Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 32


__ADS_3

“Cepat bicaralah! Saya tidak punya banyak waktu.” Ucap Zea begitu laki-laki di hadapannya itu selesai makan.


Lian yang mendengar itu tidak marah justru tersenyum, “Baiklah, tapi bisakah kita saling mengenal nama dulu.” Ucap Lian.


Zea pun menghela nafasnya, “Banyak maunya ya?” ucap Zea.


Lagi-lagi Lian hanya tersenyum, “Baiklah siapa namamu? Ah tidak perkenalkan saya Alvan Aulian Putra, kamu bisa memanggil dengan Lian atau Alvan. Sekarang siapa namamu?” Tanya Lian.


“Tuan yakin tidak tau namaku?” tanya Zea balik sambil menatap Arman yang kebetulan melihat ke arah mereka. Lian pun mengikuti arah pandangan Zea kemudian dia tersenyum, “Jadi apa kamu sudah tahu semuanya?” tanya Lian.


“Menurut tuan?” tanya Zea balik.


“Hahahh,, baiklah karena kamu sudah tahu. Itu memang benar saya meminta paman untuk memberitahu kepada saya jika kamu datang tapi awalnya paman menolak tapi saya memaksanya jadi kamu jangan membenci paman. Tapi asal kau tahu saja paman hanya memberi tahu namamu Zea saja. Hanya itu yang saya tahu tentang namamu.” Jelas Lian.


“Jadi bisakah saya tahu nama lengkapmu?” tanya Lian memohon.


“Huhh, Baiklah saya Zeandra Putry Malik panggil saja Zea.” Jawab Zea.


“Zeandra?” tanya Lian sambil mengingat-ngingat.


“Tuan gak usah heran, saya memiliki seorang kakak perempuan. Namanya Ziandra Putry Malik. Jadi kemungkinan tuan tidak merasa asing dengan nama itu.” Ucap Zea.


“Jadi apa kamu adik iparnya dari tuan Pras?” tanya Lian dan hanya diangguki oleh Zea sementara Lian menatap gadis dihadapannya ini dengan tidak percaya.


“Sudahlah jangan pikirkan itu, sebaiknya apa yang ingin tuan bicarakan. Saya harus pulang sekarang.” Ucap Zea.


“Ah, sepertinya itu memang sudah larut. Lebih baik kamu pulang dulu, kita bisa membicarakan itu lain waktu.” Jawab Lian.


“Tadi katanya penting. Apa tuan membodohiku? Tuan sudah menyiakan waktu berhargaku dan ingat tidak ada lain waktu. Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.” Ucap Zea segera berdiri pergi keluar.


Lian pun segera ikut menyusul Zea, “Tunggu! Bisakah kita bertemu lagi? Aku mohon! Saat itu nanti aku pasti akan mengatakannya atau bisakah kita bertukar nomor telepon?” tahan Lian.


“Bukankah sudah aku katakan bahwa tidak ada lain waktu tuan.” Jawab Zea.


“Aku mohon! Setidaknya berikan nomor teleponmu. Jika tidak aku akan mendapatkannya sendiri.” Ucap Lian mengancam.


“Huh, dasar banyak maunya.” Ucap Zea segera memberikan nomor teleponnya.


“Ingat jangan pernah menelpon atau apapun itu.” Lanjut Zea dan Lian hanya tersenyum.


Zea pun segera menghidupkan motornya, “Ingat jangan mengikutiku jika memang anda masih ingin bertemu denganku.” Ancam Zea lalu segera melajukan motornya.

__ADS_1


Lian pun hanya memandang Zea karena apa yang ada dipikirannya sudah terbaca oleh gadis itu tapi tidak lama dia menelpon seseorang untuk mengikuti Zea untuk memastikan gadis itu pulang dengan selamat.


***


Sebulan berlalu dengan sangat cepat, kini Zia entah kenapa tiba-tiba merasa sangat pusing setelah bangun tidur, untunglah hari ini adalah hari libur.


“Baby, kamu kenapa? Apa kamu merasa sakit?” tanya Pras melihat Zia memegang kepalanya.


“Aku gak apa-apa honey, hanya sedikit pusing saja.” Jawab Zia.


“Beneran gak apa-apa? Kamu tidak ingin ke rumah sakit atau aku panggilkan dokter kesini.” Ucap Pras segera mendekati istrinya itu dan memijat kepala Zia.


“Gak apa-apa honey. Kamu jangan khawatir. Sebentar lagi pasti sembuh.” Jawab Zia. Pras pun hanya bisa menuruti istrinya itu.


Siang harinya, “Honey, aku izin keluar sebentar yaa.” Pinta Zia.


“Mau kemana? Biar abang antar.” Ucap Pras segera berdiri untuk mengganti pakaiannya.


“Ouh ayolah honey hanya sebentar saja. Aku mohon!” ucap Zia.


