
Tiga tahun berlalu dengan sangat cepat, kini tidak terasa ketiga keluarga itu sudah memiliki keluarga kecil mereka masing-masing.
Zia dan Pras sibuk dengan ketiga anak mereka yang sedang dalam masa aktif-aktifnya apalagi si bungsu Zeyyan yang ikut dengan kegilaan si kembar yang begitu menyukai teknologi di usia mereka yang baru lima tahun tujuh bulan itu padahal dia baru berusia 4 tahun lebih.
“Ini salahmu loh by yang mengizinkan si kembar memiliki guru begitu, lihatlah Zeyyan jadi ikut-ikutan kan. Varo dan Vero pun menjadi terjangkit penyakit mereka.” Ucap Zia.
“Sudahlah sayang, kita juga gak bisa melarang mereka. Yang bisa kita lakukan hanya mendukung bakat mereka mana daripada mereka melakukan itu diam-diam. Kita seharusnya bersyukur mengetahuinya dan bisa mengontrol mereka.” Ucap Pras.
“Iya tapi tetap saja aku tidak menyangka mereka akan seperti ini mana kau juga membuat lab untuk mereka lagi. Huh, aku pusing menghadapi tiga anakmu itu.” ucap Zia.
Pras pun hanya tersenyum lalu memeluk istrinya itu, “Itu salahkan juga sayang kamu yang cerdas hingga genmu menurun pada mereka.” Ucap Pras.
“Gen apa-an, ini jelas-jelas genmu karena aku tidak menyukai teknologi seperti itu.” balas Zia.
“Yaya aku akui sayang, baiklah jangan marah.” Ucap Pras lalu mengecup kening sang istri.
“Iya di maafin tapi jangan ngambil kesempatan dalam kesempitan juga.” Ucap Zia lalu segera keluar dari kamar mereka berkumpul dengan yang lain di taman belakang.
“Dimana anak-anak?” tanya Zia karena tidak melihat keberadaan anak mereka di sana.
“Kami di sini bunda.” Jawab Zayyan dan Zayyah.
“Bunda pikir kalian ada di lab lagi.” Timpal Zia.
“Mereka baru saja dari sana kak.” Ucap Rasti.
“Ouh God sepertinya mereka sangat mencintai tempat itu.” ucap Zia.
“Tentu saja kak, Varo dan Vero saja menyukai tempat itu.” timpal Zea.
“Ra, kamu jangan izinkan Queen dan King mengikuti kegilaan mereka.” Ucap Zia segera menggendong King anak kedua Rasti dan Faris yang genap berusia satu tahun itu.
__ADS_1
“Tapi kami justru ingin mereka bergabung kakak ipar.” Ucap Faris.
“Yah kakak ipar kami menyukai kegilaan anak kalian.” Ucap Lian.
“Ouh God.” Ucap Zia pusing.
“Kenapa dengan kakak ipar kak?” tanya Rasti kepada Pras.
“Biasa pusing dengan anak-anak.” Jawab Pras.
“Apa karena Zeyyan lagi?” tanya Rasti dan Pras mengangguk.
“Aku mengerti kekhawatiran kakak karena walau aku menyukai Varo dan Vero mengikuti mereka tetap saja aku khawatir.” Ucap Zea.
“Mereka akan baik-baik saja dear.” Ucap Lian.
“Sudahlah kita nikmati ini.” ucap Faris mengalihkan topik.
***
Sekedar info para asisten mereka juga sudah menikah. Hans dan Indira menikah setelah dua bulan pesta pernikahan Faris dan Rasti lalu di susul oleh Alan dan Gaby sebulan kemudian dan di akhiri oleh Reno dan Shani seminggu kemudian dari pesta pernikahan Alan dan Gaby. Ketiga pasangan asisten itu pun sudah memiliki anak. Hans dan Indira memiliki dua putri. Alan dan Gaby memiliki anak sepasang begitu juga dengan Reno dan Shani. Mereka tetap masih bekerja sebagai asisten dari para bos mereka. Istri Hans juga menjadi asisten dari Zia.
***
Info selanjutnya yaitu, Rasti dan Faris memiliki satu putri dan satu putra seperti harapan si kembar Zayyan dan Zayyah dan seperti janji Rasti dia menamai kedua anaknya itu dengan sebutan Queen dan King. Rasti melahirkan putri pertamanya setelah setahun pernikahan mereka yang di beri nama Marsha Queen Gifari lalu dua tahun kemudian melahirkan sang putra yang di beri nama Marcel King Gifari. Setelah itu Faris sudah tidak mengizinkan lagi Rasti untuk hamil karena baginya dua anak cukup.
