
Tidak lama mereka sampai di taman, Faris pun segera keluar untuk melihat dan berharap bisa melihat gadis yang sudah mencuri hatinya itu. Faris pun tersenyum begitu melihat seorang gadis cantik dengan hijabnya sedang duduk tersenyum menatap anak-anak di hadapannya. Faris pun tidak menyia-nyiakan waktu yang ada, dia segera menghampiri gadis itu, “Ternyata kau datang?” ucap Faris.
Zea yang tengah fokus dengan anak-anak di hadapannya pun melihat ke samping untuk melihat siapa yang sedang bicara dengannya, “Apa anda bicara denganku?” tanya Zea menatap pria yang menyapanya.
Faris pun tersenyum, “Apa kau melupakanku?” tanya Faris segera duduk di bangku di samping Zea.
“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Zea berusaha mengingat apa dia pernah bertemu dengan pria itu atau tidak.
“Hahah,, ternyata kau memang melupakanku.” Ucap Faris tertawa.
Zea pun mengingat-ngingat, “Ah, saya ingat. Bukankah tuan laki-laki yang menolong saya waktu itu?” tanya Zea.
Faris pun tersenyum, “Ternyata kau mengingatnya. Aku pikir kau akan melupakan orang yang menolongmu.” Ucap Faris.
“Maaf!!” ucap Zea merasa bersalah.
“Tenanglah, aku bukan tipe pendendam yang akan marah ketika dilupakan tapi bisakah jangan melupakanku.” Ucap Faris.
__ADS_1
Zea merasa dejavu, dia merasa seperti ada seseorang yang pernah memintanya melakukan hal itu, “Akan saya usahakan.” Jawab Zea kembali serius melihat anak-anak di hadapannya.
“Apa rumahmu di sekitar sini?” tanya Faris mencari topic untuk mengajak gadis yang sudah mencuri hatinya itu bicara.
Zea hanya mengangguk, “Apa kau sering datang kesini?” tanya Faris lagi.
Zea pun menatap pria di sampingnya itu, “Hmm,, ini kali kedua.” Jawab Zea cuek lalu segera berdiri karena dia merasa ketenangannya sudah terganggu.
“Kalau begitu saya pamit. Maaf tidak bisa menemani anda.” Pamit Zea berlalu pergi tanpa menunggu jawaban pria itu.
Reno pun segera membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya itu, “Hmm,, perintahkan seseorang untuk mengikuti gadis itu. Aku hanya ingin memastikan bahwa tidak ada yang menculiknya lagi dan dia pulang dengan selamat.” Ucap Faris sebelum masuk ke mobil.
Reno pun mengangguk dan segera melaksanakan perintah dari tuan mudanya itu.
***
Singkat cerita, tidak terasa besok sudah pertunangan Rasti dan Lian akan dilaksanakan. Seluruh keluarga semakin sibuk mempersiapkan segalanya. Semuanya sudah siap, seluruh tamu undangan sudah di pastikan bahkan orang tua Zia pun ikut hadir dan kini mereka sudah ada di rumah Zia dan Pras.
__ADS_1
Rasti juga sudah tidak mengajukan cuti karena dia harus melakukan perawatan. Kini dia sedang ada melakukan perawatan dan seperti biasanya Zea selalu di ajaknya dan mereka melakukan perawatan bersama.
“Dek, apa kau tidak memiliki seseorang yang kau cintai?” tanya Rasti.
Zea yang mendengarnya pun kaget, “Kenapa kakak menanyakan itu?” tanya Zea balik.
“Gak kakak hanya bertanya aja. Siapa tahu aja kau memiliki seseorang yang kau cintai. Jika ada kau bisa mengajaknya ke pertunangan kakak untuk menemanimu begitu agar kau tidak sendirian.” Ucap Rasti.
“Bagaimana bisa aku mengajaknya jika dia adalah laki-laki yang sama dengan tunanganmu kak.” Batin Zea melamun.
“Dek, kau mendengarkan kakak?” tanya Rasti yang menyadari Zea tengah melamun.
“Zea dengar kok.” jawab Zea.
“Kalau begitu, apa kau punya?” tanya Rasti.
“Zea masih ingin fokus dengan karir, Zea belum berpikiran kesana.” Jawab Zea. Rasti pun mengangguk mengerti.
__ADS_1