
“Alan, apa semuanya sudah selesai?” tanya Lian kepada asistennya itu.
Alan pun mengangguk, “Semuanya sudah beres tuan.” Jawab Alan.
“Baiklah, kalau begitu aku akan segera melakukan cuti, urusan perusahaan aku serahkan padamu untuk dua minggu kedepan.” Ucap Lian.
“Baik tuan.” Ucap Alan.
“Aku mempercayaimu.” Ucap Lian.
“Tuan, aku juga ingin mengucapkan selamat untuk pernikahanmu dengan nona Zea.” Ucap Alan.
Lian pun mengangguk, “Kau juga carilah seorang gadis untuk kau nikahi, kau 2 tahun lebih tua dariku Alan. Maka carilah pasanganmu juga.” Ucap Lian.
“Ahh tuan aku masih nyaman sendiri, aku belum memikirkannya.” Ucap Alan.
“Baiklah terserah padamu tapi kau tetap harus menikah jangan terlalu lama sendiri.” Ucap Lian.
Alan pun mengangguk, “Kalau begitu aku akan segera melakukan cuti. Aku titip padamu segala urusan.” Ucap Lian berlalu dari ruangannya.
***
“Nona, hari ini kau harus menemui tuan Faris untuk kelanjutan kerja sama kalian.” Ucap Gaby.
“Hmm,, baiklah.” Jawab Rasti.
__ADS_1
“Gaby, apa hadiah pernikahan untuk adikku sudah siap?” tanya Rasti.
“Sudah nona.” Jawab Gaby.
“Baiklah. Terima kasih banyak Gaby.” Ucap Rasti.
“Itu sudah tugas saya nona.” Balas Gaby.
“Gaby, apa kau memiliki kekasih?” tanya Rasti saat Gaby ingin keluar dari ruangan Rasti.
“Kekasih? Kenapa nona menanyakannya?” tanya Gaby.
“Gak, aku hanya ingin tahu saja apa kau memiliki kekasih.” Jawab Rasti.
“Ah, nona saya masih ingin melayani nona jadi belum memikirkan kekasih.” Ucap Gaby.
“Ah nona bisa aja. Nona sendiri belum juga memiliki kekasih.” Ucap Gaby.
“Aku belum menemukan orang yang cocok Gaby.” Timpal Rasti.
“Saya pun sama nona.” Jawab Gaby.
“Ah sudahlah, membahas cinta memang tidak ada habisnya.” Ucap Rasti yang diangguki oleh Gaby.
***
__ADS_1
Sore harinya, kini Rasti segera menuju restoran C untuk menemui Faris membahas kelanjutan kerja sama di antara perusahaan mereka. Dan seperti biasa Rasti selalu tiba tepat waktu, kini dia tiba 7 menit sebelum jam yang di janjikan. Dia pun segera menuju ruangan VIP restoran itu.
“Selalu saja aku yang harus menunggunya.” Ucap Rasti karena ini kali ketiga mereka ketemu dan selalu saja Rasti yang lebih dulu tiba.
“Ah maaf lagi-lagi aku membuat nona Rasti menunggu. Apa aku telat?” tanya Faris terengah-engah dan langsung duduk di hadapan Rasti.
“Lumayan masih tersisa dua menit.” Ucap Rasti melihat jam tangannya.
“Ouh syukurlah setidaknya aku tidak terlambat.” Ucap Faris lega.
Rasti pun hanya menatap Faris, “Tuan, apa tidak memesan dulu?” tanya Rasti.
“Kamu?” tanya Faris balik.
“Aku sudah memesan. Tuh!!” tunjuk Rasti kepada pelayan yang membawakan minuman pesanannya.
“Ah baiklah. Nona saya juga ingin memesan.” Ucap Faris.
“Tuan ingin memesan apa?” tanya pelayan itu.
“Samakan saja dengan pesanan nona Rasti.” Jawab Faris.
“Baiklah tuan mohon di tunggu.” Ucap pelayan itu berlalu pergi setelah mendapat anggukan dari Faris.
“Tuan Faris lihatlah desain yang sudah di buat oleh karyawanku dan menurutku ini bagus.” Ucap Rasti segera mengambil dokumennya.
__ADS_1
Faris pun segera melihatnya dan mulai membacanya. Mereka pun larut dalam membahas kerja sama mereka. Kurang lebih satu jam mereka membahas kerja sama mereka itu dan akhirnya menemukan kesepakatan. Setelah itu Faris mengajak Rasti makan bersama sebelum pulang untuk kali ini Rasti tidak menolaknya karena setelah ini dia akan langsung pulang dan tidak punya pekerjaan lagi ke kantor.