Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 79


__ADS_3

“Apa aku salah dengar?” tanya Zia.


“Apa yang salah dengar kak?” tanya Rasti dengan kedua keponakan kembarnya di gandengnya karena keponakannya yang satu sedang tidur pulas.


“Sama siapa kamu kesini?” tanya Pras menatap adiknya.


Rasti pun menatap kakaknya itu heran, “Emang kenapa kak?” tanya Rasti balik.


“Kok gak ada mobil kamu di depan, kamu ke sini sama siapa?” ulang Pras.


“Ouh itu. Aku di antar oleh tuan Faris tadi karena kami baru saja meninjau proyek bersama dan aku tidak membawa mobilku.” Jelas Rasti cuek.


“Faris?” tanya Pras.


“Itu loh by temannya Lian.” Jawab Zia.


“Ada hubungan apa kamu sama dia?” tanya Pras.


“Kakak kenapa sih, tentu saja hubungan kami hubungan kerja sama, emang apa lagi?” tanya Rasti balik.

__ADS_1


“Ouh kakak pikir kamu sedang pacaran dengannya.” Ucap Pras. Zia pun tertawa mendengar ucapan suaminya itu karena dia pikir suaminya itu akan memarahi adiknya tapi ternyata kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang dia duga.


“Ah, kakak ada-ada aja.” Jawab Rasti sambil menggelengkan kepalanya.


“Apa nya yang ada-ada aja. Emang gak boleh kamu pacaran dengan Faris? Kakak merestuimu.” Ucap Pras berlalu menuju kamar untuk membersihkan diri.


Rasti hanya menanggapi ucapan kakaknya itu dengan malas, “Kakak ipar apa kakakku itu salah minum obat?” tanya Rasti.


Zia hanya tersenyum, “Gak kok, kakakmu itu hanya ingin adiknya segera menikah juga.” Ucap Zia.


“Ouh kakak ipar apa kau juga tidak mempercayaiku? Aku dan tuan Faris tidak memiliki hubungan selain kerja sama.” Ucap Rasti.


“Sekarang mungkin tidak tapi kita tidak tau nanti.” Ucap Zia tersenyum lalu berlalu menyusul sang suami ke kamar.


“Ahh,, kenapa aku jadi memikirkannya.” Ucap Rasti berteriak yang di pandang oleh Zayyan dan Zayyah dengan tanda tanya.


Seketika Rasti sadar dengan apa yang dia lakukan dia pun tersenyum kepada keponakan kembarnya itu yang terlihat bingung melihatnya.


***

__ADS_1


Sementara di sisi lain, “Tuan, ini dokumen yang harus anda tanda tangani.” Ucap Reno menyerahkan dokumen di tangannya.


“Terima kasih Ren.” Ucap Faris lalu meletakkan ponselnya dan segera melihat dokumen-dokumen itu.


Reno yang penasaran dengan apa yang di lihat oleh tuan mudanya itu di ponselnya melirik ponsel tuannya yang masih menyala dan ternyata hanya foto Rasti yang di ambilnya diam-diam.


“Apa yang kau lihat? Apa kau tidak punya pekerjaaan?” tanya Faris lalu segera membalikkan layar ponselnya.


Reno pun hanya bisa cengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena ketahuan mengintip ponsel tuannya, “Tuan saya punya pertanyaan kecil saya harap tuan bersedia menjawabnya.” Ucap Reno ragu.


“Katakan?” ucap Faris sambil membaca dokumen.


“Apa anda dan nona Rasti memiliki sedang menjalin hubungan?” tanya Reno memberanikan diri.


Faris pun menatap asistennya itu, “Sekarang mungkin belum tapi kita tidak tau nanti.” Jawab Faris tersenyum mengingat wajah kesal Rasti saat di jahilinya.


“Apa tuan yakin menyukai nona Rasti dengan tulus?” tanya Reno.


“Kenapa kau bertanya begitu?” tanya Faris balik.

__ADS_1


“Yah karena sebulan yang lalu anda menyukai nona Zea dan sekarang anda menjadikan foto nona Rasti sebagai wallpaper ponsel anda. Jadi apakah anda memang sudah melupakan nona Zea?” tanya Reno lagi.


Faris pun mencerna ucapan asistennya itu lalu dia tersenyum.


__ADS_2