Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 88


__ADS_3

Singkat cerita tidak terasa kini usia kandungan Zea sudah memasuki usia 4 bulan dan dia sudah tidak mengalami mual lagi walau mual yang sering dia rasakan tidak begitu parah hanya saat dia mencium bau-bau tertentu.


“Tuan, besok anda harus menghadiri jamuan makan perusahaan C, anda juga bisa membawa pasangan.” Jelas Alan.


Lian pun mengangguk, “Baiklah. Jika begitu bisakah kau mengirimkan beberapa gaun ke Mansion untuk di coba istriku.” Pinta Lian.


“Baik tuan akan saya kerjakan.” Jawab Alan berlalu segera menelpon pihak butik yang memang sudah menjadi andalan dari Lian untuk datang ke Mansion Utama George.


Di Mansion utama, kini Zea sedang makan es krim tiba-tiba dia di kagetkan dengan beberapa pegawai butik yang masuk dengan membawa beberapa gaun, “Selamat siang nyonya.” Sapa salah satu pegawai butik itu kepada Zea.


“A-ada apa ini? Kenapa kalian kesini?” tanya Zea.


“Kami di perintahkan oleh tuan Lian agar nyonya bisa memilih salah satu gaun untuk di gunakan ke acara besok malam.” Jelas pegawai tadi.


“Acara besok malam?” tanya Zea berpikir lalu dia segera mengambil ponselnya menelpon sang suami karena dia tidak ingat bahwa ada acara yang akan dia hadiri besok malam.

__ADS_1


Tuut


Panggilan langsung tersambung, “Assalamu’alaikum Boo acara apa yang akan aku hadiri besok? Kok aku gak tahu?” tanya Zea langsung pada intinya.


“Wa’alaikumsalam dear, apa mereka sudah tiba?” tanya Lian balik.


“Ouh ayolah boo aku lebih dulu bertanya.” Ucap Zea.


“Hahahh, baiklah besok kita harus menghadiri acara jamuan makan malam perusahaan C dan membawa pasangan. Yah, jadi aku pasti membawaku kan dear? Makanya dari itu aku menyuruh mereka ke sana agar kau bisa memilih gaun yang akan kau pakai nanti.” Jelas Lian.


“Sudahlah kamu pilih saja yang kau suka. Kan kasihan jika mereka harus pulang sedang pakaian mereka gak di beli.” Ucap Lian.


“Ah baiklah, kau menang boo. Aku akan memilih beberapa gaun. Lihat saja nanti tagihan rekeningmu meledak.” Ucap Zea.


“Hahahh,, aku menunggunya dear. Okay silahkan kamu memilih sebanyak yang kamu suka. Ohiya pilihkan juga beberapa setelan untuk suamimu ini yaa.” Ucap Lian.

__ADS_1


“Hmm baiklah.” Jawab Zea malas.


Lalu sambungan telepon mereka terputus setelah mengucap salam dan sayang satu sama lain. George yang mendengar ada suara ramai di luar pun segera keluar, “Kakek kenapa keluar? Apa terlalu ribut?” tanya Zea begitu melihat sang kakek keluar.


George pun tersenyum karena cucu menantunya itu sangat khawatir, “Gak apa-apa nak, kakek juga hanya sedang membawa Koran saja di dalam. Ohiya apa ini?” tanya Goerge basa basi karena tanpa di jawab pun dia sudah mengerti apa yang terjadi.


“Huh, gak tahu tuh kerjaan cucu kakek.” Jawab Zea.


George pun tersenyum, “Ya sudah kalau begitu ayo sana kau pilih beberapa jika Lian tidak mampu membayarnya biar kakek yang membelikannya untukmu.” Ucap George.


“Ouh kek jangan begitu, ini saja Zea sudah malas karena pusing harus membeli yang mana.” Ucap Zea.


“Kamu tinggal pilih saja yang kamu sukai.” Timpal George.


Zea pun mengangguk lalu segera mendekati para pegawai butik yang datang yang dari tadi hanya diam saja dan kaget melihat interaksi yang terjadi antara Zea dan Lian. Dan mereka lebih kaget lagi begitu melihat secara langsung bagaimana George yang terkenal dingin dan cuek bisa lembut dan hangat kepada cucu menantunya.

__ADS_1


__ADS_2