Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 92


__ADS_3

Singkat cerita, kini Faris dan Rasti sudah tiba di tempat acara makan malam itu di adakan. Faris dan Rasti pun segera masuk ke dalam dengan berjalan bersama setelah memperlihatkan bukti mereka di undang.


Pras, Zia, Zea dan Lian yang melihat kedatangan Faris bersama Rasti pun kaget dan segera mendekati mereka, “Wow, apa ada yang tidak kami ketahui?” goda Lian.


“Hmm,, kenapa harus ketemu kalian di sini.” Ucap Rasti.


“Sudahlah dek, kita sama-sama datang ke sini karena undangan tapi lupakan itu karena kalian lebih penting. Kenapa bisa datang ke sini bersama?” tanya Zia.


“I-itu karena kami juga di undang.” Jawab Rasti.


“Benarkah begitu Faris?” tanya Pras.


“Hahah,, tuan Pras apa anda tidak percaya dengan jawaban adik anda sendiri?” tanya Faris.


“Bukan tidak percaya hanya saja aku ingin mendengar cerita versimu?” ucap Pras.


“Kami datang ke sini bersama karena kami membutuhkan pasangan satu sama lain untuk menghadiri undangan ini.” jawab Faris.


“Hanya itukah?” tanya Pras lagi.


“Emang apa lagi.” Balas Rasti.


“Kok, aku merasa bahwa kak Rasti tidak puas dengan ucapan tuan Faris.” Ucap Zea tersenyum.


“Dek, jangan menggoda kakak.” Ucap Rasti.

__ADS_1


“Hahha,, maaf!” ucap Zea.


“Sebenarnya undangan ini hanya alasan. Saya memang ingin pergi dengannya.” Ucap Faris kemudian yang langsung mendapat senyuman dari Pras dan Lian.


“Baiklah kami percaya.” ucap Zia. Lalu mereka pun segera bergabung dengan undangan yang lain.


Tiba-tiba ada yang menarik Faris, “Siapa dia?” tanya Alice sang mami yang dari memperhatikan sang putra.


“Mami kenapa sih menarik Faris begitu.” Ucap Faris.


“Gak usah mengalihkan topic. Jawab siapa gadis itu?” tanya Alice lagi.


“Apa dia gadis yang kau sukai?” tanya Gifari.


“Mih, aku memang menyukainya tapi dia tidak menyukaiku.” Jawab Faris.


“Hah? Sungguh? Emang apa yang kurang darimu sehingga dia tidak menyukaimu? Apa kau kurang tampan atau kurang kaya?” tanya Alice kaget.


“Mih, apa mami tidak mengenalnya? Dia adalah presdir CA Corp saat ini.” ucap Faris.


“CA Corp? Apa dia pewaris yang menggantikan nona Celine?” tanya Gifari.


“Yah, dia adalah putrinya.” Jawab Faris.


“Huh, pantas saja. Dia terkenal dengan sifat cueknya tapi mami menyukainya. Kamu harus mendapatkannya untuk jadi menantu mami. Awas saja jika tidak.” Ancam Alice.

__ADS_1


“Apa mami merestuinya karena dia presdir CA Corp?” tanya Faris.


“Hey, apa kau pikir aku gila harta. Walau memang perusahaan mereka jauh lebih kaya dari kita tapi aku juga tidak ingin menikahkan putraku hanya untuk hubungan bisnis.” Ucap Alice.


Faris pun segera memeluk maminya itu, “Terima kasih mih.” Ucap Faris.


“Sudahlah ayo sana kau pergi kesana nanti mereka akan mencarimu. Ohiya semangat untuk memenangkan hatinya. Mami mendukungmu.” Ucap Alice.


“Semangat nak jika kau butuh bantuan kami segera beritahu dan segera bawa dia ke rumah.” Ucap Gifari.


“Terima kasih pih, mih. Aku kesana dulu.” Ucap Faris lalu segera bergabung dengan Rasti dan yang lainnya.


“Dari mana?” tanya Rasti.


“Kenapa? Apa kau merindukanku?” goda Faris.


“Huh, sudahlah.” Ucap Rasti.


“Jangan gambek dong, dari bicara sama papi dan mami.” bisik Faris.


Rasti yang mendengarnya kaget, “Apa orang tua anda ada di sini juga?” tanya Rasti.


Faris pun mengangguk, “Apa kau ingin menemui mereka?” goda Faris.


Rasti segera menggeleng, Faris pun tersenyum, “Jika begitu bersikaplah normal agar mereka tidak curiga.” Bisik Faris menunjuk Pras, Zia, Zea dan Lian.

__ADS_1


__ADS_2