
“Di belakang nona!” jawab Shani, Rasti pun segera berbalik dan dia kaget melihat siapa yang berdiri bersama pelayan dan bodyguardnya itu.
Rasti pun hanya terdiam di tempatnya tanpa berniat mendekati siapa yang dia lihat sosok yang begitu dia rindukan, “Apa kau tidak ingin menyapa calon suamimu?” teriak Faris. Yah dia adalah Faris Hayyan Gifari yang menyusulnya ke Korea.
Faris yang melihat Rasti hanya diam saja langsung mendekatinya dengan berlari kecil dan begitu di depan Rasti dia langsung memeluk gadis itu walau dia tahu apa yang dia lakukan salah tapi kerinduannya menyuruhnya melakukan itu. Cinta tak pernah salah kan?
“Aku sangat merindukanmu sayang!” ucap Faris sambil memeluk erat Rasti.
Rasti pun sedikit demi sedikit membalas pelukan Faris karena dia memang sangat merindukan pria itu. Sementara Shani dan para bodyguard Rasti dan Faris yang menjadi saksi pertemuan dua insan yang saling merindukan itu hanya diam saja.
Rasti setelah sadar apa yang mereka lakukan segera melepas pelukannya, “Apa yang kakak lakukan?” tanya Rasti menunduk malu.
“Memelukmu. Aku hanya menyalurkan rinduku.” Jawab Faris enteng.
__ADS_1
Rasti pun segera masuk ke mobilnya tapi di kursi samping pengemudi, “Kak, apa kau tidak ingin masuk?” tanya Rasti yang melihat Faris hanya terbengong dengan kepergiannya yang masuk ke mobil. Faris segera sadar lalu tersenyum dan masuk ke kursi pengemudi dan langsung mengemudikan mobil Rasti meninggalkan para bodyguard dan Shani di sana.
“Kamu mau kemana?” tanya Faris.
“Emang jika aku sebutkan aku mau kemana, kakak tahu di mana tempatnya?” tanya Rasti balik.
Faris pun segera menatap Rasti, “Gak sih. Tapi kan ada kamu yang akan menunjukkan jalannya agar aku tidak tersesat.” Jawab Faris.
“Tentu saja aku pede karena tanpa kau katakan pun aku tahu kau merindukanku dan tanpa ku minta kau pasti akan menunjukkan jalan kepadaku.” Balas Faris tanpa melihat Rasti.
“Ihh pedenya ketinggian.” Ucap Rasti.
“Aku pede karena aku sangat yakin dengan yang aku katakan.” Ucap Faris tersenyum.
__ADS_1
“Jika memang kakak tahu merindukanmu. Kenapa baru menyusulku sekarang?” tanya Rasti menatap Faris.
Faris pun segera menepikan mobilnya lalu menatap Rasti, “Aku akui aku bodoh karena baru menyusulmu tapi itu semua aku lakukan untuk menghormati keinginanmu.” Balas Faris.
“Dasar bodoh!” ucap Rasti yang matanya mulai memerah.
Faris pun segera meraih tangan Rasti dan menggenggamnya, “Aku memang bodoh! Aku pikir dengan menghormati keinginanmu aku telah melakukan yang terbaik tapi ternyata aku justru melakukan sesuatu yang membuat kita tersiksa satu sama lain.” Ucap Faris.
Rasti pun menatap Faris dengan seksama dan dia baru menyadari bahwa pria itu terlihat kurus dan kantung matanya yang menebal. Yah Faris sebelum di minta Zia untuk menyusul Rasti sudah membersihkan dirinya dengan baik dan kemarin dia tidak masuk kantor hanya tidur saja agar nanti kantung matanya tidak begitu terlihat jelas. Hal itu pun atas permintaan Zia yang merasa kasihan dengan calon adik iparnya itu yang sudah tidak terurus. Zia butuh waktu 15 menit saja menjelaskan kepada Faris hingga mau menyusul Rasti ke Korea.
“Kakak apa kau tidak istirahat dengan baik? Kenapa kau sangat kurus begini dan kantung mata ini?” ucap Rasti menunjuk wajah Faris.
“Aku suka perhatianmu!” balas Faris lalu segera melajukan mobilnya kembali menuju taman tadi di mana Rasti pergi.
__ADS_1