Sementara Lian dan Zea pun hanya memiliki si kembar saja karena kondisi jantung Zea dia sudah tidak bisa hamil lagi walau dia sangat menginginkan kehadiran seorang putri tapi Lian tentu saja tidak ingin melihat penderitaan istrinya lagi. Dia tidak ingin melihat Zea kesakitan dan koma lagi. Zea kadang cemburu jika melihat Zayyah dan Queen tapi Lian selalu bisa membahagiakan Zea dengan cara lain. Zia dan Rasti pun menyuruh putri mereka memanggil Zea dengan sebutan mama agar Zea tidak merasa bahwa dia tidak memiliki putri. Berkat itulah Zea tidak sedih lagi karena dia menganggap Zayyah dan Queen putrinya. Penyakit Zea memang sudah sembuh tapi tetap saja dia tidak bisa hamil lagi untuk kesembuhannya.
Ohiya sekedar info lagi George sudah meninggal setahun lalu karena penyakitnya dan umurnya yang memang sudah waktunya pergi. Dia pergi dalam keadaan bahagia karena di sayangi oleh cucunya dan semua harapannya telah di kabulkan. Zea dan Lian pun sudah menetap tinggal di kediaman mereka tapi tetap saja Mansion keluarganya tetap ada dan tidak di jual karena di sana Lian bisa melihat kenangan kakeknya dan kedua orang tuanya. Dia selalu menempatkan pelayan untuk membersihkannya dan merawat Mansion itu.
ZP Keripik usaha yang di bangun oleh Zia dan Rasti pun tetap di kelola oleh Zea dengan di bantu oleh Hanifa dan Ammar. ZP Keripik pun semakin terkenal dan selalu dikembangkan karena itu seperti lambang cinta dari Zia dan Pras yang mempertemukan keduanya dan juga bisa di sebut ZP Keripik jugalah yang membantu Lian bertemu dengan Zea. Jadi karena hal itu ZP Keripik selalu di kembangkan sehingga menjadi industry penghasil camilan terbesar dan terkenal di kalangan masyarakat.
__ADS_1
Sementara Zia dia sibuk mengurus Celine Foundation warisan sang mami serta sibuk dengan kliniknya. Kalau Rasti dia sibuk dengan perusahaannya dan para suami tentu saja sibuk mengembangkan bisnis mereka masing-masing. Walaupun mereka sibuk dengan urusan masing-masing tapi mereka tetap menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan atau keluarga dengan setiap weekend menyempatkan berkumpul dengan keluarga.
Kehidupan ketiga pasangan itu berjalan dengan sangat bahagia dengan segala permasalahan masing-masing tapi mereka tetap bisa melewatinya karena adanya kepercayaan.
***
...( Suatu kesalahan bisa menjadi suatu kebahagiaan jika kita mampu berdamai dengannya, mungkin kita merasa hancur karenanya, planning yang sudah kita rencanakan hancur begitu saja tapi jika kita bisa berdamai dengan hal itu yakinlah akan ada jalan keluarnya. Tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua kepada orang yang sudah menghancurkan masa depan kita karena kebahagiaan itu butuh kesempatan jika ingin mendapatkannya --- Ziandra Putry Malik )
...
...( Perbaikilah kesalahan yang kau lakukan dan jangan pernah ulangi lagi karena percayalah hati yang dilukai tidak akan pernah bisa melupakan luka itu dan selalu berbekas. Berusahalah untuk selalu menepati janji dan memperbaiki kesalahan di masalalu dengan kebahagiaan --- Prasya Pratama Mahendra )
...
...( Merelakan seseorang yang kita cintai untuk orang yang kita sayangi lebih baik daripada harus merebutnya. Percayalah jika dia sudah di takdirkan untuk menjadi milik kita maka takdir akan mencari jalannya sendiri untuk menyatukannya --- Zeandra Putry Malik )
...
...( Tidak ada salahnya memperjuangkan seseorang yang kita cintai karena cinta memang butuh perjuangan dan pengorbanan tapi ingatlah satu hal jangan sampai apa yang kau lakukan menyakiti orang lain --- Alvan Aulian Putra )
...
...( Merelakan sesuatu yang memang bukan milik kita lebih baik daripada harus memaksanya karena sesuatu yang di paksa tidak akan berakhir baik. Percayalah takdir di masa depan pasti akan lebih baik dan pasti akan di gantikan dengan sesuatu yang lebih indah --- Prasti Permata Mahendra )
...
...( Kepekaan akan suasana sekitar sangatlah di perlukan karena tidak semua yang di lakukan di dunia ini harus di katakan, akan ada waktunya saat sesuatu tidak harus dikatakan. Kenalilah orang yang kau cintai dan butuhkan dalam hidup ini agar kau tidak akan menyesalinya nanti --- Faris Hayyan Gifari )
...
...__Tamat__
__ADS_1
...