Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 57


__ADS_3

“Iya nona. Nona pakai saja karena sebentar lagi pertunangan akan di mulai.” Ucap tukang make up itu.


Zea pun melihat jam dan ternyata benar tinggal 30 menit lagi pukul 10.00. Zea pun akhirnya menuruti lalu segera memakai gaun itu lalu segera di bantu oleh tukang make up untuk hijabnya lagi-lagi dengan alasan Rasti yang memerintahkan.


Akhirnya tinggal lima menit pukul 10.00 Zea selesai, dia pun segera keluar kamarnya dan melihat sudah tidak ada orang lain di sana, “Kemana mereka? Apa mereka meninggalkanku?” tanyanya.


“Sepertinya mereka sudah lebih dulu berangkat nona.” Jawab tukang make up itu.


“Ah sudahlah sepertinya memang begitu. Lebih baik cepat berangkat sebelum pertunangan di mulai.” Ucap Zea segera menuju mobil yang sudah di atur Rasti untuknya.


***


Sementara di sebuah kamar hotel, kini seorang pria tengah termenung memandang ke luar jendela lalu menghela nafasnya, “Alan, apa aku harus melakukan ini?” tanya Lian menatap asistennya.


Alan pun hanya diam saja karena tidak tahu harus menjawab apa, “Tuan, lebih baik anda segera siap-siap.” Ucap Alan.


Lian pun menatap Alan lalu mengangguk, “Baiklah.” Ucapnya.

__ADS_1


Lian pun segera memakai tuxedo-nya dengan di bantu oleh asistennya itu. Setelah selesai dia melihat bayangannya di cermin lalu tersenyum miris, “Apa hanya aku yang di hari pertunangannya terlihat sendu?” tanya Lian menatap bayangannya.


***


Di ballroom hotel sudah di penuhi oleh tamu undangan, “Apa Lian sudah siap?” tanya George pada asistennya.


“Sudah tuan.” Jawab asistennya itu. George pun mengangguk.


Tidak lama acara pertunangan itu pun di mulai. MC sudah mulai membacakan rangkaian acaranya. Zea juga baru saja tiba dan segera masuk menemui Rasti di ruangannya.


“Kau sangat cantik dek.” Puji Rasti.


Rasti pun hanya tersenyum menanggapinya. Sementara di sisi lain, “Ah kenapa kau bisa kena macet begini? Jika begini aku tidak bisa menemani sahabatku.” ucap Faris.


“Maaf tuan.” Jawab Reno.


“Sudahlah lanjut saja karena percuma kita balik karena kita sudah hampir sampai.” Ucap Faris.

__ADS_1


Sekitar 15 menit kemudian akhirnya mereka tiba di hotel A dan segera menuju kamar Lian karena Lian sudah memberitahu padanya lebih dulu, “Maaf bro aku terlambat.” Ucap Faris segera masuk dengan terengah-engah.


Lian yang melihat sahabatnya pun tersenyum, “Kau belum terlambat, baru saja di mulai kok.” jawab Lian memeluk sahabatnya itu.


Faris pun menatap sahabatnya itu yang terlihat sendu, “Ouh ayolah boy tersenyumlah. Jangan perlihatkan keterpaksaanmu.” Ucap Faris.


Lian pun tersenyum, “Nah, begitu dong boy.” Puji Faris.


“Kau bisa aja.” Jawab Lian.


***


Kini tibalah Rasti dan Lian di persilahkan untuk masuk ke ballroom, “Ayo kak.” Ajak Zea segera mendekati Rasti.


“Ah kakak deg-degan dek.” Ucap Rasti.


“Itu wajar kak.” Jawab Zea.

__ADS_1


Mereka pun segera keluar dan di waktu bersamaan Lian juga keluar dengan di temani Faris. Mereka pun ketemu saat akan masuk ke tempat di mana tempat pertunangan di laksanakan. Lian pun menatap Zea sekilas begitupun dengan Zea. Sementara Faris tertegun dan bertanya-tanya kenapa gadis di taman itu bisa ada di sini, “Kenapa dia ada di sini?” batin Faris menatap Zea.


Mereka pun menunggu untuk di persilahkan masuk, begitu di izinkan oleh MC masuk Rasti segera menggeser Zea agar bisa di tengah berdekatan dengan Lian. Zea yang kaget segera menatap Rasti sambil bertanya-tanya.


__ADS_2