Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 111


__ADS_3

“Tuan Faris!!” teriak Rasti keras hingga membuat Gaby dan Faris refleks menutup telinganya.


“Tuan Faris apa yang anda lakukan di sini? Dan juga kenapa pakai topeng segala? Emm,, tapi yang paling penting bagaimana anda bisa ada di ruanganku?” tanya Rasti beruntun lalu meminta jawaban kepada dua orang di hadapannya itu.


Gaby yang di tatap oleh Rasti pun hanya bisa cengesan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, “Apa aku salah mengunjungi calon istriku sendiri?” tanya Faris balik.


Rasti yang mendengar hal itu hanya menatap laki-laki di hadapannya itu dengan malas, “Huh, sejak kapan saya menyutujui untuk menjadi calon istri anda. Sembuh saja belum, kini bicara calon istri segala.” Ucap Rasti sambil berlalu masuk kembali ke dalam ruangannya untung berperang dengan tumpukan dokumen yang sudah menunggunya.


Faris yang mendengar ucapan Rasti hanya tersenyum lalu segera mengikuti Rasti masuk kembali ke ruangannya, “Calon istri tungguin? Masa iya calon suami sendiri di tinggalin.” Ucap Faris lalu segera duduk di sofa yang ada dalam ruangan itu sambil menatap Rasti yang sudah duduk di kursi kebesarannya dan mulai mengambil salah satu dokumen di hadapannya.

__ADS_1


Sementara Gaby yang di tinggal sendiri di luar masih mencoba mencerna hubungan apa yang telah terjadi pada nona bosnya itu dengan pewaris Gifari Corp, “Apa aku melewatkan sesuatu?” tanya Gaby pada dirinya sendiri.


“Ahh biarkan saja lagian mereka juga cocok dan umur mereka sudah pass untuk menikah yang penting nona bos bahagia saja. Gaby ayo lebih baik kau kerjakan pekerjaanmu daripada mikirin percintaan orang lain lebih baik kau fokus saja dengan pekerjaanmu. Siapa tahu kan dengan begitu kau bisa menemukan pangeranmu. Ouh astaga kok makin halu sih, sudah ah ayo kerja.” Lanjut Gaby lalu segera ke ruangannya untuk melakukan pekerjaannya.


***


Rasti dan Faris yang di dalam yang dari tadi tidak ada pembicaraan karena Rasti yang sibuk dengan dokumen di hadapannya sementara Faris tidak ingin mengganggu pekerjaan gadisnya itu. Selain itu juga dia sangat menyukai wajah serius Rasti saat dia bekerja, menurutnya kecantikan Rasti semakin bertambah saat dia sedang serius.


“Masuk!” ucap Rasti mempersilahkan siapa yang mengetuk pintu ruangannya.

__ADS_1


“Siang nona, tuan, saya kesini hanya ingin mengantarkan pesanan tuan saja.” Ucap seorang office boy itu.


Rasti pun memandang Faris dengan seksama pasalnya dari tadi dia tidak mendengar bahwa laki-laki itu memesan sesuatu, “Hmm, bisakah kamu letakkan di situ saja. Ohiya terima kasih sudah mengantarkan ini dan ini untukmu.” Ucap Faris tersenyum sambil menyerahkan dua lembar uang seratus kepada office boy itu.


“I-ini,,” ucap office boy itu menatap Rasti.


“Kenapa kau menatap saya? Ambillah! Dia yang memberimu uang itu dan tenang saja gajimu tidak akan berkurang hanya karena menerima uang itu.” Jawab Rasti acuh tak acuh.


“Ambillah!” ucap Faris lagi dan office boy itu pun segera menerimanya dan tidak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada Faris dan Rasti lalu dia segera keluar setelah meletakkan pesanan dari Faris.

__ADS_1


“Kenapa kau memandang saya begitu calon istri? Apa ada sesuatu yang salah di wajah scalon suamimu ini?” tanya Faris tersenyum menggoda ke arah Rasti yang memandangnya.


Rasti yang di tanyai seperti itu hanya mengedikkan bahunya karena malas menjawab pertanyaan dari pria itu yang entah kapan akan pulang.


__ADS_2