Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 85


__ADS_3

Sementara di sisi lain, kini Lian dan Zea juga baru saja selesai melakukan sholat magrib bersama. Setelah itu mereka turun untuk makan malam bersama George.


“Kak, aku punya sesuatu!” ucap Zea begitu mereka berdua setelah sholat isya.


“Ada apa? Katakan saja.” Balas Lian.


“Aku takut kakak akan marah nanti.” Ucap Zea tersenyum.


Lian yang melihat ekspresi istrinya semakin penasaran lalu segera mendekati Zea yang sedang di meja riasnya, “Ada apa? Katakan saja, kakak janji gak akan marah. Apapun itu.” Ucap Lian seraya memeluk Zea dari belakang.


“Tapi aku tetap takut.” Jawab Zea tersenyum.


“Sayang, apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Lian.


“Hmm,, aku gak tahu.” Jawab Zea masih tersenyum.


“Sayang jangan tersenyum saja.” Ucap Lian.


“Tapi kakak janji yaa gak akan marah.” Ucap Zea.

__ADS_1


“Iya sayang kakak janji.” Jawab Lian yakin.


“Hmm,, kalau begitu ayo sana kakak balik ke ranjang lagi, aku masih ingin melakukan perawatan.” Ucap Zea.


“Kau, apa kau mempermainkanku sayang. Awas kau.” Ucap Lian lalu segera menggendong Zea menuju ranjang tanpa memedulikan sang istri yang masih memakai lotionnya.


“Kakak, aku lagi pakai lotion.” Ucap Zea kesal begitu dia sudah duduk dengan cantik di ranjang.


“Salah sendiri kerjain suami.” Balas Lian merajuk.


Zea pun hanya tersenyum, “Hahah,, kakak sangat lucu.” Ucap Zea tertawa.


Lian hanya merajuk saja dan Zea yang melihat itu hanya tersenyum karena senang membuat sang suami kesal lalu dia mengambil sesuatu di laci lampu tidur mereka di samping ranjang.


“Kakak, maaf sudah mengerjaimu. Tapi aku sungguh ingin memberikan sesuatu padamu. Aku harap kau tidak marah. Ayo bukalah!” ucap Zea menyerahkan sebuah kotak kepada sang suami.


Lian yang masih kesal tetap tidak memedulikan Zea sampai Zea menangkup wajah sang suami agar menatapnya, “Maaf! Ayo bukalah.” Ucap Zea.


Lian pun akhirnya menatap sebuah kota kecil di hadapannya, “Apa ini?” tanya Lian.

__ADS_1


“Bom!” jawab Zea bercanda.


“Serius sayang.” ucap Lian.


“Hmm jika penasaran maka bukalah kak. Aku jamin itu bukan bom aku bercanda tadi.” Jawab Zea masih saja tersenyum.


Lian pun memberanikan diri membuka kotak itu setelah menatap wajah sang istri. Dia pun membukanya dan hanya ada kertas bertuliskan daddy di sana, “Hmm,, sejak kapan kau memanggilku daddy?” tanya Lian masih beluk terkonek.


Lagi-lagi Zea hanya tersenyum lalu menarik tangan sang suami ke perutnya, “Ada apa? Apa perutmu sakit setelah aku gelitik?” tanya Lian yang tetap belum terkonek.


Zea pun menggeleng, “Apa kakak belum mengerti juga?” tanya Zea menatap sang suami dan Lian menggeleng karena dia memang belum mengerti apa yang di maksud istrinya.


Akhrinya Zea pun turun dari ranjang untuk mengambil sesuatu dari dalam tasnya, “Lihatlah!” ucap Zea menyerahkan foto USG ke tangan suaminya.


Lian pun menerimanya tapi dia tetap masih belum mengerti, “Apa ini sayang?” tanya Lian.


“Ouh God, kenapa kau sangat tidak peka kak. Sebentar lagi kau akan menjadi ayah, ada dia di sini.” Ucap Zea akhirnya karena sang suami masih saja tidak mengerti.


“Sungguh?” tanya Lian.

__ADS_1


Zea pun mengangguk lalu memberikan hasil testpecknya kepada sang suami. Lian pun tersenyum lalu memeluk Zea erat sambil menciuminya.


__ADS_2