Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 164


__ADS_3

Faris segera mendekati Rasti dan Zia, “Kak Zia kami melakukan ini untuk kami sendiri jadi jangan merasa bersalah. Aku senang karena dengan begini aku bisa segera menikahi Rasti. Selain itu, aku juga ingin Lian hadir dalam pernikahanku.” Ucap Faris.


“Tapi--” ucap Zia terpotong karena Rasti langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Zia.


“Sstt, Gak ada tapi-tapian kak. Kami sudah memutuskan ini, selain itu juga aku ingin meneruskan warisan kakak yang menikah akad lebih dulu.” Ucap Rasti tersenyum.


Zia pun segera melepas pelukan Rasti dan menatapnya, “Kamu kan tahu apa alasan kami melakukan itu. Itu darurat, kau tahu semua alasannya. Keadaan itu berbeda dengan kalian.” Ucap Zia.


“Apanya yang berbeda kak, semuanya sama. Aku mengikuti kalian kak jadi jangan halangi aku melakukan ini.” ucap Rasti.


“Dek!” ucap Zia.


“Jangan membujukku kak. Aku hanya ingin kau menyetujui permintaanku ini. Asal kau tahu saja aku sangat bahagia saat ini karena sebentar lagi aku akan menikah jadi jangan rusak kebagiaanku kak dan restui kami.” Ucap Rasti.

__ADS_1


Zia pun segera memeluk kembali Rasti, “Kakak merestui kalian. Kakak ingin kau selalu bahagia.” Ucap Zia.


“Maka itu berarti kakak menyetujui ini kan?” tanya Rasti.


“Apa perlu bertanya lagi? Kakak iparmu itu menyetujuinya dek.” Ucap Pras.


“Aku kan hanya basa basi kak bertanya. Kau merusaknya!” timpal Rasti.


Seluruh keluarga pun tertawa melihat itu karena ternyata Pras dan Rasti masih tidak melupakan kebiasaan berdebat mereka.


***


Keesokkan harinya, Zea dengan di temani Lian segera mendatangi kediaman Andrew dan Celine begitu mengetahui rencana akad nikah Rasti dan Faris yang akan di adakan esok hari. Zea tidak memedulikan dirinya yang sedang di rawat persiapan operasinya karena dia ingin tahu alasan Rasti melakukan ini.

__ADS_1


“Dek! Kau di sini?” tanya Rasti begitu melihat mobil Lian memasuki kediamannya dan dia yang sibuk dengan dekorasi akad mereka esok hari segera berlari mendekati mobil Lian.


Zea pun segera turun dengan di temani Lian, “Kak aku ingin bicara. Aku sudah mendengarnya tapi aku ingin mendengarnya dari mulutmu.” Ucap Zea to the point.


“Baiklah ayo kita bicara.” Ucap Rasti langsung mengajak Zea masuk dan di sinilah mereka berempat di dalam ruang keluarga karena ruang tamu sedang di hias untuk akad mereka besok.


“Katakan alasannya kak? Kenapa melakukan ini? Apa karena aku?” tanya Zea beruntun.


Rasti pun menatap Zea dalam, “Ingat dek, kami melakukan ini bukan untuk dirimu atau siapapun. Kami melakukan ini untuk diri kami sendiri karena dengan begini kami bisa segera menikah.” Ucap Rasti.


“Jika memang begitu lalu kenapa harus menunda pestanya? Aku tahu kak kau berbohong padaku. Jangan lakukan ini lagi kak, aku tidak ingin semakin merasa bersalah padamu. Kau sudah berulang kali melakukan ini untukku.” Ucap Zea menangis.


“Hey jangan menangis, kakak melakukan ini bukan untuk membuatmu menangis. Kakak tahu kau mungkin merasa kakak melakukan ini demi dirimu tapi asal kau tahu kakak hanya tidak ingin saat pesta pernikahanku nanti kau gak hadir. Kakak menyayangimu dan kau gak perlu merasa bersalah atas apapun karena ini sudah menjadi kesepakatan antara kami.” Ucap Rasti.

__ADS_1


“Lagipula bukankah kau ingin kakak segera memiliki anak dan dengan begini kami bisa segera punya anak kan? Kakak juga iri padamu yang sebentar lagi akan memiliki anak padahal kakak lebih tua darimu. Jadi izinkan kakak menikah besok yaa?” lanjut Rasti tersenyum.


__ADS_2