Lian mengabaikan istrinya itu dan baru mengembalikannya begitu dia selesai mengirim foto itu ke ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2