
Zia pun menangguk lalu segera tersenyum dan memandang kedua anaknya yang kini ada di pangkuan Rasti dan Faris, “Sayang, apa hanya aunty dan uncle yang mendapat hadiah? Apa untuk ayah dan bunda gak ada?” tanya Zia.
Zayyan dan Zayyah yang mendengar itu pun segera turun dari pangkuan Rasti dan Faris lalu segera mendekati Zia dan Pras, “Ada kok untuk ayah sama bunda bahkan untuk aunty Zea dan uncle Lian juga ada serta calon adik kembar kami juga ada. Tapi hadiah ketinggalan di rumah yang kami bawa hanya punya aunty Rasti dan uncle Faris saja serta grandpa dan granma!” jelas Zayyan memegang tangan Zia.
“Sungguh? Apa punya bunda dan ayah juga ada?” tanya Zia senang padahal tadinya dia itu hanya berniat menggoda kedua anaknya tapi siapa sangka ternyata punya mereka juga ada.
Si kembar langsung mengangguk, “Ahh terima kasih sayang!” ucap Zia lalu segera mengecup kening si kembar bergantian.
“Apa punya grandma ada?” tanya Celine memandang kedua cucunya.
“Ada grandma! Sebentar kami ambilin. Grandma sama grandpa tunggu di sini!” Ucap Zayyah lalu mereka berdua segera berlari mengambil hadiah itu.
“Pelan-pelan sayang!” ucap Pras yang melihat kedua anaknya itu berlari.
“Di mana Zea?” tanya Rasti yang dari tadi menahan untuk menanyakan adiknya itu.
__ADS_1
Seluruh keluarga pun menatap Rasti, “Di mana dia kak? Kenapa dia tidak datang menyambutku?” ulang Rasti karena tidak mendapat jawaban.
“Dia di rumah sakit dek!” jawab Zia menahan tangisnya. Pras pun segera memeluknya Zia.
“Rumah sakit? Jangan katakan bahwa penyakitnya semakin parah?” ucap Rasti tapi mereka hanya diam.
“Kak Faris!” ucap Rasti memandang Faris di sampingnya seolah meminta jawaban.
“Kita akan mengunjungi mereka nanti.” Ucap Faris.
Zayyan dan Zayyah pun segera menatap Celine dan Andrew lalu segera memberikan hadiah mereka, “Ini untuk grandma!” ucap Zayyah memasangkan gelang di tangan Celine.
“Ini untuk grandpa. Kami tahu grandpa kan sering membaca jadi kacamata ini cocok untuk grandpa!” ucap Zayyan.
“Terima kasih nak. Hadiahnya sangat bagus!” ucap Celine dan Andrew lalu mengecup kening kedua cucu mereka itu.
__ADS_1
Setelah itu si kembar segera mendekati Alice dan Gifari, “Ini untuk grandma Alice dan grandpa Gifari semoga suka.” Ucap Zayyan dan Zayyah bersamaan sambil memberikan hadiah yang serupa kepada keduanya.
Alice dan Gifari pun terharu, “Grandma dan grandpa juga dapat?” tanya Alice.
Si kembar langsung mengangguk, “Iya karena kata bunda grandpa Gifari dan grandma Alice akan jadi nenek dan kakek kami juga makanya kami juga buat untuk kalian tapi kami tidak tahu apa grandma dan grandpa menyukainya.” Ucap Zayyah.
Alice pun segera memeluk Zayyah, “Grandma suka sayang. Ini sangat indah, ayo pakaikan juga di tangan grandma.” Ucap Alice memberikan tangannya.
Zayyah pun tersenyum lalu segera memasangnya sementara Gifari segera menundukkan wajahnya agar Zayyan bisa memasangkan kaca mata, “Terima kasih sayang!” ucap Alice dan Gifari lalu segera menghujani keduanya dengan ciuman dan kecupan.
“Zayyan dan Zayyah sini bunda sama ayah mau tanya sesuatu.” pinta Zia.
Si kembar pun segera menurut dan mendekat, “Barang-barang yang di berikan oleh kalian sangat indah tapi kok bunda sama ayah gak tahu kalian membuat ini. Di mana kalian membuatnya?” tanya Zia menyelidik.
“Kakak kau yang jelaskan!” ucap Zayyah menatap sang kakak.
__ADS_1