“Apa abang gak boleh mengantarmu? Apa kamu tidak ingin mengajakku?” tanya Pras sedih.


Zia segera mengecup pipi suaminya, “Ayolah, aku hanya ingin pergi sendiri. Tenang saja aku pasti akan baik-baik saja karena jika honey ikut denganku siapa yang jagain si kembar?” tanya Zia.


“Huhh,, sepertinya kau memang tidak ingin mengajak abang. Baiklah abang izinkan tapi ingat jangan ngebut dan segeralah pulang.” Ucap Pras seraya mengecup bibir istrinya itu sekilas.


“Terima kasih suamiku!” ucap Zia girang memeluk suaminya. Sementara Pras sudah cemberut saja, “Suamiku jangan cemberut dong.” Ucap Zia.


Zia pun segera pergi begitu di izinkan oleh suaminya, dia tidak lupa juga pamitan kepada si kembar.


***


Kurang lebih 30 menit dia sampai di rumah sakit untuk memastikan kecurigaannya. Dia segera menuju tempat pemeriksaan yang dia tuju. Dia segera masuk karena memang sudah membuat janji sebelum kesini.


“Apa yang anda rasakan suster?” tanya Dina.


“Saya hanya merasakan pusing dokter akhir-akhir ini tapi tadi itu yang lebih parah dan setelah saya melihat tanggal ternyata sudah telah dua minggu. Jadi saya kesini untuk memastikan itu tapi saya juga ragu karena tidak mengalami mual-mual.” Jelas Zia.


Dina pun mengangguk mengerti, “Apa sudah melakukan tespeck?” tanya Dina dan Zia pun menggeleng. Akhirnya Dina menyuruh Zia tespeck.


“Sambil menunggu hasil tespeck, apa suster Zia ingin melakukan USG agar lebih pasti karena menurut saya kemungkinan besar anda sedang hamil karena tidak ibu hamil mengalami mual.” Ucap Dina begitu Zia kembali dari kamar kecil.

__ADS_1


Zia pun hanya mengangguk karena dia juga sangat berharap bahwa kecurigaannya itu benar. Dokter Dina pun segera melakukan USG kepada Zia setelah dia berbaring. Begitu layar monitor muncul, di sana terlihat ada biji kecil yang sedang berkembang, “Selamat suster Zia anda beneran hamil, dia masih sangat kecil, baru berumur tiga minggu.” Ucap Dina tersenyum.


Zia pun hanya bisa menangis terharu karena sangat bahagia hamil kembali walau si kembar belum genap setahun.


“Terima kasih dokter. Saya sangat bahagia.” Ucap Zia sambil memandang foto USG di tangannya.


Dina pun hanya tersenyum lalu segera memberikan beberapa vitamin kepada Zia karena kandungan Zia sangat sehat jadi dia hanya memberi Zia vitamin. Zia pun segera pergi dari sana dengan sangat bahagia dan tidak berhenti tersenyum tapi sebelum dia pergi dia mengambil tespecknya terlebih dahulu dimana disana menunjukkan garis dua.


Zia pun pulang dengan sangat bahagia, “Baby, apa yang membuatmu bahagia?” tanya Pras begitu melihat istrinya pulang dengan wajah yang sangat bahagia.


Zia tidak menjawabnya tapi segera berlari memeluk suaminya, “Terima kasih!” ucap Zia.


Pras yang tidak tau apapun hanya bisa membalas pelukan istrinya, “Ada apa? Kenapa kamu berterima kasih?” tanya Pras.


“Ada deh!” ucap Zia misterius lalu melepaskan pelukannya dan segera berlari masuk kamar untuk menyembunyikan hasil tes kehamilannya karena dia berencana memberikan kejutan untuk suaminya.


Pras pun hanya bisa memandang istrinya.


Sementara di sisi lain, “Hi! Assalamu’alaikum dek!” ucap Lian.


“Tuan kau disini?” tanya Zea heran.


“Iya saya ingin menjemputmu untuk membicarakan kontrak kerja kita.” Jawab Lian enteng.


“Aku belum menyetujuinya. Lagian juga ZP keripik itu sudah bekerja sama dengan perusahaan kakak ipar.” Ucap Zea.


Ya, Zea dan Lian bertemu kembali dua minggu yang lalu dan Lian menceritakan semuanya termasuk dia yang ingin bekerja sama dengan ZP keripik tapi Zea belum menyetujuinya. Akhir-akhir ini hubungan mereka juga sudah bisa di katakan dekat karena Lian selalu saja menghubungi Zea walau Zea masih terkesan cuek bahkan kadang-kadang tidak menanggapi Lian.


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊


Mohon maaf jika ada typo guys !!🙏🏻😉


Mohon mampir di novel author yang berjudul “Di Kala Cinta Menyapa”. Tinggalkan jejak ya, author tunggu. Heheheheh


🙏🏻🥺😁

__ADS_1


__ADS_2