
Rasti pun kembali menyuapi satu sendok lagi makanan kepada Faris, “Ayo buka mulutnya!” ucap Rasti menatap tajam Faris. Faris pun mau tak mau membuka mulutnya.
“Kamu juga makan.” Ucap Faris.
“Aku udah kenyang.” Jawab Rasti.
“Kenyang bagaimana sedang makanan di sini saja belum setengah. Ayo makan sama-sama!” ucap Faris menahan lengan Rasti saat dia menyuapkan makanan lagi kepadanya.
“Iya-iya bawel.” Ucap Rasti dan Faris pun tersenyum lalu membuka mulutnya dan Rasti pun segera menyuapinya.
“Apa yang kamu cari?” tanya Faris yang melihat Rasti mencari sesuatu.
“Hmm sendok? Apa tidak ada sendok lain di sini?” tanya Rasti masih memeriksa makanan di hadapannya itu untuk mencari sendok.
“Apa gak ada?” tanya Faris dan Rasti menggeleng.
“Sudah pakai ini saja mungkin mereka lupa meletakkannya. Ayo makan pakai sendok ini saja.” Ucap Faris mengambil sendok dari tangan Rasti dan mengisinya dengan makanan lalu menyodorkannya kepada Rasti.
__ADS_1
“Aaa ayo makan!” ucap Faris.
“Gak,,” tolak Rasti.
“Kenapa? Apa kamu jijik karena itu bekas saya?” tanya Faris.
Rasti pun menggeleng, “Bukan karena itu hanya saja,,” ucap Rasti.
“Sudah ayo makan.” Ucap Faris menyuapkannya dan Rasti pun mau tak mau membuka mulutnya. Faris pun tersenyum lalu segera menyuapkannya.
“Tuan apa anda gak tahu,,” tanya Rasti ragu sebelum membuka mulutnya.
“Gak tahu apa?” tanya Faris.
“Gak gak ada.” Ucap Rasti lalu membuka mulutnya dan Faris pun hanya tersenyum dan seperti tadi setelah dia menyuapi Rasti dia pun menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri menggunakan sendok yang sama dan hal itu tidak luput dari pandangan Rasti.
“Kenapa kamu menatap saya seperti itu?” tanya Faris begitu menyadari bahwa Rasti menatapnya.
__ADS_1
“Gak ada kok. Kamu makan saja.” Ucap Rasti.
“Gak kamu makan juga.” Tolak Faris lalu menyuapi Rasti lagi. Akhirnya mereka makan bersama dengan menggunakan sendok yang sama.
“Ahh Alhamdulillah kenyang.” Ucap Faris setelah meminum air dan tentu saja di gelas yang sama dengan Rasti. Sementara Rasti membersihkan sisa makanan mereka.
Setelah selesai membersihkan bekas makanan mereka Rasti pun segera kembali ke kursi kerjanya tapi lengannya di tahan oleh Faris, “Kenapa?” tanya Rasti.
“Gak ada hanya saja makanan tadi terasa sangat enak karena mungkin ada bekas bibirmu. Terima kasih sudah mau makan bersama dan terima kasih juga untuk kissing kita yang tidak langsung itu. Kau tenang saja mungkin hari ini kissingnya secara tidak langsung tapi setelah kita menikah nanti aku akan mewujudkannya.” Ucap Faris tersenyum sementara Rasti menatap Faris seperti orang bodoh karena dia pikir Faris memang betul tidak tau dan ternyata dia hanya di kerjai oleh pria itu.
“Kenapa kamu menatap saya seperti itu dan oh kenapa wajahmu memerah?” goda Faris.
“Tau ahh malas ngomong dengan anda.” Ucap Rasti lalu segera melepaskan genggaman tangan Faris dan segera pergi ke kursi kerjanya dan duduk di sana.
“Hahhahh,, apa kamu pikir saya bodoh yang tidak tahu hal sepele seperti itu.” Ucap Faris tertawa. Rasti pun hanya menatap pria itu dengan malas karena sudah di bohongi oleh pria itu dan dengan bodohnya dia juga tertipu.
“Ahh,, menyebalkan! Tuan Faris yang terhormat lebih baik anda sekarang cepat pergi dari sini sebelum saya mengusir anda.” Ucap Rasti kesal.
__ADS_1