Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 143


__ADS_3

Sekitar satu jam Faris berada dalam ruangan rapat meyakinkan para pemegang saham akhirnya mereka menyetujui dan mempercayai Faris. Kini dia sudah berada dalam ruangannya dengan sang papi. Reno meninggalkan kedua tuannya itu berdua untuk bicara.


“Sekarang saham perusahaan sudah stabil dan kau juga sudah berhasil meyakinkan dewan direksi, papi bangga dengan hal itu karena masalah yang kau buat sudah kau selesaikan tapi satu hal yang harus papi tanyakan. Apa kau sudah menemukan calon menantu papi di mana? Papi mendengar dia pergi.” ucap Gifari.


Faris pun hanya menghela nafasnya karena sampai saat ini dia masih kehilangan jejak calon istrinya itu, “Ingat kau harus menemukannya sebelum pernikahan kalian. Papi tidak ingin pernikahan kalian batal apalagi jika nanti dia berubah pikiran dan akan membatalkan pernikahan kalian.” Ucap Gifari menepuk bahu sang putra.


“Papi pergi, papi tunggu kabar baik darimu tentang kabar menantu papi dan segeralah pulang tenangkan mamimu.” Ucap Gifari lalu segera pergi meninggalkan putranya itu.


Faris yang di tinggalkan pun segera menelpon anak buah yang mencari Rasti.


***


Sementara di perusahaan Pras pun yang terjadi tidak jauh berbeda, kini di adakan rapat pemegang saham, “Tuan semuanya sudah menunggu anda di ruang rapat.” Ucap Hans.


“Baiklah ayo kita kesana.” Jawab Pras yang baru saja tiba dari rumahnya.

__ADS_1


Mereka pun sekarang sudah tiba di ruang rapat dan segera memulai rapatnya, “Ayo mulai!” ucap Pras.


“Sebentar. Sebelum anda memulai rapat ini kita harus menunggu seseorang dulu.” Ucap Bimo menghentikan rapat.


“Siapa yang harus kita tunggu? Bukankah semua pemegang saham sudah tiba?” bukan Pras yang bertanya tapi Hans. Sementara Pras hanya diam saja karena dia sudah menduga siapa yang akan datang.


Tiba-tiba, “Maaf saya terlambat. Hai sayang kita bertemu lagi setelah sekian lama.” Ucap seorang wanita tersenyum menggoda ke arah Pras. Pras yang melihatnya hanya tersenyum jijik.


“Silahkan duduk nona!” ucap Bimo segera berdiri dan mempersilahkan Kimy untuk duduk.


Semuanya pun hanya mengangguk lalu Hans segera memulai mempresentasikan hal yang bisa membantu menstabilkan saham perusahaan. Sekitar 15 menit kini Hans sudah selesai. Kimy pun segera menepuk tangannya, “Bagus solusinya bagus hanya saja satu kekurangannya yaitu pemimpin perusahaan ini masih orang yang sama.” Ucap Kimy.


“Apa maksud anda berkata begitu?” tanya Panji salah satu dewan direksi.


“Anda pasti sudah tentu mengerti apa maksud saya.” balas Kimy.

__ADS_1


“Apa maksud anda tuan Pras sudah tidak layak lagi menjadi presdir perusahaan ini?” tanya Panji


“Lalu siapa yang bisa menggantikan tuan Pras? Tuan Pras pemilik saham terbesar di sini jadi sudah tentu saja dia yang harus menjadi pemegang saham.” Ucap Bian


Kimy pun hanya memberikan kodenya kepada Bimo, “Anda salah! Mungkin beberapa hari yang lalu iya tuan Pras pemilik saham terbesar tapi sekarang tidak lagi.” Ucap Bimo.


“Lalu siapa?” tanya Hadi


Bimo pun segera memperlihat membagikan dokumen kepada seluruh dewan direksi, “Jadi anda sekarang pemilik saham terbesar?” tanya Panji menatap Kimy.


“Yah nona saya memiliki 33% saham perusahaan ini. Lebih besar 1% dari saham milik tuan Pras.” Jawab Bimo.


Para dewan direksi pun menatap Pras yang dari tadi hanya diam saja, “Sekarang apa keputusan kalian? Apa kalian ingin saya turun dari jabatan ini?” tanya Pras menatap para dewan direksi lalu menatap tajam wanita yang sudah menjebaknya itu dengan muak.


“Aku tidak akan memintamu turun dari jabatanmu walau aku pemilik saham terbesar di sini tapi ada syaratnya?” ucap Kimy tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2